Rabu, 31 Oktober 2018

PULANG PURWADAKSI (RENUNGAN)


Bahkan malaikat dan jin yang pernah menolak, disanggah oleh Allah. Keputusanku telah tetap! pengetahuanku telah benar! Allah percaya pada kita. Allah percaya pada Kita.
Diberikan Dunia ini pada kita, Allah tambahkan pada masing-masing kita kelebihan, ada yang kelebihan dalam bidang musik, suara, menggambar, cara berkomunikasi , kelebihan lahir dari keluarga yang baik, lingkungan yang baik, Tapi kita melupakan kepercayaan itu. Malaikat dan jin bahkan iblis pernah bilang, "Akankah kamu biarkan mahluk yang membuat pertengkaran, pertumpahan darah menjadi wakilmu?" Allah bilang "Tidak!" Aku percaya pada mereka, Aku percaya pada manusia, Aku percaya, kata Allah pada kita semua.
Sungguh pertanyaan dasar kita adalah. sanggupkah kita mempercayai Allah sebesar Allah mempercayai kita? berapa banyak modal yang Allah berikan pada kita agar Allah menunjukan pada jin pada iblis, Lihatlah! pilihanku yang benar, lihatlah pengetahuanku mendahului keraguanmu. 

Selasa, 30 Oktober 2018

IKARAR PAGURON ULIN KARUHUN



IKRAR  ULIN KARUHUN
PASAMOAN  SOPHIA

Dengan menyebut Nama Allah yang maha Pengasih dan Penyayang, Kami Berikrar :

1.   Beriman dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.   Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh dalam Bermasyarakat.
3.   Menjaga Nama Baik Paguron, dan melestarikan Ajarannya.
4.   Berjiwa Ksatria dan Berbudi Luhur.
5.Barsatu Padu dalam Membela Tanah Air.

Motto :
Eksistensi Diri
Pikir, Dzikir, Dzahir

Petikan Syair Syekhunal Mukarrom 
”Gusti sinuhun nawuri sorban ngideri masjid minangka hudan , Dipun beber Nyai Mas Ayu Gandasari saking dermayu " Duh gusti sae temen sorban niki kangge sinten ? Jawab Gusti " Sorban niki kangge ummat kanjeng nabi,ummat ingkang purun sholat serta nurut perintah sunnah perintah allah kang den pasti ora tinggal sampe mati.... "

MUKADIMAH ULIN KARUHUN


Ulin Karuhun salah satu nama perguruan Silat yang diambil dari kalimat bahasa sunda yaitu Ulin dan Karuhun, ulin itu artinya Main dan Karuhun itu sesepuh yang sudah tiada lagi di dunia, jadi ulin karuhun itu ilah permainan sesepuh-sesepuh yang sudah meninggal dunia karena silat pada jaman dahulu hanya merupakan permain-permainan yang sering dipakai oleh sesepuh-sesepuh dahulu atau nenek moyang.
Ulin karuhun juga merupakan sebagian dari Pasamoan Sophia, karena pendiri dari ulin Karuhun ialah pendiri dan anggota dari Pasamoan Sophia dan ulin karuhun juga merupakan bagian dari torekat Asyahadatain, karena ulin karuhun diambail dari torekat Asyahadatain, sertamerupakan benteng kekuatan dari Pengajian Pasamoan Sophia.    
Dari dua kata diatas akhirnya diambil nama oleh dua orang murid yang di bantu oleh salah satu Mursyidnya yang merupakan salah satu torekat yang ada di daerah jawa barat, tepatnya daerah Panguragan yang berlokasi didaerah Kab. Cirebon yaitu yang terkenal nama torekatnya Asyhadatain yang di pimpin di bawah asuhan Sayyid Gamal Yahya. Asala muasal atau motif dari didirikannya Ulin Karuhun atau yang biasa di bilang silat Ya Hadi, ialah hasil dari perenungan pada masa-masa tafaqur dalam istilah spritual semedhi.

GERAK JURUS DAN GERAK PERNAPASAN ULIN KARUHUN


LAKU GERAK JURUS DAN GERAK PERNAPASAN ULIN KARUHUN

Mengolah Pernapasan ala Ulin Karuhun latihan pernapasan merupakan salah satu pergerakan olah pernapasan agar melatih dan mengaktifkan fungsi organ-organ tubuh agar cepat memberikan penyelarasan getaran energi dalam diri kita sendiri. Semakin sering kita latih pernafasan kita dengan cara menarik dari hidung, ditahan di dalam dada dan diputarkan keseluruh ruangan rongga-rongga serta membuang kembali dari mulut dengan disertai pengejangan seluruh otot untuk ikut berkontribusi dengan aliran napas itu akan menghasilkan kekuatan atau yang disebut dengan power. kekuatan inilah yang dipakai untuk membangkitkan tenaga dalam yang ada pada diri, kalau dalam istilah sunda tanaga lapisan, yang hasilnya bisa di gunakan membangkitkan indra keenam untuk spiritual atau bisa juga digunakan untuk mematahkan atau menghancurkan benda-benda yang dijadikan target untuk Fisik.
Konsentrasi yang penuh dan penyelarasan antara gerak fisik dan energi plus Aurod yang sudah kita olah dan disalurkan melalui anggota-anggota tubuh yang akan kita gunakan untuk menyerang target misalkan ke tangan atau kaki, dan digabungkan dengan energi yang ada di luar tubuh yang telah diserap oleh diri. Semakin besar daya energi yang terkumpul semakin kuat pula tenaga yang bangkitnya. Bila energi sudah mengembang dan terisi tiap organ terutama pada bagian yang akan dijadikan inti dari keluar serangan disesuai dengan kehendak pikiran kita. Maka akan mengahsilkan tenaga yang besar yang bisa menghancurkan tujuan dari target kita.

Egoisme


Sampurasun.
Ulah geuleuh kunu riweuh ulah ngewa kanu beda sabab ku ayana nu beda bisa ngahasilkeun irama anu indah ibarat alat musik ku ayana beda nadana bisa saling ngisi ngabentuk irama sesuai kahayang laguna, Dina agamana dina budayana moal rek akur lamun ngarasa naon anu di pakena asa pang alusna sorangan panyakit Ego nu paling bahaya nu aya di diri manusia musuh nu dekeut diri pribadi musuh nu paling deukeutnya nu aya di sabudereun urang.
Kalimat di atas merupakan rakaikan kalimat bahasa sunda yang pada intinya menerangkan Ego diri. Ego ialah Egois adalah perilaku yang selalu tidak mau tahu dengan kepentingan orang di sekitarnya. Egois juga dapat diartikan suatu sikap yang selalu mementingkan diri sendiri. Perilaku ini juga cenderung hampir sama dengan perilaku angkuh atau sombong. Atau bisa juga ego ialah keadaan dimana seseorang yang mersa bahwa dirinyalah yang paling benar, dirinyalah yang paling lurus, dan juga lebih parah kalau ego  muncul berbarangan dengan kerasanya. Tidak mau ada saingan dan banyak hal lainnya.
Hidari egois dengan cara penanaman disiplin, rutinitas, dan batasan batasan yang realistis. Hal ini akan membantu untuk hal-hal apa saja yang akan dihapapi. Biasanya untuk salalu bergaul dengan yang lain terutama dalam masalah sosial saling berbagi dan berkomunitas pelajaran yang baik adalah lingkungan yang baik.

Minggu, 28 Oktober 2018

MALAM YANG RAGU


Gemuruh dilangit kota kembang, awan hitam pekat bergumul saling mendekati bak pasukan tempur yang siap untuk menyerang sebuah Negeri. Langkah gontai dengan hati tak karuan, di sela-sela keraguan muncul dua wajah yang sangat akrab, wajah dua guru spiritualku yang selalu ngasih dorongan dan memberi penjelasan atas laku yang sedang aku lakoni.
Lamun terganggu dengan datangnya dua muridku yang mengajak latihan Dzikir dan melatih tata gerak silat ya hadi, yang telah beberapa bulan di latih, seperti biasa yang aku yang aku lakuin ke anak-anak pertama penyatuan fisik dan hati dalam satu ikat meditasi, dengan keadaan hati yang carut marut aku mencoba ikut konsentrasi memasuki ambang pintu hamparan yang luas dari meditasi, setelah meditasi aku ngelatih gerak dasar silat Ya Hadi sampai beres.
Waktu menujukan jam 22.30 dimana semua orang terlelap dalam mimpi indahnya, sementara aku masih saja berjibaku dengan pikiran yang menerawang tak tentu arah, melanjutkan atau berhenti sampai saat ini.

Sabtu, 27 Oktober 2018

BEDA INSINYUR JEUNG LULUSAN SR ..(Burusut I)

BEDA INSINYUR JEUNG LULUSAN SR ..(Burusut I)

Kyai lumayan kondang di jamana keur ceramah dina acara Tablig Akbar di wewengkon Purwakarta. Sumanget tur daria. Kyai teh keur ngabahas sual pentingna atikan jeung pendidikan.
"Para bapak, ibu sadayana jadi sakola teh penting sangkan nagara, atuh deukeutna lembur urang jadi maju. Jung budak teh sakolakeun sing luhur, nu jadi insinyur, nu jadi doktorandus. Nu embung sakiola sok atuh masantren sugan jadi kyai. Mun daek masantren bari sakola di paguron agama jiga kuring. Tuh tingali,apan jasa para sarjana jeung insinyur jalan di aspal, gedong saligrong malah bisa ngawangun nepi ka sababaraha tingkat ka luhur."

Jumat, 26 Oktober 2018

BERTAUHID


BERTAUHID
Jadi begini. Tauhid murni itu mengandaikan arogansi. Sikap bertauhid yang par excelence meniscayakan kesombongan yang tanpa tanding. Membakar bahkan jika itu diiringi dengan yel-yel penuh kegembiraanpun dapat disebut sebagai "mission sacra". Tugas sejarah yang harus ditempuh.
Menegakkan kalimat tauhid. Menegaskan bahwa hanya Allah dan rasulullah yang menjadi orientasi tertinggi seorang muslim bukan perkara mudah. Tauhid bukan perkara tulisan. Bukan sekadar deret hurup dalam sesobek kain. Jauh dari itu, ia harusnya "tertulis" kuat dalam kesadaran dan seluruh gerak, helaan nafas.
Jadi, membakar itu hanya siasat yang mungkin bisa terlihat kasar tapi sejatinya ia adalah tindak mulia sekalipun mungkin defisit ilmu dan nalar.

SONTOLOYO SENSASI AROGANSI


Tema "sontoloyo" tibatiba menjalar mengepung pikiran manusia Indonesia kontemporer. Pro dan kontra di sana-sini. Sebagian menyebutnya sebagai terma peyoratif yang tak patut dilisankan oleh orang sekelas presiden. Sebagiannya bertahan dengan argumen tentang akurasi terma itu.
Ada yang salah dalam cara kita berpolitik. Ada yang tak patut pada cara kita mengkomunikasikan demokrasi dan kekuasaan. Sontoloyo lalu ditahbis sebagai sebutan bagi perilaku yang menjadikan politik dan demokrasi sebagai kurusetra. Medan pertempuran yang menghalalkan segala cara. Arena pertempuran yang hanya mengumbar hasrat purba manusia yang nihil etika dan keadaban.
Melampaui sebutan yang dilekatkan pada perilaku politisi yang hanya mengumbar hasrat purba dalam memburu kekuasaan, sontoloyo memiliki riwayat dan akar persoalan yang tidak sederhana. Paling tidak menurut saya. Ehmm...
Begini. Pertama, sontoloyo itu resultan atau akumulasi dari kekeliruan berpikir. Berpikir yang benar tidak sekadar benar dalam kalkulasi logika yang mempertimbangkan premis mayor, premis minor lalu konklusi.

Kamis, 25 Oktober 2018

Cerita Kehidupan


Belum selesai aku mengatakan banyak hal kepadamu Bintangku. Sebab makanan masih bersisa di tanganku. Kepulan asap rokok yang kusemburkan ke udara masih menari di sekitarku. Sebagiannya membumbung di langit kamar membentuk gambar tentang beragam cerita dan peristiwa. Sesisanya menyebar memburu gemulai malam, dan mengukir gelombang cemas dari banyak berita yang datang tak terduga.Tapi seperti katamu, “pancangkanlah tiang kesabaran, tajamkanlah mata kewaspadaan dan biarkan kebajikan menjadi tongkat penjaganya”. Tentu saja, aku setuju.
Belum selesai aku mengatakan banyak hal kepadamu Bintangku. Sebab hidup adalah beragam pilihan. Barangkali, ia adalah pohon dengan dahan dan ranting tak berbilang. Di sebelah mana saja kau tentukan titik pastinya. Pada dahan dan ranting mana saja kau lekatkan cengkramanmu, itulah saat ketika janji tak boleh menyempal diingkari.
Itulah waktu ketika ludah tak baik untuk dijilat kembali. Tapi manusia tak selalu kukuh dalam niat yang teguh. Sebab seperti katamu, hidup adalah warna. Gemuruh kemungkinan yang menampilkan berjuta kesempatan dan cara, bahkan untuk berdusta dan menjadi terhina sekalipun. Dan itulah kita yang menolak mengingkari rasa yang tiba-tiba sudah tertanam jauh di sana.

Analisa Cinta


Tak seorang pun tahu, bahkan aku sendiri tak begitu yakin..., apa yang sesungguhnya yang sedang terjadi.... Mungkin kamu heran dan bertanya, "Kok....?" Aku menangkap betapa panjangnya pertanyaan itu.... Rasanya aku bisa menagkap dengan baik pertanyaan itu, dan memahami apa-apa di di balik pertanyaan itu.......; Namun tak satu pun kata yang bisa kuucapkan untuk menjawabnya...
Tak selamanya apa yang terjadi sebagai buah dari apa yang kita minta. Kita menerima apa-apa yang alam berikan dan yang peristiwa sajikan; apa adanya. Dan, tidak jarang pada akhirnya melemparkan diri dalam arus air yang menghempaskan kita entah ke mana.....
Orang bilang bahwa cinta tidak selamanya harus bersatu. Karena toch semilir angin yang menggoyangkan tangkai bunga dan menjatuhkan sang bunga pun terjadi atas nama cinta. Dengan kata lain, bukan hanya cinta tidak selamanya harus bersatu, lebih dari itu bahwa cinta pula lah yang membuat dua orang terpisah jauh.....

Selasa, 23 Oktober 2018

KOPI DARAT Part II


Lagi-lagi aku tersentak heran, “benar juga yah. Terkadang aku makan itu tergantung kepada penunjuk waktu, padahal belum tentu lapar.” Aku jadi ingat pada pacarku yang selalu ngeSMS waktu siang dan malam untuk sekedar mengingatkan makan, ‘makan dulu udah malam’.
Senyum manisnya seolah sedang menertawakanku, namun tidak kuhiraukan. Teman kopidarat yang satu ini membuat kening kepalaku berkerut bingung, lalu beberapa kali aku menggantikan topik pembicaraan, tetapi retorika dia membawaku kedalam pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan lagi. Dia tidak seolah menggurui, namun membawaku kedalam labirin-labirin nalar yang baru kali ini aku menapakinnya.
Sambil menyantap surabi, makanan khas kota Bandung, dia kemudian bertanya padaku,
“selama tujuh semester, lalu apa yang kamu dapat dari perkuliahan?!” serius benar dia berkata jarang-jarang aku bertemu dengan orang yang hidupnya begitu serius.
“paling beberapa teori untuk penelitian dan tentunya sudah banyak tempat yang dikunjungi..,” itu jawabku, sambil makan surabi hangat yang dikemas dengan gaya modern.

KOPI DARAT


KETIKA pagi tiba alarm di HP sudah mulai terdengar. Sentak Aku bangun kemudian mematikannya. Pagi ini tidak seperti biasanya, ada beberapa hal yang berubah. Namun Aku tidak begitu yakin dengan perubahan ini, tapi yang jelas hari ini aku harus kopidarat dengan salah satu teman yang ada di Facebook.
Biasanya tidak begitu bersemangat untuk melakukan pertemuan seperti ini. Beberapa kali kopidaratorang yang ditemui tidak begitu menarik untuk diajak ngobrol ataupun dalam hal penampilan. Namun, sekarang menjadi sedikit aneh karena perempuan yang mengajak kopidarat adalah salah satu mahasiswi dari perguruan tinggi Islam.
Terik mentari menemaniku di depan kampusnya, sedikit aneh memang karena selain tidak ada yang dikenal, semua mahasiswinya berkerudung. Jelas ini tentu beda dengan tempat di mana Aku kuliah selama ini.
Beberapa SMSpun aku kirimkan kepadanya. Namun, entah mengapa SMS itu telat dibalasnya. Bergumul dengan kebosanan selama 45menit menunggu, akhirnya ada SMS yang diterima.

BUDAYA SUNDA


Katumbiri nutup leuwi, kuwung-kuwung na luhur gunung, ieumah babasan nganbubuka carita da aslinamah geus arang katingal, nu katingal nganrajegna gedong sigrong mun ceuk bohongnamah hampir jujul ka langit, ieu carita nu di caritakeun deui, dongeng nu di dongengkeun deui, tikolot ka budak, tibudak ka budakna deui, antukna neupi ka ceuli kuring, ngan kuring rek carita ka budak, budakna can ideng jadi we rek di tulis wae.

Ngamumule budaya sunda, salah sahiji paguneman nu geus jadi buah catur atawa jadi kembang biwir, dina mangsa kahirupan kiwari dikalangan urang sunda boh nu ngaku gegeden sumawona rahayat lutik nu ngaras mang hariwangkeun kana nasih sunda, da enya lamun dileunyeupan enya bener pisan sunda ayena nganukur basana atawa nganukur jadi kacapangan urang nu ngaku urang sunda, tapi sok sanjan kitu genteng-genteng ulah potong, parendene kitu urang salaku urang sunda ngabogaan hiji ajen nu kawilang adiluhungna, boh dina  basana atawa seninan, sarta dina kahirupan etika cara tingkah polah, atawa nu sok disebut undak undk basana.

GUNUNG MANGLAYANG


Gemuruh dilangit kota kembang, awan hitam pekat bergumul saling mendekati bak pasukan tempur yang siap untuk menyerang sebuah Negeri. Langkah gontai dengan hati tak karuan, di sela-sela keraguan muncul dua wajah yang sangat akrab, wajah dua guru spiritualku yang selalu ngasih dorongan dan memberi penjelasan atas laku yang sedang aku lakoni.
Lamun terganggu dengan datangnya dua muridku yang mengajak latihan Dzikir dan melatih tata gerak silat ya hadi, yang telah beberapa bulan di latih, seperti biasa yang aku yang aku lakuin ke anak-anak pertama penyatuan fisik dan hati dalam satu ikat meditasi, dengan keadaan hati yang carut marut aku mencoba ikut konsentrasi memasuki ambang pintu hamparan yang luas dari meditasi, setelah meditasi aku ngelatih gerak dasar silat Ya Hadi sampai beres.
Waktu menujukan jam 22.30 dimana semua orang terlelap dalam mimpi indahnya, sementara aku masih saja berjibaku dengan pikiran yang menerawang tak tentu arah, melanjutkan atau berhenti sampai saat ini.

KA ULINAN JAMAN BAHEULA


BUBUYUNGAN

Usum halodo kasorénakeun. Sanggeus réngsé kukumbah wadah urut dahar soré, barudak awéwé sok arulin di buruan nu lega. Nya kitu harita ogé di buruan Abah Marsan, anu lega bari lalening lalénglang, barudak awéwé geus karumpul.
"Urang bubuyungan téa nya?" Empar, budak panggedéna nyarita ka babaturanana.
"Enya nu geus dibadamikeun téa, tadi basa keur ngarit," témbal Iyot.
"Tuh geuning geus loba baladna, nungtut daratang!"
"Uing milu! Uing milu! Uing hayang milu ka Iyot. Uing hayang jadi anak Empar!" cék barudak awéwé ribut bari silih tangkeup, sagunduk-sagunduk ngawangun regu. "
"Tong raribut teu puguh, ulah waka parebut indung! Ambéh teu sisirikan mah mending "suten" heula baé duaan-duaan, ke gegedugan ku kami!" cék Empar bari nyangharéup ka Iyot, ngajak suten.
"Suuut-suuut........!" Empar jeung Iyot sorana ngahéos sada ngahuit, bari leungeun katuhuna dikatukangkeun, tuluy ka hareup, siga rék diadukeun. Iyot nunjukkeun cinggirna, ari Empar indung leungeunna.
"Meunang uing lah, sireum ngalawan gajah!" cék Iyot bari ajrag-ajragan.
“Sok saruten kabéhan, nu meunang ka uing, nu éléh ka Empar!"
Breng barudak nu séjénna saruten duaan-duaan. Kabéhanana aya sapuluh urang. Atuh kabeneran jangkep jadi genepan jeung indung dina sareguna.

