Selasa, 29 Agustus 2023

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

 


Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senjata kuat yang akan membantu kalian meraih segala yang kalian inginkan: membaca dan menulis.

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia
Dalam dunia ini, ada begitu banyak keajaiban yang menanti untuk ditemukan. Dan salah satu cara terbaik untuk memahami keindahan dunia ini adalah dengan membaca. Melalui buku-buku, kalian bisa menjelajahi tempat-tempat yang belum pernah kalian kunjungi, bertemu dengan karakter-karakter hebat, dan belajar dari pengalaman-pengalaman yang menginspirasi.
Ketika kalian membaca, kalian membuka pintu menuju pengetahuan yang tak terbatas. Kalian bisa belajar tentang sejarah, ilmu pengetahuan, seni, dan banyak lagi. Membaca juga memperkaya kosakata dan pemahaman kalian tentang dunia, membuat kalian lebih siap untuk menghadapi berbagai tantangan dan peluang yang datang.

Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia
Sekarang, bayangkan jika setiap pemikiran, ide, dan impian yang ada dalam pikiran kalian bisa diabadikan dalam kata-kata. Inilah kekuatan menulis. Ketika kalian menulis, kalian memberikan suara kepada pikiran kalian. Kalian bisa berbagi cerita, pandangan, dan pemahaman kalian kepada dunia.
Menulis bukan hanya tentang menciptakan karya yang indah, tetapi juga tentang meningkatkan kemampuan komunikasi kalian. Dengan menulis, kalian bisa menginspirasi orang lain, mempengaruhi perubahan positif, dan membuat dampak yang berarti. Ingatlah, banyak pemimpin besar dan inovator dunia yang menyampaikan visi dan gagasan mereka melalui tulisan.

Selasa, 25 Juli 2023

Mengenal Tokoh Rabi'ah al-Adawiyyah

Rabi'ah al-Adawiyyah adalah seorang tokoh sufi wanita yang terkenal dalam sejarah Islam. Ia lahir pada sekitar tahun 717 Masehi di Basra, Irak, dan meninggal pada sekitar tahun 801 Masehi. Rabi'ah merupakan salah satu figur paling penting dalam tradisi sufi dan dikenal karena kebijaksanaan, kecintaannya kepada Allah, dan tingkat kesalehannya yang tinggi.

Meskipun latar belakang kehidupan Rabi'ah tidak banyak diketahui dengan pasti, kisah-kisah tentang kehidupannya telah berkembang dan diteruskan melalui tradisi lisan serta tulisan-tulisan klasik dalam literatur sufi. Menurut legenda, ia lahir sebagai budak dan sering kali disiksa oleh majikannya karena ketulusan dan kecintaannya kepada Allah.

Rabi'ah adalah seorang penyair dan sufi yang sangat berpengaruh. Ajarannya menekankan pentingnya cinta tulus dan ketulusan dalam mencintai Allah. Baginya, cinta merupakan motivasi utama dalam beribadah kepada Tuhan. Ia mengajarkan tentang cinta yang tak terbatas kepada Allah, yang mampu mengangkat seseorang di atas hal-hal duniawi dan mengarahkan hati menuju kesucian dan penyatuan dengan Sang Pencipta.

Jumat, 14 Juli 2023

Menulis dengan Semangat dan Kesederhanaan

 SUSI ASTRIA

Bandung, Indonesia - Dunia literasi kembali diwarnai oleh kehadiran seorang penulis baru yang berbakat, Susi Astria. Susi, yang juga dikenal dengan nama panggilan Osin atau Cici, lahir pada tanggal 24 Maret 2008 di Bandung. Ia tinggal di Kampung Cigarukgak, RT01 RW 11, di mana ia bersama Uu (Uwa), orang yang memberikan cinta dan dukungan padanya. Meskipun ia tidak tinggal bersama ibu dan bapaknya, keluarga yang ia bangun dengan Uu memberikan kehangatan dalam hidupnya.

Susi adalah anak sulung dari dua bersaudara, dengan adik laki-laki yang memiliki perbedaan usia yang cukup jauh. Meskipun jarak usia mereka terpaut, persaudaraan mereka tetap kuat dan saling mendukung dalam perjalanan hidup masing-masing.

Ada sisi unik dalam kepribadian Susi Astria. Ia sangat menyukai hujan karena keindahannya, tetapi ketika badai datang, ia merasa gelisah. Begitu pula dengan malam, ia menemukan kedamaian di dalamnya, tetapi saat kegelapan menjadi terlalu pekat, ia merasa tidak nyaman. Perasaan kontras ini mencerminkan nuansa dan pemikiran kreatif yang mempengaruhi tulisan-tulisannya.

"Motto untuk generasi penerus saya adalah 'Menjadi Seperti Air Putih: Sederhana Namun Sangat Berharga'," ungkap Susi. Motto ini mewakili

Seorang Penulis Baru dengan Semangat Luhur

Cahya Suminar Nursila

Cahya Suminar Nursila adalah seorang penulis muda yang memiliki bakat dan semangat yang menginspirasi. Lahir pada tanggal 8 Maret 2008, Cahya Suminar tumbuh dan tinggal di KP. Babakan Cimahi RT 04 RW. 05, di desa Giri Mekar. Meskipun berasal dari daerah pedesaan, ia bangga akan akarnya dan menganggapnya sebagai kekuatan yang membedakannya.

Sebagai seorang penulis baru, Cahya Suminar telah menunjukkan minat yang besar dalam mengeksplorasi dunia tulis-menulis. Kecantikan dan keanggunannya sebagai seorang perempuan tampak tercermin dalam gaya tulisannya yang indah dan penuh pesona. Cahya Suminar percaya bahwa ketulusan dan keindahan dapat ditemukan dalam setiap kata yang ia tulis.

