SILIB SINDIR SINDANG
SILOKA
Menurut pemikiran Drs. Ahmad Gibson Al-Bustomi, M.Ag salah satu
dosen Aqidah Filsafat dan Perbandingan Agama di Universitas UIN Sunan Gunung
Djati Bandung, Falsafah semar hampir sama artinya dengan filsafat yang sering
di kemukakan, oleh para ahli Filsafat seperti Aristoteles, Ibnu Sina, Ibnu Tufail, Kahlil Gibran
dll. Akan tetapi ada makna yang lebih mendalam dari filosofi Semar disini,
menurutnya falsafah semar sebagai gambaran atau siloka, jadi Falsafah semar di sini ialah
Gambaran atau siloka dari bentuk atau tabiat tokoh Semar tersebut. Karena semar
dari bentuk, rupa dan perkatanya semua merupakan gambaran yang perlu guareun[1].
Kalau diperhatikan,
betapa banyak filosofi atau falsafah dari tokoh
Semar ini yang sangat mengagumkan. Dalam filosofi Sunda yang sering di ucapkan
Dalang Wayang Golek yang Kondang Bapak H. Asep Sunandar Sunarya (Alm), Semar dijambarkan
dengan Sem = Pengangken-ngaken Mar
= Menyemarakan dzatnya Alam.
Menyaksikan kehidupan baik dan buruknya segala peristiwa yang ada di dunia (Nyumput buni dinu caang negrag
Secara fisik, Semar berkelamin laki-laki, tetapi memiliki payudara
seperti perempuan, ini merupakan symbol dari pria dan wanita. Kalau berjalan
selalu mendahulukan tangan kanan nunjuk ke atas, artinya bahwa kepribadian
tokoh semar hendak mengatakan symbol Sang Maha Tunggal yaitu Allah SWT, itu
hanya satu. Sedang tangan kirinya ke belakang, mengratikan berserah total dan
mutlak serta sekaligus symbol keilmuan yang netral namun simpatik.
Semar berambut “kuncung” seperti anak-anak.
Artinya hendak mengatakan bahwa kuncung sajating hurip, yaitu
sebagai kepribadian pelayan. Semar sebagai pelayan melayani umat tanpa pamrih
untuk melaksanakan ibadah amaliah yang sesuai dengan perintah Allah SWT. Ketika
berjalan, Semar selalu menghadap keatas, artinyanya adalah dalam perjalanan
anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang ke atas
atau Tuhan Yang Maha Pengasih serta Penyayang umat.
Menurut Persektif jawa Semar juga selalu mengenakan kain jarik motif
Parangkusumorojo, yang merupakan perwujudan Dewonggowantah atau
untuk menuntun manusia agar memayuhayuning bawono, yaitu
menegakkan keadilan dan kebenaran di bumi.
Ciri fisik Semar yang sangat unik lainnya adalah
bentuk tubuhnya yang bulat. Ini merupakan simbol dari bumi atau jagad raya,
tempat tinggal umat manusia dan makhluk lainnya. Semar juga tampak selalu
tersenyum, tapi matanya sembab. Ini menggambarkan simbol suka dan duka.
Wajahnya tampak tua, tapi rambutnya berkuncung seperti anak kecil. Ini merupakan
simbol tua dan muda. Ia merupakan salah satu keluarga sawarga maniloka, tetapi
hidup sebagai rakyat jelata. Ini merupakan simbol dari atasan dan bawahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar