ULIN KARUHUN PASAMOAN SOPHIA
Blog ini dibuat untuk berbagi informasi tentang berbagai hal artikel, jasa dan lainnya
Selasa, 29 Agustus 2023
Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia
Selasa, 25 Juli 2023
Mengenal Tokoh Rabi'ah al-Adawiyyah
Rabi'ah al-Adawiyyah adalah seorang tokoh sufi wanita yang terkenal dalam sejarah Islam. Ia lahir pada sekitar tahun 717 Masehi di Basra, Irak, dan meninggal pada sekitar tahun 801 Masehi. Rabi'ah merupakan salah satu figur paling penting dalam tradisi sufi dan dikenal karena kebijaksanaan, kecintaannya kepada Allah, dan tingkat kesalehannya yang tinggi.
Meskipun latar belakang kehidupan Rabi'ah tidak banyak diketahui dengan pasti, kisah-kisah tentang kehidupannya telah berkembang dan diteruskan melalui tradisi lisan serta tulisan-tulisan klasik dalam literatur sufi. Menurut legenda, ia lahir sebagai budak dan sering kali disiksa oleh majikannya karena ketulusan dan kecintaannya kepada Allah.
Rabi'ah adalah seorang penyair dan sufi yang sangat berpengaruh. Ajarannya menekankan pentingnya cinta tulus dan ketulusan dalam mencintai Allah. Baginya, cinta merupakan motivasi utama dalam beribadah kepada Tuhan. Ia mengajarkan tentang cinta yang tak terbatas kepada Allah, yang mampu mengangkat seseorang di atas hal-hal duniawi dan mengarahkan hati menuju kesucian dan penyatuan dengan Sang Pencipta.
Jumat, 14 Juli 2023
Menulis dengan Semangat dan Kesederhanaan
Bandung, Indonesia - Dunia literasi kembali diwarnai oleh kehadiran
seorang penulis baru yang berbakat, Susi Astria. Susi, yang juga dikenal dengan
nama panggilan Osin atau Cici, lahir pada tanggal 24 Maret 2008 di Bandung. Ia
tinggal di Kampung Cigarukgak, RT01 RW 11, di mana ia bersama Uu (Uwa), orang
yang memberikan cinta dan dukungan padanya. Meskipun ia tidak tinggal bersama
ibu dan bapaknya, keluarga yang ia bangun dengan Uu memberikan kehangatan dalam
hidupnya.
Susi adalah anak sulung dari dua bersaudara, dengan adik laki-laki yang
memiliki perbedaan usia yang cukup jauh. Meskipun jarak usia mereka terpaut,
persaudaraan mereka tetap kuat dan saling mendukung dalam perjalanan hidup
masing-masing.
Ada sisi unik dalam kepribadian Susi Astria. Ia sangat menyukai hujan
karena keindahannya, tetapi ketika badai datang, ia merasa gelisah. Begitu pula
dengan malam, ia menemukan kedamaian di dalamnya, tetapi saat kegelapan menjadi
terlalu pekat, ia merasa tidak nyaman. Perasaan kontras ini mencerminkan nuansa
dan pemikiran kreatif yang mempengaruhi tulisan-tulisannya.
"Motto untuk generasi penerus saya adalah 'Menjadi Seperti Air Putih: Sederhana Namun Sangat Berharga'," ungkap Susi. Motto ini mewakili
Seorang Penulis Baru dengan Semangat Luhur
Cahya Suminar NursilaCahya Suminar Nursila adalah seorang penulis muda yang memiliki bakat dan semangat yang menginspirasi. Lahir pada tanggal 8 Maret 2008, Cahya Suminar tumbuh dan tinggal di KP. Babakan Cimahi RT 04 RW. 05, di desa Giri Mekar. Meskipun berasal dari daerah pedesaan, ia bangga akan akarnya dan menganggapnya sebagai kekuatan yang membedakannya.
Sebagai seorang penulis baru, Cahya Suminar telah menunjukkan minat yang besar dalam mengeksplorasi dunia tulis-menulis. Kecantikan dan keanggunannya sebagai seorang perempuan tampak tercermin dalam gaya tulisannya yang indah dan penuh pesona. Cahya Suminar percaya bahwa ketulusan dan keindahan dapat ditemukan dalam setiap kata yang ia tulis.
Warna favorit Cahya Suminar adalah hitam, yang mencerminkan kekuatan dan keberanian yang ia miliki. Ia yakin bahwa dalam dunia tulis-menulis, kekuatan dan keberanian adalah kunci untuk mengungkapkan pemikiran dan perasaan dengan jujur dan autentik. Cahya Suminar menggunakan kecintaannya terhadap warna hitam sebagai inspirasi dalam melukiskan pengalaman hidupnya dalam karya-karyanya.
Kamis, 17 November 2022
ENTAHLAH
Saya menulisnya dalam kondisi ketika keberanian tak bisa lagi disembunyikan. Masih bertutur tentang ingatan yang menggenang di lempeng kesadaran. Masih tersisa sebagai pesona yang mungkin menarik untuk dibaca renik.Terasa, masih ada yang berserakan sehingga layak dikabarkan, pantas dikatakan ulang. Tidak hendak mengganggu selera sehingga makan jadi tak punya rasa. Tidak juga hendak membuat ulah sehingga kopi jadi tak berasa di lidah.