Warna favorit Cahya Suminar adalah hitam, yang mencerminkan kekuatan dan keberanian yang ia miliki. Ia yakin bahwa dalam dunia tulis-menulis, kekuatan dan keberanian adalah kunci untuk mengungkapkan pemikiran dan perasaan dengan jujur dan autentik. Cahya Suminar menggunakan kecintaannya terhadap warna hitam sebagai inspirasi dalam melukiskan pengalaman hidupnya dalam karya-karyanya.

Kamis, 17 November 2022

ENTAHLAH


 

Saya menulisnya dalam kondisi ketika keberanian tak bisa lagi disembunyikan. Masih bertutur tentang ingatan yang menggenang di lempeng kesadaran. Masih tersisa sebagai pesona yang mungkin menarik untuk dibaca renik.Terasa, masih ada yang berserakan sehingga layak dikabarkan, pantas dikatakan ulang. Tidak hendak mengganggu selera sehingga makan jadi tak punya rasa. Tidak juga hendak membuat ulah sehingga kopi jadi tak berasa di lidah.

Ini hanya gumam sesaat supaya kalimat jadi punya manfaat. Supaya jadi tuturan yang (mungkin) mencerahkan. Entahlah. Siapa yang memulai sapa kukira hanya persoalan dalam kata. Aku mengenalmu, lalu merindukanmu, dan sekarang kehilanganmu. Hanya itu yang aku tahu. Tapi tetap saja ia kembali menjadi persoalan semu dalam jelajah waktu. Tidak semua perihal tentu, adalah hal yang biasa.

Hidup bertahun rasanya cukup untuk mengajarkan bahwa rasa berawal dari peristiwa, ingatan bermula dari kejadian, dan apa yang pernah terbayangkan tidak selalu jujur dalam kenyataan. Kuharap ini menjadikan kejujuranku tidak keluar dari kebiasaan. Dan jika detik ini lembaranku menjumpaimu dengan paraghraf yang haru, itu lebih dikarenakan aku takut kembali kehilangan kamu. Ah, hanya itu. (mudah”an hanya malam ini bunda gak nyapa aku).

Minggu, 19 Juni 2022

SURAT BALASAN DARI SUAMIMU

 


 Aku harus membalas suratmu istriku….

Ketika memori dipancing untuk keluar-menjalar-mengejar.

Masih bertutur tentang ingatan yang menggenang di lempeng kesadaran.

Masih tersisa sebagai pesona yang mungkin menarik untuk dibaca renik.

Terasa, masih ada yang berserakan sehingga layak dikabarkan, pantas dikatakan ulang. Tidak hendak mengganggu selera sehingga makan jadi tak punya rasa.

Tidak juga hendak membuat ulah sehingga kopi jadi tak berasa di lidah.

Ini hanya gumam sesaat supaya kalimat jadi punya manfaat.

Supaya jadi tuturan yang (mungkin) mencerahkan.

“Meski terkadang sifatmu sedikit menjengkelkan, tapi aku suka dengan caramu membuatku tertawa...

Meski terkadang kau membuatku curiga dan cemburu, tapi aku suka dengan caramu merayu hatiku...

Meski terkadang kau membuatku kecewa, tapi kau adalah suami yang mau menerima semua kekuranganku tanpa pamrih...

Meski terkadang kau bukanlah suami yang sempurna, tapi aku selalu bersyukur karena kau lah suamiku bukan yang lain...”

Entahlah aku harus membalas suratmu seperti apa.

Siapa yang memulai sapa kukira hanya persoalan dalam kata.

Wahai pemegang kunci surgaku...

Sabtu, 04 Juni 2022

SURAT BALASAN DARI SUAMIMU

 


Istriku

Aku harus membalas suratmu istriku….

Ketika memori dipancing untuk keluar-menjalar-mengejar.

Masih bertutur tentang ingatan yang menggenang di lempeng kesadaran.

Masih tersisa sebagai pesona yang mungkin menarik untuk dibaca renik.

Terasa, masih ada yang berserakan sehingga layak dikabarkan, pantas dikatakan ulang. Tidak hendak mengganggu selera sehingga makan jadi tak punya rasa.

Tidak juga hendak membuat ulah sehingga kopi jadi tak berasa di lidah.

Ini hanya gumam sesaat supaya kalimat jadi punya manfaat.

Supaya jadi tuturan yang (mungkin) mencerahkan.

“Meski terkadang sifatmu sedikit menjengkelkan, tapi aku suka dengan caramu membuatku tertawa...

Meski terkadang kau membuatku curiga dan cemburu, tapi aku suka dengan caramu merayu hatiku...

Meski terkadang kau membuatku kecewa, tapi kau adalah suami yang mau menerima semua kekuranganku tanpa pamrih...

Meski terkadang kau bukanlah suami yang sempurna, tapi aku selalu bersyukur karena kau lah suamiku bukan yang lain...”

Entahlah aku harus membalas suratmu seperti apa.

Siapa yang memulai sapa kukira hanya persoalan dalam kata.

Wahai pemegang kunci surgaku...

Jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan dan menasehatiku..

Jangan pernah lelah untuk memberikan yang terbaik buatku...

Jangan pernah berhenti untuk menyayangi dan mencintaiku...

Karena didunia ini hanya kaulah tempatku untuk mendapatkan ridho Allah dan berbalas surga.. Aku mengenalmu, lalu merindukanmu, dan sekarang aku takut kehilanganmu.  Hanya itu yang aku tahu. Tapi tetap saja ia kembali menjadi persoalan semu dalam jelajah waktu.

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...