Cerita dari cerita yang di ceritakan, konon katanya, menurut salah seorang yang di sepuhkan atau ketua kampung, kecantikan Nyimas Gandasari sangatlah termasyur pada jamannya, sehingga sayang kalau harus hilang begitu saja. Makanya berbekal pas-pas an penulis menyuguhkan tulisan ini, mudah-mudah merupakan penghibur atau sekedar iseng untuk menyempatkan membaca tulisan ini.
Nyimas Gandasari adalah sosok perempuan yang sangat cantik.
Tubuhnya tinggi dengan raut muka berbentuk bulat telur, disertai bola mata
cerah dan tajam. Bulat matanya sangat memesona dengan bulu mata
yang lebat dan lentik. Hidungnya mancung dipadu dengan bibirnya yang indah
sekalipun selalu terkatup.
Nyimas Gandasari berperawakan cukup tinggi. Kulitnya kuning
langsat dengan bulu-bulu halus
di tangan dan kakinya. Rambutnya lebat dan
hitam. Bahunya rata dan seimbang. Perutnya sintal berisi. Jemari tangannya
lentik. Sekalipun memiliki tengkuk yang keras, Nyimas Gandasari adalah sosok yang
lemah lembut. Dan kalau ia berjalan, ia akan terlihat anggun dan tampak
memesona.
Untuk menutupi bagian tubuhnya, Nyimas Gandasari menggunakan kain
yang biasanya ditenun sendiri. Pakaian warna hitam lengan panjang adalah
kesukaannya jika ia bepergian. Sebilah keris bentuk rencong yang ujung
dapurannya berbentuk L maut (potongan bulan sabit) selalu dibawanya. Bawahan
pinggangnya, terutama bagian dalam diikat dengan bentén, yaitu ikat
pinggang yang disambung-sambung.
Atau apabila tidak menggunakan bentén, Nyimas Gandasari menggunakan kain putih (lungsir putih). Adapun kain penutup luarnya ia kerap menggunakan kain halus semisal sutera yang kalau tertiup angin mudah melambai dan memperlihatkan tubuhnya kelihatan gemulai tapi kokoh.
Atau apabila tidak menggunakan bentén, Nyimas Gandasari menggunakan kain putih (lungsir putih). Adapun kain penutup luarnya ia kerap menggunakan kain halus semisal sutera yang kalau tertiup angin mudah melambai dan memperlihatkan tubuhnya kelihatan gemulai tapi kokoh.
Kalau Nyimas Gandasari sedang bepergian biasanya ia membiarkan
rambut hitamnya tergerai. Walaupun sesekali terutama kalau diangkir ke Keraton
Pakungwati, ia tata rambutnya yang hitam dengan memakai sanggul model Sri Teja
Purana Windu. Di atas rambutnya ia hiasi dengan mahkota buatan, yaitu Siger
yang melingkar di kepala dan Tapok Gelung sebagai penutup sanggul yang menambah
aura raut wajah cantiknya.
Sedangkan untuk penghias lehernya Nyimas Gandasari kerap menggunakan kalung bermata intan yang cantik. Lengan kanan bagian atas dihiasi oleh kilat bahu yang berkilauan, sementara pada pergelangan tangan kirinya melingkar gelang Kencana Ungu. Subang kecil yang menempel di telinga berkilauan seperti bintang yang mempercantik indahnya angkasa. Yang lebih mempesonanya lagi, seperti telah disebutkan di atas, dari tubuhnya selalu tercium bau harum yang khas dan lembut.
Terutama kalau Nyimas Gandasari sedang berkeringat, tubuhnya seumpama mengeluarkan bau seruang yang menimbulkan kesan nyaman bagi siapapun. Sekalipun ia sedang berada di dalam ruangan bau harum tubuhnya bisa tercium sampai ke luar.
Sedangkan untuk penghias lehernya Nyimas Gandasari kerap menggunakan kalung bermata intan yang cantik. Lengan kanan bagian atas dihiasi oleh kilat bahu yang berkilauan, sementara pada pergelangan tangan kirinya melingkar gelang Kencana Ungu. Subang kecil yang menempel di telinga berkilauan seperti bintang yang mempercantik indahnya angkasa. Yang lebih mempesonanya lagi, seperti telah disebutkan di atas, dari tubuhnya selalu tercium bau harum yang khas dan lembut.
Terutama kalau Nyimas Gandasari sedang berkeringat, tubuhnya seumpama mengeluarkan bau seruang yang menimbulkan kesan nyaman bagi siapapun. Sekalipun ia sedang berada di dalam ruangan bau harum tubuhnya bisa tercium sampai ke luar.
Dalam hal kecantikan, Nyimas Gandasari adalah perempuan
yang memiliki kecantikan yang khas. Dalam dirinya mengalir darah dari berbagai
bangsa. Ibundanya berdarah Hindustan dan Mongolia Sementara dari ayahandanya
mengalir darah Arab Hindustan-Campa karena neneknya dari pihak ayah adalah
seorang muslimah asal Campa yang tinggal di Malaka. Karena mewarisi berbagai
aliran darah maka naluri yang terpendam di kedalaman jiwa Nyimas Gandasari agak berbeda dengan perempuan pada umumnya.
Dedeg sampe rupa hade,
itu mungkin kata kiasan yang bisa dipakai untuk menggambarkan kecantikan Nyimas
Gandasari. Sosok perempuan yang selalu identik dengan pakaian warna hitam
lengan panjang dengan sebilah keris bentuk rencong yang ujungnya berbentuk L
maut (potongan bulan sabit) yang selau terselip di dadanya, menunjukkan bahwa
Nyimas Gandasari merupakan singa betina pada zamannya. Singa betina yang
ditakuti binatang jantan yang bukan singa. Pendekar perempuan yang sakti
mandraguna; wanoja linggihing pangelmu wuleding raga kang sakti mandraguna;
wanoja pangestu mungguhing sesangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar