Gunung manglayang merupakan salah satu gunung yang ada di dataran bandung timur di antara Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung. Manglayang juga merupakan gunug yang tidak terlalu jauh dan panjang untuk di daki walaupun untuk trek perjalannya susah karena banyak tanah-tanah licin apalagi kalau terkena air hujan. Tepatnya berada di Desa ci mekar daerah batu kuda.
Manglayang dalam segi wisata tidak kalah dengan gunung-gunung yang lain, obyek wisata yang biasa di kunjung batu kecapi, batu kuda dan ada beberapa tempat yang lainnya. Untuk mememudahkan mencari makan disana juga banyak berderet saung-saung tempat menjual segala jenis hidangan.
Malam min satu hari sebelum pemberangkatan ke manglayang, selepas tawasulan yang di pimpin langsung oleh Habib Bambang Q Anees, bertempat di kediaman Baba Icon di daerah ci leunyi tepatnya di daerah Binakarya ci mekar. Beliau merupakan salah satu sesepuh kami dari Komunitas Pasamoan Sophia, beberapa pekan kami sudah merencanakan untuk naik ke gunung manglayang dikarena ada satu keperluan spritual yang tidak bisa di tinggalkan.
Hari H saat itu setalah segala keperluan disiapkan, saya dengan yang lain dan di temani sesepuh kami Bpk. Ahmad Gibson al-busthomi, M.Ag salah satu dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang sering dipanggil baba icon, sebelum nerangkat kami malakukan obrolan ringan tentang apa yang akan dilakukan pada saat pemberangkatan untuk naik ke manglayang, dalam sela obrolan hati saya terus saja tidak tenang karena kami melalakukan sesuatu hal yang mungkin akan dianggap gila bagi umum. Mitos yang selama ini bermunculan dari omongan masyarakat atau para pujangga tentang sastra-sastra yang mengenai kehadiran kota Bandung.
Sekarang lebih gila kami memasuki wilayah itu dengan spiritual yang sepengetahuan kami belum ada yang menggarap, ini juga bermula dari wacana baba icon yang iseng pada saat chating untuk meneropong dari kacamata spiritual tentang apa yang terjadi di wilayah tempat kami kerja. Berangkat dari hal itu akhirnya kami mencoba untuk meneropong apa yang terjadi yang alkhasil kami menemukan cheos dari masa 15 ribu tahun yang lalu yang mengakibatkan efek pada masa sekarang.
Perjalanan di mulai dari rumah baba icon yang letaknya hanya beberapa kilo ke lokasi manglayang melalui kawasan pemukiman penduduk selama bebrapa ratus meter hingga diakhir dengan pohon-pohonan dan pesawahan di daerah manglayang regency. Perjalan yang menurut saya sangat terjal karena banyak tanjakan yang sangat riskan untuk jatuh dan memacu adernaline. Setelah melewati beberapa tanjakan akhirnya sampai juga, btw kami kesana dengan menggunaka ilmu syaef’i angin modern yaitu kuda besi yang setia setiap saat selalu menemani saya kemanapun. Sejauh kurang lebih 100 meteran setelah menemukan lapangan agak luas untuk kami meditasi kami langsung melakukan upacara ritual dengan tidak melupakan tata karma kepada penghuni manglayang. Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar