Rabu, 13 Maret 2019

TEROR SEBUAH KAMPUNG (TUMBAL PESUGIHAN)

Alkisah seseorang yang sudah buta akan dunia dan dengan tega merugikan orang lain asal dia sendiri untung. Enam bulan kebelakang dari bulan maret 2019 salah satu warga penduduk desa (sensor) berangkat menuju desa taman situ raja menemui salah satu juru kunci gn. Pesugihan yang ada di tataran sumedang gunung tersebut terkenal dengan sebutan Gn. Bawi Sumedang, sekitar jam 12 siang kurang lebih bercakap-cakaplah mengnai pemberangkatan ke gunung tersebut dan persyaratannya apa saja. Dengan logat bahasa sunda juru kunci menerangkan persyaratan yang harus di bawa dan etika selama di sana.
Sekitar jam 2 waktu menuju sore hari berangkatlah manusia durjana dengan juru kunci menuju gunung tersebut dengan membawa semua persyaratan yang di butuhkan. Sesampai disana juru kunci menrangkan maksud dan tujuan dirinya membawa orang tersebut kepada siluman penghuni gunung tersebut dan yang kebetulan siluman tersebut yang datangnya sejenis batarakala (raksasa) kata sundamah buta. Kurang lebih sekitar setangah jam juru kunci berdialog dengan siluman tersebut yang akhirnya sepakat mengadakan perjanjian yaitu siluman tersbut bisa memberi kekayaan dengan minta pergantian atau tebusan atas dia kerja memintanya 9 anak ayam yang masih merah tapi berkaki 4 yang jalannya belum bener atau yang belum bisa jalan (9 anak manusia yang masih mungil dan imut).

Dengan kesepakatan tersebut akhir terjadilah ritual yang itu harus di lewati oleh yang meminta pesugihan. Pertama : meminta si manusia itu untuk tidur 3 malam di salah satu gua yang sudah disediakan, kedua jangan mengingat keluarga dan tetangga, ketiga membca mantra yang telah di berikan setiap malamnya dan keempat tinggal semua yang berhubungan dengan perintah Allah.
Setelah melakukan apa yang di perintahkan dan dianggap lulus pulanglah manusia itu dengan bayangan kekayaan yang sebentar lagi akan di dapatkan, dan sesmpai di kampungnya dia bersikap biasa saja akan tetapi kekayaan sudah mulai terlihat yang pertama jadi korbannya anak dari saudaranya sendiri dan karena saudarnya sudah gak ada yang punya anak kecil akhirnya manusia itu menyuruh untuk mencari tumbal di sekitar kampungnya dengan menggunakan ciri mengasih sesuatu kepada keluarga yang siap di kurbankan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...