Minggu, 21 Oktober 2018

GUNUNG TAMPOMAS 2


(Rajah Buana)
Para sufi punya keyakinan yang beda, bahwa alam juga apa yang ada di dalamnya adalah "pancaran" dari tajalli Tuhan. Tuhan menyatakan diriNya dalam bentuk-bentuk konkrit. Realitas dimana manusia gampang mengeluh dan mengaduh, itulah realitas kongkrit. Hamparan dan tempat manusia berkembang biak. Beranak pinak.
Tuhan adalah realitas tersembunyi. Ia tersembunyi dengan kesempurnaannya, sungguh. Ia tak bisa dikenali juga dimengerti. Ia tak berbatas dalam kesempurnannya, sungguh. Ia tak terbahasakan juga mustahil bisa didefinisikan.
Jika Tuhan tak terbahasakan, tak terdefinsikan bahkan melampaui apa yang bisa dimengerti bagaimana manusia bisa mengerti detak kehadirannya sebagai sosok yang harus dipatuhi dan disembah?
Realitas yang kongkrit: Gunung yang menjulang. Hutan yang menawan. Sungai yang berkelok. Laut yang membentang. Suara burung bahkan sehelai daun yang jatuh. Petir yang mnyambar. Hujan yang mengguyur. Seluruhnya adalah fakta dimana manusia bisa mengendus kehadiran-Nya. Merasakan detak ketersingkapan-Nya.

Jumat, 19 Oktober 2018

PERJALAN RUWATAN TAMPOMAS


Ahung…ahung.. ahungg…
Ka para luluhur anu aya di gunung agung
Ka para anu kawasa sasaka domas
Reujeung deui kanu nyungsi di gunung tampomas
Kutipan rajah di atas untuk pembukaan tulisan dan juga untuk memperlihatkan kelebihan dari gunung tampomas, karena di dalam rajah di sebutkan beberapa tokoh yang menduduki gunung tersebut dan di dalam rajah pun di tuliskan bebeberapa misteri yang di kandung oleh gunung tampomas.
Gunung tersebut merupakan gunung paling tinggi di kota Sumedang, ketinggiannya mencapai 1.684 mdpl, gunung ini berdiri sangat angkuh dan megah berada diantara 4 kecamatan, yakni Kec. Buah dua, Kec. Congeang, Sidang Kerta dan Cibereum.
Gunung tampomas pun menyimpan mitos yang belum terungkap. Cerita yang di ceritakan dari mulut ke mulut yang merupkan kisah warisan nenek moyang yang secara turun temurun menuturkan ke angkeran dan keghaiban Gunung Tampomas. Prabu Sokawayana (putra Prabu Guru Haji Adji Putih) yang kedua, orang pertama yang menginjakan kaki di gunung tersebut. Beliau merupakan adik kandung dari Prabu Tadjimalela.
Konon menurut cerita masyarakat beliau mengadakan perjalanan keliling ke daratan tinggi tersebut atas perintah ayahnya agar memperluas wilayah pemukiman di sekitar kaki gunung tersebut. Kemudian mendirikan Medang Kahiyangan artinya tempat ngahiyang atau tilem. Dalam perkembangannya tempat tersebut disucikan menjadi tempat keresian yang di keramatkan yang memiliki kekuatan gaib.

Kamis, 18 Oktober 2018

GUNUNG TAMPOMAS

PERJALANAN SPRITUAL GUNUNG TAMPOMAS
Ini perjalanan pertama saya bersama Ulin Karuhun. Perjalanan dengan niat menjaga. Perjalanan dengan sedikit cuci mata.
Hasrat besarnya adalah ikut terlibat menjaga keseimbangan alam semesta. Merapihkan yang sudah dan akan retak. Menatanya kembali menjadi tatanan yang mengenakan semua makhluk yang menjadi penghuninya. Tidak hanya manusia tapi juga seluruh makhluk yang nampak ataupun tidak.
Mungkin kedengarannya terlalu bombastis. Cita-cita yang mewah. Sejenis kesombongan warisan Cartesian yang mendaku manusia sebagai pusat dan subjek yang paling berkuasa. Dengan secuil pengetahuan yang dimiliki, manusia menahbis diri menjadi raja dan penakluk alam semesta. Alam adalah "liyan" (the others) yang harus ditundukkan dengan telunjuk dan tergeletak di bawah alas kaki manusia.
Bersama logika Cartesian, alam gagal ditangkap eksistensinya. Seumpama tak dihargai keberadaannya, alam tiba-tiba berontak dengan isyarat yang tiba-tiba meruntuhkan keponggahan manusia. Bumi bergerak. Angin menyapu. Air menggelegak. Lalu manusia terkapar menjadi mayat. Menjadi seonggok daging busuk. Ilmu pengetahuan dan keponggahan ikut terkubur bersama gempa ataupun banjir.

Rabu, 17 Oktober 2018

NGERINYA BAHAYA LGBT


LGBT Merangkai Duka
Tulisan ini hanya copas dari wa grup.

Dulu takut menjaga anak perempuan, tapi sekarang lebih takut lagi menjaga anak laki-laki.

--------
#Copas tulisan dari dr. Ani Hasibuan, ahli syaraf di RSCM.

Sekedar berbagi cerita dari poli syaraf utk para orang tua, spy kita semakin gencar menjaga lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal dan sekolah.

Sejak 1997 saya berurusan dgn para gay. Sampai hari ini belum pernah absen. Mereka pasien terbanyak HIV yg saya tangani. Yg hidup tinggal beberapa sih. Barusan suster saya lapor ada lagi yg meninggal 3 hari lalu, dgn kriptokokus meningitis (infeksi jamur di otak).

Dari pengamatan saya,  gay itu ada “kasta”nya.
- Ada yg dominan; biasanya yg punya uang & lebih tua secara umur.
- Ada yg submissif; kalau saya perhatikan, semacam “piaraan”. Piaraan ini berkasta juga, ada anak muda putih bersih klimis dari kalangan keluarga menengah. Ada juga yg kelas sandal jepit (bukan yg harga 18 ribu ya... 😔).

Perlakuan dari yg dominan pd piaraan juga berbeda, sesuai KW si piaraan. Yg KW ori diperlakukan sgt istimewa. 

Waktu saya kerja di klinik HIV RSCM, pernah dpt pasien mahasiswa universitas swasta terkenal di Jakarta yg kena meningitis kriptokokus (jamur otak). Orang tuanya pekerja petrol, tinggal di Dallas, USA. Dia di sini tinggal sendiri. Anaknya tampan, klimis & kelihatan anak baik. Sang dominan sering ikut mengantar kalau kontrol. Jangan kaget ya... dominannya ini seorang aktivitis LSM anti HIV! Itu kalau si pasien saya ini mengeluh sakit kepala, si dominan ini mengelus2 punggung si submissif sambil bilang, “Sakit ya sayang? Yang mana yg sakit? Sabar ya sayang..” (Untung saya masih setia pd sumpah hipocrates. Kalau saya berkhianat, si dominan itu mau saya suntik fentanyl 1000 cc biar mokat, mampus..!). 

Minggu, 14 Oktober 2018

NGARUWAT GALUNGGUNG (TAMAT)

Penulis sempet mebayangkan ke masa dahulu dimana Gunung Galunggung Erupsi yang tercatat dalam sejarah adalah berupa letusan-letusan eksplosif yang bersumber dari danau kawah. Erupsi yang terjadi empat kali, yaitu pada 1822, 1894, 1918, dan 1982-1983.
Erupsi 1982-1983, terjadi dalam sembilan bulan, pada 5 April 1982-8 Januari 1983, menghasilkan tinggi kolom asap berwarna hitam yang mencapai ketinggian lebih dari 10 km dan menyebabkan pesawat terbang British Airways melakukan pendaratan darurat di Jakarta karena salah satu dari empat mesin jetnya mati akibat kemasukan abu vulkanik.

Salah satu keajaiban Gunung Galunggung atau kami menyebutnya keresian galunggung, dimana etrbentuknya danau berada di dalam kawah, yang lebih takjub lagi danau berair dingin dan tidak tercium bau belerang dan hal ini berbeda dengan gunung-gunung berapi yang lain. Apalagi kalau saat cuaca yang cerah, dapat menyaksikan keajaiban alam lainnya berupa sungai-sungai yang turun dari anak bukit Gunung Galunggung kita akan tertipu dengan pandangan sendiri karena terlihat seolah-olah anak sungai itu turun dari langit.

Galunggung memiliki diameter 1.000 meter dengan kedalaman 11 meter dan mempunyai volume air lebih kurang 750 m3. Di dalam kawah ini terdapat kerucut sinder setinggi 30 meter dari dasar kawah dan kaki kerucut berukuran 250 x 165 meter yang terbentuk selama periode erupsi 1982-1983.

Akan tetapi semua ke takjuban dan kunikan galunggu semua itu tidak dapat kami rasakan, kami tidak lama di puncak tersbut karena setalah melakukan ritual pelarungan dan Setelah beristirahat kami melanjutkan perjalanan turun kembali.
Sesampai di bawah kami langsung naik mobil untuk persiapan pulang ke kota kembang, malam menjelang tidak banyak yang di lakukan di dalam mobil selain dalam perenungan masing-masing, selain beristirahat dan bermunajat memuji kebesaran Allah yang telah menciptakan ini semua, dan yang telah melibatkan kami dalam perjalanan melestarikan alam.

Ada cerita pengalaman spiritual penulis sedikit pada saat di puncak galunggung. Penulisan merasa di bawa untuk mengunjungi musholla yang terdapat di daerah sana, penulis merasa di ajak oleh saseorang ibu-ibu dengan mengginakan tusuk konde berbentuk kujang. Penulis merasakan perubahan waktu dari malam menjadi fajar kami melakukan sholat subuh yang di pimpin kakek-kake serba putih yang mengaku Sayyid Umar bin Ismail bin Yahya yaitu salah satu guru besar kami di torekat Asy Syahadatain, menikmati sunrise berbincang-bincang dengan ibu yang membawa, dari sana kami jalan menyusuri sungai, dan bebatuan, dari dinding dinding bukit terdapat berbagai mata air yang mengalir membasahi bukit, kami pun tida di persimpangan jalur menuju salah satu balai. Sebelum menuju balai tempat musyawarah ada gerbang yang sangat indah dan megah menurut informasi dari ibu tersebut itu merupakan tempat penggemblengkan para putra mahkota yang akan menggandikan kedudukan ayah-ayahnya menjadi raja.

Ibu itu bercerita kalau di liat mata lahir itu sebuah mushollah  yang di bangun sekitar 1997 masih menurut ibu itu, Musholla di buat untuk para mushafir yang mampir mengunjungi Goa Pertilasan.
Setelah melihat balai-balai, kami pun melanjutkan perjalanan ke taman yang di kelilingi air warna warni kalau di liat dari mata lahir taman yang airnya warna warni itu sebuha Curug/Air terjun yang cukup besar di Galunggung itu sekelumit perjalan spiritual di puncak yang penulisan alami. Setelah bincang-bincang dan melakukan perjalanan bersama di akhir pertemuan ibu tersebut membuka jati dirinya yaitu ibu tersebut bernama Nyai Mas Garsih atau Ambu Hawuk.

Kembali pada suasana mobil, dimana kami semua merenung dalam pikiran masing-masing sambil menunggu perjalanan mobil yang membawa kami kembali ke kota kembang, ke tempat dimana kami harus melakukan rutinitas dan aktivitas kembali untuk melanjutkan kehidupan yang telah di tentukan jalannya oleh sang pencipta.

Sesampai di tempat tinggal, kami beristirahat sebentar dan membuat laporan apa yang di alami oleh masing-masing dalam perjalanan melarung paku bumi, kami pulang ke rumah atau kost an masing-masing. Ada juga yang nginep di rumah sesepuh, sekian perjalanan dari larungan paku bumi galunggung.

NGARUWAT GALUNGGUNG Bag.2


Tulisan ini sambungan dari ruwatan galunggung bagian satu, untuk memudahkan ingatan bisa baca ngaruwat galunggung sebelumnya

Kembali pada alur cerita tentang perundingan untuk memperkuat benteng pertahanan, Sampai pada ujung kesepakatan dari semuanya point yang di hasilkan;
  1. Membuat benteng pertahanan dari semua jurusan
  2. Untuk melanjutkan ruwatan guna menyeimbangkan Alam
  3. Membuka jalur yang dianggap bisa ngebantu untuk menyusun kekuatan
  4. Saling bantunya antara pihak yang terlibat dalam penangkalan serangan
  5. Melupakan pertikaian antar kaum sendiri karena ke salah fahaman
  6. Merubah penyimpanan paku bumi dari semula di tanam menjadi di larungkan ke kawah keresian galunggung

Jumat, 12 Oktober 2018

DESA CIPAKU Bag. 2

Mbah Buyut Bungsu selalu bepergian ke Cirebon menggunakan barangbang kelapa. Ia mampu terbang dengan menggunakan mantra bismillahirrahmanirrahim. Ada perbedaan pengucapan lafadz basmalah tersebut. Lafadz basmalah yang baku digunakan adalah bismillahirahmanirrahim. Menurut A. Budiman, Mbah Buyut Bungsu memang menggunakan lafadz basmalah yang berbeda untuk mantranya. 
Mbah Buyut Bungsu juga dikenal sebagai orang yang membabak atau merintis lahirnya kota Kadipaten. Ia membabak hutan untuk dijadikan lahan permukiman. (Lihat: Sejarah desa Karangsambung) 
Mbah Buyut Sawala berjasa menyebarkan ajaran agama Islam di wilayah Kadipaten yang waktu itu meliputi daerah Kadipaten, Panyingkiran, Kertajati, dan Dawuan.
Sebagai penghormatan, setelah wafat Mbah Buyut Bungsu dimakamkan persis di tempat ia terbiasa duduk bermusyawarah. Ia diberi nama kehormatan Ki Buyut Sawala yang artinya ahli mufakat.
Kini nama Sawala diabadikan menjadi nama taman makam sawala, dan gedung DPRD "BHINEKA YUDHA SAWALA". Sawala menjadi nama yang sakral di kalangan masyarakat Majalengka. Sawala mengandung nilai yang amat penting.

DESA CIPAKU


DESA CIPAKU
Makan kramat Ki Buyut Sawala adalah situs sejarah yang letaknya di Blok Sawala Desa Cipaku Kecamatan Kadipaten. Lokasinya tepat di belakang Mapolsek Kadipaten. Makam kramat ini berdampingan dengan makam Bong yang merupakan pemakaman orang-orang China keturunan. Tak jauh dari sini terdapat bakal lokasi komplek perumahan Kadipaten Permai.
Makam kramat Ki Buyut Sawala termasuk cagar budaya. Statusnya dilindungi dengan Undang-Undang No. 519 tentang pelestarian cagar budaya. Makam ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama yaitu makam Mbah Buyut Bungsu atau Eyang Sawala Sawali, bagian dua di bawahnya makam Nyi Mas Ratu Undansari dan Nyi Mas Ratu Mayangsari.
Makam ini dirawat oleh seorang Kuncen atau juru pelihara. Namanya A. Budiman, warga Cipaku. Juru pelihara bertugas merawat atau membersihkan pusara Mbah Buyut Bungsu. Pusara ini banyak dikunjungi oleh orang-orang luar Kadipaten. Mereka kebanyakan datang dari Bandung, Garut, dan Sumedang. Rata-rata mereka menginap di makam ini sambil menjalankan ritual keagamaan. Ada ruangan khusus untuk shalat dan dzikir.