Ini hanya gumam sesaat supaya kalimat jadi punya manfaat. Supaya jadi tuturan yang (mungkin) mencerahkan. Entahlah. Siapa yang memulai sapa kukira hanya persoalan dalam kata. Aku mengenalmu, lalu merindukanmu, dan sekarang kehilanganmu. Hanya itu yang aku tahu. Tapi tetap saja ia kembali menjadi persoalan semu dalam jelajah waktu. Tidak semua perihal tentu, adalah hal yang biasa.
Hidup bertahun rasanya cukup untuk mengajarkan bahwa rasa berawal dari peristiwa, ingatan bermula dari kejadian, dan apa yang pernah terbayangkan tidak selalu jujur dalam kenyataan. Kuharap ini menjadikan kejujuranku tidak keluar dari kebiasaan. Dan jika detik ini lembaranku menjumpaimu dengan paraghraf yang haru, itu lebih dikarenakan aku takut kembali kehilangan kamu. Ah, hanya itu. (mudah”an hanya malam ini bunda gak nyapa aku).
Minggu, 19 Juni 2022
SURAT BALASAN DARI SUAMIMU
Ketika memori dipancing untuk keluar-menjalar-mengejar.
Masih bertutur tentang ingatan yang menggenang di lempeng kesadaran.
Masih tersisa sebagai pesona yang mungkin menarik untuk dibaca renik.
Terasa, masih ada yang berserakan sehingga layak dikabarkan, pantas dikatakan ulang. Tidak hendak mengganggu selera sehingga makan jadi tak punya rasa.
Tidak juga hendak membuat ulah sehingga kopi jadi tak berasa di lidah.
Ini hanya gumam sesaat supaya kalimat jadi punya manfaat.
Supaya jadi tuturan yang (mungkin) mencerahkan.
“Meski terkadang sifatmu sedikit menjengkelkan, tapi aku suka dengan caramu membuatku tertawa...
Meski terkadang kau membuatku curiga dan cemburu, tapi aku suka dengan caramu merayu hatiku...
Meski terkadang kau membuatku kecewa, tapi kau adalah suami yang mau menerima semua kekuranganku tanpa pamrih...
Meski terkadang kau bukanlah suami yang sempurna, tapi aku selalu bersyukur karena kau lah suamiku bukan yang lain...”
Entahlah aku harus membalas suratmu seperti apa.
Siapa yang memulai sapa kukira hanya persoalan dalam kata.
Wahai pemegang kunci surgaku...
Sabtu, 04 Juni 2022
SURAT BALASAN DARI SUAMIMU
Istriku
Aku harus membalas
suratmu istriku….
Ketika memori dipancing untuk keluar-menjalar-mengejar.
Masih bertutur tentang ingatan yang menggenang di lempeng kesadaran.
Masih tersisa sebagai pesona yang mungkin menarik untuk dibaca renik.
Terasa, masih ada yang berserakan sehingga layak dikabarkan, pantas dikatakan ulang. Tidak hendak mengganggu selera sehingga makan jadi tak punya rasa.
Tidak juga hendak membuat ulah sehingga kopi jadi tak berasa di lidah.
Ini hanya gumam sesaat supaya kalimat jadi punya manfaat.
Supaya jadi tuturan yang (mungkin) mencerahkan.
“Meski terkadang sifatmu sedikit menjengkelkan, tapi aku suka dengan caramu membuatku tertawa...
Meski terkadang kau membuatku curiga dan cemburu, tapi aku suka dengan caramu merayu hatiku...
Meski terkadang kau membuatku kecewa, tapi kau adalah suami yang mau menerima semua kekuranganku tanpa pamrih...
Meski terkadang kau bukanlah suami yang sempurna, tapi aku selalu bersyukur karena kau lah suamiku bukan yang lain...”
Entahlah aku harus membalas suratmu seperti apa.
Siapa yang memulai sapa kukira hanya persoalan dalam kata.
Wahai pemegang kunci surgaku...
Jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan dan menasehatiku..
Jangan pernah lelah untuk memberikan yang terbaik buatku...
Jangan pernah berhenti untuk menyayangi dan mencintaiku...
Karena didunia ini hanya kaulah tempatku untuk mendapatkan ridho Allah dan berbalas surga.. Aku mengenalmu, lalu merindukanmu, dan sekarang aku takut kehilanganmu. Hanya itu yang aku tahu. Tapi tetap saja ia kembali menjadi persoalan semu dalam jelajah waktu.
Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia
Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...
-
SILIB SINDIR SINDANG SILOKA Menurut pemikiran Drs. Ahmad Gibson Al-Bustomi, M.Ag salah satu dosen Aqidah Filsafat dan Perbandingan Agama...
-
Aku harus membalas suratmu istriku…. Ketika memori dipancing untuk keluar-menjalar-mengejar. Masih bertutur tentang ingatan yang men...
-
Cahya Suminar Nursila Cahya Suminar Nursila adalah seorang penulis muda yang memiliki bakat dan semangat yang menginspirasi. Lahir pada tang...


.jpg)
