Rabu, 22 Juni 2016

MATA KETIGA ATAU MATA BATHIN


Mata Batin atau mata ketiga dan dalam Istilah Tasawuf Al Bathinah merupakan Indera keenam yang Allah berikan kepada setiap insan, Mata Batin kal o di ibaratkan cermin yang dapat melihat sesuatu di dalamnya atau ibarat pisau tumpul yang dapat diasah sampai tajam sehingga dapat memotong sesuatu benda.
Setiap insan mempunyai mata batin yang asal mulanya Allah ciptakan bersih tanpa ada noda sedikitpun tetapi kemudian dinodai oleh sifat-sifat keduniawian.kita

Senin, 13 Juni 2016

Biografi Imam Hanafi R.A (Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit Al Kufi)

menurut sumber dari https://www.facebook.com/Imam-Hanafi-RA-Abu-Hanifah-Numan-bin-Tsabit-Al-Kufi-205795259442858/info/?tab=page_info sejarah biografi Imam Hanafi

Imam Abu Hanifah yang dikenal dengan dengan sebutan Imam Hanafi bernama asli Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit Al Kufi, lahir di Irak pada tahun 80 Hijriah (699 M), pada masa kekhalifahan Bani Umayyah Abdul Malik bin Marwan. Beliau digelari Abu Hanifah (suci dan lurus) karena kesungguhannya dalam beribadah sejak masa kecilnya, berakhlak mulia serta menjauhi perbuatan dosa dan keji. dan

Selasa, 07 Juni 2016

SILOKA SEMAR BADRANAYA ( Silib Sindir Sindang Siloka)

SILIB SINDIR SINDANG SILOKA
Menurut pemikiran Drs. Ahmad Gibson Al-Bustomi, M.Ag salah satu dosen Aqidah Filsafat dan Perbandingan Agama di Universitas UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Falsafah semar hampir sama artinya dengan filsafat yang sering di kemukakan, oleh para ahli Filsafat seperti Aristoteles, Ibnu Sina, Ibnu Tufail, Kahlil Gibran dll. Akan tetapi ada makna yang lebih mendalam dari filosofi Semar disini, menurutnya falsafah semar sebagai gambaran atau siloka, jadi Falsafah semar di sini ialah Gambaran atau siloka dari bentuk atau tabiat tokoh Semar tersebut. Karena semar dari bentuk, rupa dan perkatanya semua merupakan gambaran yang perlu guareun[1].
Kalau diperhatikan,

Minggu, 05 Juni 2016

KARYA Imam Syafi'i R.A

Syafi’i adalah profil ulama yang tekun dan berbakat dalam menulis. Karangannya yang sampai kepada kita antara lain,

(1) ar-Risalah, suatu kitab yang khusus membahas tentang usul fikih dan me-rupakan buku pertama yang ditulis ulama dalam bidang usul fikih. Di dalamnya Syafi’i menguraikan dengan jelas cara-cara mengistinbatkan hukum. Sampai sekarang buku ini tetap merupakan buku standar dalam usul fikih.

(2) Kitab al-Umm, sebuah kitab fikih yang komprehensif.

Biografi Singkat Imam Syafi'i R.A

(Gaza, Palestina, 150 H/767 M-Fustat [Cairo], Mesir, 204 H/20 Januari 820).

Ulama mujtahid (ahli ijtihad) di bidang fikih dan salah seorang dari empat imam mazhab yang ter­kenal dalam Islam. la hidup di masa pemerintahan Khalifah Harun ar-Rasyid, al-Amin, dan al-Ma’mun dari Dinasti Abbasiyah. Nama lengkap nya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi’i.

la sering juga dipanggil dengan nama Abu Abdullah karena salah seorang putranya bernama Abdullah. Setelah menjadi ulama besar dan mempunyai banyak pengikut, ia lebih dikenal de­ngan nama Imam Syafi’i dan mazhabnya disebut Mazhab Syafi’i. Kata “Syafi’i” dinisbahkan kepada nama kakeknya yang ketiga, yaitu Syafi’i bin as-Sa’ib. Ayahnya bernama Idris

Kamis, 02 Juni 2016

BELAJAR PERNAPASAN ULIN KARUHUN

Mengolah Pernapasan ala Ulin Karuhun latihan 
Pernapasan merupakan salah satu pergerakan olah napas agar terlatih dan aktif, pernapasan juga harus dibantu dengan organ-organ tubuh agar cepat memberikan penyelarasan getaran energi dalam diri kita sendiri. Semakin sering kita melatih pernafasan dengan cara menarik dari hidung, ditahan di bawah perut lalu salurkan melalui dada dan diputarkan keseluruh ruangan rongga-rongga serta membuang kembali dari mulut dengan disertai pengejangan seluruh otot agar ikut berkontribusi dengan aliran napas akan menghasilkan kekuatan

JATI KASILIH KU JUNTI


Humandeuar na ati dina mangsa datangna
Aya rasa nu rumasa dina jangkar harepan
Mangsa kamari nu jadi dina rangka raga
Hirup bihari lain kamari mapaaésan galura

Gugupay na kongkolak mata semu dareda
Inggis ku diri rempan ku raga, dina panglipur rasa
Salendang hariwang nu nyampay matak wekasan
Renghapna amarah nu geus cape nahan


Raga ditinggal ku pati nu geus jadi pasini
Rasa ati nu ngaguar dina mangsa diri
Rumasa dina ngayuh hirup katungtu ku jati
Mudah-mudah jati teu kasilih ku junti

SILOKA SEMAR BADRANAYA (KERIS MANJING WARANGKA)

KERIS MANJING WARANGKA
Masyarakat yang ada di daerah jawa entah jawa barat, jawa tengah, dan jawa timur, tentu tahu tentang tokoh Semar. Semar merupakan nama tokoh Pawongan[1] atau abdi paling utama dalam pewayangan. Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria dalam pementasan kisah-kisah Mahabharata dan Ramayana. Karena merupakan tokoh asli ciptaan pujangga yang ada didaerah jawa, maka sudah tentu  tidak akan menemukan nama Semar dalam naskah Mahabharata ataupun Ramayana yang berbahasa Sansekerta.

Rabu, 01 Juni 2016

SILOKA SEMAR BADRANAYA (JARUM SAPOTONG)

JARUM SAPOTONG DIPAKE NGARUWAT JAGAT TEU SANGKA KIEU BUKTINA
Mengenai tindak tanduk, tingkah laku manusia yang di gelarkan oleh Allah SWT, ke alam marcapada yang mempunyai tugas dari Nya. Seperti yang tersirat dalam
QS. Ad Dzariyyat: 56
 لِيَعْبُدُونِ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا
“Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku.”

Jadi gelarnya manusia ke alam marcapada ini tidak lain hanya untuk beribadah kepadaNya. Karena manusia diwajibkan tafakur, tadzakkur, dan tasyakur. (Moal aya nu apaleun tapak meuri dina leuwi lintang ti meurina) dalam hidup di alam marcapada ini.

SILOKA SEMAR BADRANAYA (Jati Kasilih Ku junti)

FILSAFAT SEMAR BADRANAYA
Pada dewasa ini seni tradisi atau budaya kita dirasa sudah mulai terpinggirkan dengan masuknya kebudayaan asing yang merambat dan masuk ke negara kita, jati kasilih ku junti mungkin kata-kata itu tepat, walaupun masih ada sebagian yang melestarikannya. Karena kebanyakan dari kita, merasa bangga dengan hadirnya budaya-budaya dari luar, khususnya budaya barat secara bebas tanpa ada filterisasi. Pada umumnya masyarakat kita terbuka dengan inovasi-inovasi yang hadir dalam kehidupan, tetapi masyarakat kita belum bisa memilah dan memilih mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku di negara kita ini. Budaya sejatinya ialah warisan dari leluhur yang berkembang dan dikembangkan oleh masyarakat.

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...