DESA BABAKAN ANYAR Bag. 2

Kuwu Emon dikenal sebagai orang yang tidak mau kooperatif terhadap Belanda. Setelah Kuwu Emon tewas, Rekomba Belanda akhirnya menunjuk sebagai Kuwu Babakan Anyar. Adalah 6. Wahaab Namun Kuwu Wahab hanya menjabat selama satu tahun karena Belanda harus hengkang dari Indonesia. Kuwu Wahab pada saat itu hanya menjadi antek-antek Belanda.
Kuwu-kuwu Desa Babakan Anyar berikutnya adalah
1.Sartam (1903 – 1908 )
2.Nerman (1908 – 1910 ).
3. Tirtadiwirya (1910 – 1926).
4. Warsita ( 1926 - )
5. Emon ( 19 - ).
6. Wahaab ( – 1948 )
7 . Darji (1948 – 1956),

DESA BABAKANANYAR


DESA BABAKANANYAR
Menurut Umi Soka atau Aki Soka sebagai saksi sejarah Babakan Anyar yang masih mengetahui persis riwayat desa ini. Ia konsisten pada pendirian dan keinginannya untuk tetap mempertahankan nama Babakan Sinom daripada nama BabakanAnyar.
Memang pada mulanya desa ini bernama Babakan Sinom, terdiri atas tiga “kota” atau blok, yaitu Babakan Sinom, Pasanggrahan dan Dayeuh Kolot. Babakan Sinom adalah daratan yang jauh dari sungai Cilitung dan Cimanuk. Sedangkan Pasanggrahan merupakan kota terbesar di Kadipaten pada saat itu, yang persis berada di samping sungai.
Pasanggrahan adalah pelabuhan utama perahu-perahu niaga. Pasanggrahan juga sebagai pelabuhan bagi arus distribusi gula. Hasil produksi PG. Kadhipaten didistribusikan melalui sungai Cimanuk dan Cilitung, melalui Indramayu ke pantai utara jawa dengan tujuan Batavia (Jakarta).

I Love Umi


Dengan spirit yang tak habis memberi inspirasi, percikan gagasan yang datang tak bisa ditahantahan. Bisa jadi karena jenuh menjaga rumah, merawat anak dan mengurus suami, istri saya terpaksa ngomel. ”Anak dan bapaknya sama saja kerjaanya nyusahin ( Pabalatak). Dan menjadi tukang perintah. Saya adalah babu besar,” katanya sambil bersungut-sungut. Tapi itulah kehebatan istri saya, meskipun sambil ngedumel, tangannya terus bekerja. Menyingkirkan gelas kotor, melap kaca, membereskan semua barang yang berseliweran hasil kenakalan anak.
Saya sebetulnya senang melihat istri ngomel seperti ini. Pekerjaannya pastilah berat. Dan ngomel adalah obat yang sehat. Toh sambil marah-marah begitu, pekerjaannya malah makin beres. Dengan ngedumel, tiga keuntungan diperoleh sekaligus. Kemarahan batin disalurkan, fisik disehatkan, dan pekerjaan dirampungkan. Tapi kalau seorang istri terlalu banyak diam. Ngomelpun hanya kalau terpaksa. Ini menurut saya sebuah kerugian.

DESA PAGANDON


DESA PAGANDON
Carita nu di caritakeun deui, ti uyut ka aki, ti aki. ka bapak, ti bapak ka anak, antukna teupi ka ceuli sim kuring. 
Kata dengan menggunakan sunda di atas merupakan kata pengatara untuk masuk pada tema cerita Desa pagandon, kalimat di atas kurang lebih seperti ini" ini merupakan cerita yang di ceritakan dari uyut ke aki, dari aki ke bapak, dari bapak ke anak, akhirnya sampe pada penulis. silahkan simak sedikit sejarah dari desa pagandon
Ketika Pagandon masih menjadi "Pangadonan" daerah ini masih merupakan desa yang sebagian besarnya kawasan hutan, permukiman penduduk hanya terdapat di Bojong (kini disebut Bojong Pagandon). Kota Pagandon lahir setelah lahan kosong dan lahan di sekitarnya dijadikan permukiman para buruh pabrik gula. Pihak Kompeni Belanda yang menguasai PG. Kadipaten mendirikan komplek perumahan buruh tersebut. Jumlahnya tidak lebih dari 200 rumah. Para buruh tersebut rata-rata bukan penduduk asli desa tersebut.
Ada yang mengatakan mereka dari Munjul, Cijati dan Tarikolot. Sampai sekarang ada blok yang dinamakan Dayeuh Tarikolot, artinya tempat tujuan usaha warga Tarikolot. Maka tak heran, Blok Pagandon yang merupakan bekas komplek perumahan buruh pabrik gula tersebut dihuni oleh orang-orang pendatang. Seperti yang diakui Sas Adams, Kuwu Desa Pagandon, hampir semua warga Blok Pagandon bukan asli penduduk setempat, kecuali orang-orang blok Bojong Pagandon dan Blok Cimoyan.

DESA KARANGSAMBUNG


DESA KARANGSAMBUNG
Konon menurut cerita rakyat yang di ucapkan dari lisan ke lisan yang sampai ke penulis. Desa Karangsambung merupakan desa tertua di antara tujuh desa di wilayah Kec. Kadipaten. Beberapa desa seperti Desa Liangjulang, Kadipaten (Jatiraga), Babakan Anyar dan Desa Pagandon dahulu berada di bawah pemerintahan Demang Karangsambung.
Nama Karangsambung lebih bernilai historis bila dibanding dengan nama Kadipaten, nilai historis Karangsambung terkait dengan pasukan Mataram yang ngababak-babak hutan lalu menjadi cikal bakal desa ini. Menurut sumber sejarah, pasukan Mataram membuka lahan hutan menjadi pemukiman akibat rasa takutnya terhadap raja Mataram, Sultan Agung. Raja Mataram mengancam akan membunuh pasukannya jika perang dari Batavia tanpa membawa kemenangan. *)
Pasukan Mataram pada saat itu berada pada posisi yang delamatis. Di pihak lawan yang merupakan tentara-tentara kompeni Belanda terus mengejar meraka dengan persenjataan lengkap, jika memaksakan pulang ke Mataram sudah pasti ancaman sang raja menjadi kenyataan.

