Rabu, 01 Juni 2016

SILOKA SEMAR BADRANAYA (JARUM SAPOTONG)

JARUM SAPOTONG DIPAKE NGARUWAT JAGAT TEU SANGKA KIEU BUKTINA
Mengenai tindak tanduk, tingkah laku manusia yang di gelarkan oleh Allah SWT, ke alam marcapada yang mempunyai tugas dari Nya. Seperti yang tersirat dalam
QS. Ad Dzariyyat: 56
 لِيَعْبُدُونِ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا
“Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku.”

Jadi gelarnya manusia ke alam marcapada ini tidak lain hanya untuk beribadah kepadaNya. Karena manusia diwajibkan tafakur, tadzakkur, dan tasyakur. (Moal aya nu apaleun tapak meuri dina leuwi lintang ti meurina) dalam hidup di alam marcapada ini.

Sebagai masyarakat Jawa, sudah barang tentu tidak asing lagi dengan yang namanya pewayangan. Entah wayang Golek, wayang orang ataupun wayang Kulit. Karena wayang ini sangat identik dengan kesenian dari Jawa, jawa barat atau jawa tengah dan timur. Pertunjukan wayang biasanya dimainkan oleh seorang dalang dan seringkali dipentaskan semalam suntuk. Tema, lakon, dan cerita yang dimainkan pun bermacam-macam. Umumnya mengangkat kisah Mahabharata (pandawalima dan kurawa) dan Ramayana.
Bagi penulis pribadi pagelaran wayang sangat menarik karena banyak berisikan pesan tentang prilaku manusia dalam menjalani kehidupan di alam marcapada ini, yang disampaikan oleh sang dalang lewat tokoh wayang yang dimainkan. Banyak Tokoh wayang yang selalu dijadikan sebagai media untuk menyampai pesan-pesan itu, salah satunya adalah Tokoh Semar. Bersambung.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...