Senin, 20 September 2021

NUJUM


Kata-kata tak bisa merangkum seluruh pengalaman manusia. Selalu ada yang gagal dilukiskan. Selalu ada yang luput untuk dikatakan. Kata-kata yang menampilkan dirinya dalam bahasa sering disebut hanya sampai di momen deskripsi representasi, begitu dikatakan orang macam Heidegger.

Seorang serdadu yang baru pulang dari medan perang bisakah ia melukiskan dengan bahasa seluruh pengalaman yang dialaminya? Tak seluruhnya! Suasana hati dan kegetiran ketika kawannya tertembak. Menykasikan bergelimpangan mayat.

Dada yang berdegup kencang di tengah berondongan peluru senapan lawan. Atau, mampukah ia selamat dari kepungan musuh lalu pulang dan kembali berkumpul dengan keluarga, bahasa bisa tak sampai mengatakan segalanya secara persis. Inilah yang disebut Ryle dengan istilah "windy mysticism". Sebuah situasi yang melampaui taraf hidup dan pengalaman keseharian manusia.

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...