DESA LIANGJULANG

DESA LIANGJULANG
Menurut cerita warga Desa Liangjulang ada sejak abad ke- 12. Desa ini awalnya menginduk ke Desa Karangsambung atas perintah Demang Karangsambung yang berkuasa di Karangsambung. Alasannya agar hubungan komunikasi lebih baik tapi terbentur jarak. Maklum pada waktu, antara Karangsambung dengan Liangjulang terasa jauh. Maka warga Liangjulang diminta pindah ke Jatiraga. Warga Liangjulang setidaknya harus rela menyerahkan upeti yang dikenal dengan istilah Susuk Gendung. Susuk Gendung berupa hasil-hasil pertanian harus diserahkan kepada Sang Demang.
Setelah warga Liangjulang berkembang banyak, maka mereka banyak yang kembali ke tempat asal. Mereka mengusulkan agar statusnya dipisahkan. Selama waktu tersebut mereka dianggap warga desa (Kademangan) Jatiraga.
Usulan mereka direspon baik para sesepuh mereka seperti Mbah Buyut Sipah, Mbah Buyut Sanu, Mbah Buyut Sijan, Mbah Buyut Wira dan Mbah Buyut Jami. Mereka bermusyawarah untuk menuntut hak otonomi kepada Demang Karasambung.
Selain menuntut hak otonomi, tokoh warga Liangjulang juga mencari-cari nama bagi desanya yang akan dimerdekakan dari Karasambung. Untuk mempercepat proses otonomi, maka ditunjuklah Mbah Buyut Sanu sebagai pemimpin desa.

DESA KADIPATEN

DESA KADIPATEN


Desa Kadipaten pada awalnya merupakan Desa Liangjulang yang berada di bawah pengaruh kekuasaan Demang Karangsambung. Desa ini dahulu dinamakan Blok Jatiraga dipimpin oleh seorang tokoh yang ikut dalam penentuan otonomi Liangjulang dari Karangsambung. Tokoh tersebut bernama Mbah Buyut Sipah. Jatiraga kehilangan pimpinannya ketika pada tahun 1842, Mbah Buyut Sipah meninggal. Ia dimakamkan di Liangjulang. Makamnya kini dinamakan pasarean Mbah Buyut Sipah.
Situsnya menjadi makan kramat. Sepeninggal Mbah Buyut Sipah, kantor pemerintahan yang semula di Blok Liangjulang kemudian dipindahkan ke Blok Jatiraga atas hasil musyawarah sesepuh desa dengan Demang Karangsambung. Sebagai simbol atas perpindahan pusat pemerintahan Lingjulang, Demang Karasambung mengadakan pesta rakyat berupa acara penghanyutan sebatang pohon jati. Upacara itu simbol seorang pemimpin yang disegani telah pergi untuk selamanya. Batang pohon jati dinaikan di atas rakit lalu rakit tersebut dihanyutkan di sungai Cilutung dari Liangjulang.
Penghanyutan berhasil. Batang pohon jati itu diterima oleh Mbah Purajati dan Mbah Buyut Wirajati. Mereka adalah saudara kembar. Tempat diterimanya batang pohon jati di sekitar Babakan yang kelak disebut Cikembar. Sekarang daerah itu dinamakan Babakan Cikempar.

I Love You


YOU ARE.........

Sometimes I Try To Count The Ways And Reasons That I Love You
But I Cant Ever Seem To Count That far
I Love You In A Million Ways And for A Million Reasons
More Than This I Love You As You Are
More Than This I Love You Just As You Are

You Are My Inspiration
You Are The Song I Sing
You Are What Makes Me Happy
You Are My Everything
You Are My Daily Sunshine
You Are My Evning Star
Evrything Ill Ever Hope To find
Thats What You Are
Evrything Ill Ever Want for Mine Is What You Are

RINDU

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat

Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi

Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat

Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali



Rukmana Wijaya

Kamis, 11 Oktober 2018

Gunung Ciremai Dan Maulana Bag. 2

(Menembus Malam)
Perjalanan ke Ciremai mustahil ditunda. Seumpama telah dituliskan dari sananya, Perjalanan membawa "misi suci" untuk menyambungkan batin alam dengan manusia atau manusia dengan Tuhan itu tak mungkin menunggu waktu hanya karena kurang persiapan. "Perintah sudah dititahkan", begitu tutur Maulana.
Saya yang tak faham titah itu memahaminya dengan sederhana sebagai peristiwa biasa. Peristiwa yang bisa mendorong siapapun karena digerakkan oleh kesadaran tertentu atau sikap perduli terhadap kehidupan demi menjaga keutuhan alam dan segala apa yang ada di dalamnya.
Pada Maulana, kasusnya bisa jadi beda. Ada spirit suci yang menggerakkan kesadaran. Ada suara batin yang entah datang dari mana yang memintanya berkhidmat pada kehidupan. Ada visi spiritual yang menggerakkan dirinya untuk mengawal gejala dan seluruh fenomena yang akan dan mungkin terjadi.

Rabu, 10 Oktober 2018

Gunung Ciremai Dan Maulana


Matahari belumlah tinggi. Cahayanya yang jatuh ke bumi belum utuh menyinari. Dingin pagi masih terasa sekalipun kota ini seluruhnya adalah lembab dan sedikit panas, apalagi jika musim kemarau seperti sekarang, jilatan matahari bisa cepat terasa menyapu kulit.
Di halaman rumahnya yang asri, saya sejenak mengamati. Rumput-rumput bertelinga kecil berbaris rapat. Pohon-pohon yang diurus menyerupai bonsai atau beberapa burung yang sengaja dipelihara. Mereka menyalak, saling bercuitan, seumpama perayaan kegembiraan atau mungkin mengingatkan tentang pagi yang datang lagi. Seumpama mengingatkan untuk tak putus harapan kepada hidup, tak boleh menyerah selagi suara dan lengkingan masih bisa dikeluarkan.
Ada beberapa puntung rokok berserakan bekas sisa semalam. Ada gelas tertinggal dengan ampas kopi yang membeku, belum sempat dirapikan. Saya bergegas mengambil sapu lidi, membersihkan sekadarnya. Merapihkan sebagiannya.

Selasa, 09 Oktober 2018

FISIKA SYAHADATAIN (BERSYAHADAT ITU BUTUH ENERGI) Bag.5


Dari uraian di atas secara garis besar, energi terbagi kedalam tiga jenis, yaitu : Energi Potensial, Energi Kinetik, dan Energi Massa. Energi potensial merupakan energi yang tersimpan dalam material, yang berpotensi untuk dirubah ke dalam bentuk energi lain. Energi Kinetik adalah energi dari gerakan suatu material. Untuk lebih mudah menelaah kedua jenis energy , mari simak analogi sederhana ini. Sebuah kincir air mendapatkan energi gerak putar dari air yang menjatuhinya dari atas, gerak putar yang dihasilkan oleh energi air ini disebut energi kinetik dan gerak air jatuh dari atas ke bawah ini merupakan energi potensial.
Dari analogi diatas, maka secara matematis dapat dituliskan rumus sebagai berikut :
Ep = m.g.h
Ek = ½ m.v2
Kalau kita amati dua rumus di atas, ada dua symbol yang sama, yakni m atau massa.
Apakah massa itu?

FISIKA SYAHADATAIN (BERSYAHADAT ITU BUTUH ENERGI) Bag.4


GARIS PERJALANAN SYAHADATAIN:
GARIS TRANSFORMASI ENERGI
Kita lihat gambar di bawah ini. Gambar ini merupakan bentuk lain dari gambar pertama yang dibicarakan dalam perspektif energy.
Medan syahadat
E1=mgh
E3=mc2
E2=1/2 mv2
E4=E3+E2Pintu 1
E1=0
E2=0
E3=0
Energi itu apa?
Lalu apa hubungannya dengan Baqiyat ash-shalihah, juga dengan syahadatayn?
Energi. Kita mulai dari energy. Secara sederhana energy adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu. Di sini kita bisa mulai dengan definisi lebih sederhana (seperti dikemukakan Purwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia), energy adalah “tenaga atau gaya untuk berbuat sesuatu”.

FISIKA SYAHADATAIN (BERSYAHADAT ITU BUTUH ENERGI) Bag.3


Ada 4 kuadran proses yang dapat ditempuh dalam perjalanan menuju pasrah kepada Tuhan, yakni kagum pada karya ilahiah, merasakan limpahan nikmat Allah seraya memuji limpahanNya, menyadari kebesaran Allah, dan yang terakhir meyakini semuanya ini serba Allah, tak ada apapun selain Allah.
Pertama, kagum pada karya ilahiah, Para ilmuwan telah menunjukkan keajaiban alam semesta ini. Tidak hanya alam semesta, tubuh kita saja sangatlah ajaib. Jantung yang berdetak terus-menerus salah satu keajaibannya. Apa yang menyebabkan dia berdetak, berapa besar energi yang dibutuhkannya? Kenapa saat jantung berhenti berdetak tidak bisa dibangkitkan lagi walaupun diberi dorongan energi yang sangat besar? Teknologi manusia yang sangat canggih tak bisa menghidupkan ulang jantung yang sudah berhenti. Semua hal itu, bagi yang berpikir, menghadirkan kekaguman pada karya ilahiah. Inilah pintu masuk pertama. Pintu masuk ini diekspresikan dalam ungkapan Subahanallah

RASA CINTA RASULLAH MUHAMMAD SAW.


Air Mata Rasululloh

TIBA-TIBA dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam”, kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

Senin, 08 Oktober 2018

Cinta Asmara dan Nafsu (Kho Ping Hoo)



Cinta asmara adalah cinta nafsu yang selalu bersyarat dan berpamrih. Cinta seperti ini muncul setelah adanya suatu daya tarik yang menyenangkan, baik itu melalui ketampanan atau kecantikan wajah, kelembutan, keramahan, bahkan dapat melalui kedudukan, kemuliaan, kemewahan, atau kepintaran. Ada sesuatu yang ingin diraih dan dinikmati.

Kalau pada suatu waktu terjadi sebaliknya, sesuatu yang tidak menyenangkan lagi, bahkan menyusahkan atau mengecewakan, maka cinta seperti ini mungkin saja akan berubah menjadi kebencian!

CINTA (FILSAFAT KHO PING HOO)


Cinta adalah perasaan yang dimiliki oleh setiap mahluk di dunia, setiap mahluk yang hidup wajar sesuai dengan kodrat dan kekuasaan alam. Cinta bukan merupakan sesuatu yang kotor dan bukan merupakan hal yang tak patut dibicarakan. Sebaliknya daripada itu! Cinta antara pria dan wanita adalah hal yang amat wajar, merupakan anugrah dari Tuhan, merupakan dorongan alamiah yang tak dapat dibantah, bahkan tak dapat dihindarkan dan tak dapat dibuang karena cinta ini pula yang membuat manusia masih berlangsung ada di dunia ini, berkembang biak dan mencipta generasi demi generasi. Karenanya, cinta adalah bersih dan murni, tidak kotor dan bukannya tidak patut dibicarakan, bahkan seharusnya dibicarakan agar tidak disalah gunakan. 

Biarpun cinta antara lawan kelamin merupakan kodrat dan dimiliki oleh setiap mahluk, dari yang terkecil sampai yang terbesar, namun karena manusia adalah mahluk yang berakhlak dan berakal budi, maka tidaklah dapat disamakan dengan mahluk lain yang dalam hal cinta kasih semata-mata menurut dorongan kodrat belaka. Cinta antara pria dan wanita diciptakan oleh kodrat dan pembawaan yang sudah ada pada setiap mahluk yaitu daya tarik yang ada di antara lawan kelamin. Tanpa diberi tahu, tanpa membaca buku, jika masanya sudah tiba sesuai dengan usianya, seorang pemuda akan tertarik melihat seorang pemudi, dan sebaliknya. Rasa tertarik ini menimbulkan suka yang disebut cinta, kasih atau asmara. Tidak berhenti sampai di situ saja. Cinta antara pria dan wanita yang normal diikuti oleh bangkitnya nafsu berahi yang wajar, diikuti pula oleh hubungan kelamin yang juga sudah wajar Segala macam mahluk di dunia ini, kecuali manusia, akan melakukan hal ini, yaitu saling tertarik dan saling mendekati, menurut nafsu berahi melakukan hubungan kelamin. 

Jumat, 05 Oktober 2018

Bohong dan Tipu-tipu dalam Politik

Bohong dan Tipu-tipu dalam Politik

1 Oktober 1965 orang-orang pada bingung, apa yg terjadi dini hari tadi. Siapa penculik 7 jenderal dan ke mana mereka di bawa. Lalu ada orang (sebut saja mr.x) sigap mengambil langkah memulihkan keamanan. Sejumlah orang di tangkap sebagian langsung dieksekusi. Dalam pelarian, seorang buronan berceloteh, "Wah, kita ditipu mr x..........." hingga sejak itu sampai saat ini 53 tahun kemudian ada yg menuding Mr.x yg sigap melakukan upaya pemulihan keamanan bahkan berkkuasa lebih dari 30 tahun terlibat bahkan sebagian menganggap dialah dalang sesungguhnya di balik G 30 S.

Upaya meluruskan sejarah bak menegakkan benang basah. Pendapat yang mengatakan, "sejarah ditulis penguasa" jadi salah satu penyebabnya, Karena itu selalu ada lebih dari satu atau bahkan dua versi berbeda dari satu peristiwa. Hingga, peristiwa kelam 53 tahun silam itu pun selamanya akan jadi misteri. Sama misterinya dengan seseorang yang mengaku dianiaya, minta tolong sejumlah tokoh kemudian mendapat empati dan di luar dugaan dia mengaku berbohong perihal penganiayaan dirinya.

Kamis, 04 Oktober 2018

Ijtima' Qablal-Gurub


Ijtima' Qablal-Gurub
Ijtima' qablal-gurub menetapkan bahwa hilal sudah ada pada saat terjadinya ijtima'. Sementara itu pergantian hari terjadi pada saat terbenam Matahari. Oleh karena itu sistem ini mengaitkan saat ijtima, dengan saat terbenam Matahari. Kriterianya adalah "jika ijtima' terjadi sebelum terbenam Matahari maka malam hari itu sudah dianggap bulan baru, sedangkan jika jtima' terjadi setelah terbenam Matahari maka malam itu dan keesokan harinya ditetapkan sebagai hari terakhir dari bulan yang sedang berlangsung". Sistem ini berpegang kepada ketentuan bahwa hari menurut Islam dimulai dari saat terbenam Matahari sampai dengan terbenam Matahari berikutnya.

Dengan demikian, menurut pandangan ini, ijtima' adalah pemisah di antara dua bulan qamariah, namun oleh karena hari menurut Islam dimulai sejak terbenam Matahari, maka kalau ijtima' terjadi sebelum terbenam Matahari, malam itu sudah dianggap masuk bulan baru dan kalau ijtima' terjadi setelah terbenam Matahari maka malam itu masih merupakan bagian akhir dari bulan yang sedang berlangsung.

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...