JARUM SAPOTONG DIPAKE NGARUWAT JAGAT TEU SANGKA KIEU
BUKTINA
Mengenai
tindak tanduk, tingkah laku manusia yang di gelarkan oleh Allah SWT, ke alam
marcapada yang mempunyai tugas dari Nya. Seperti yang tersirat dalam
QS. Ad Dzariyyat: 56
لِيَعْبُدُونِ
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا
“Dan
tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku.”
Jadi gelarnya
manusia ke alam marcapada ini tidak lain hanya untuk beribadah kepadaNya.
Karena manusia diwajibkan tafakur, tadzakkur, dan tasyakur. (Moal
aya nu apaleun tapak meuri dina leuwi lintang ti meurina) dalam hidup di
alam marcapada ini.
Sebagai
masyarakat Jawa, sudah barang tentu tidak asing lagi dengan yang namanya
pewayangan. Entah wayang Golek, wayang
orang ataupun wayang Kulit.
Karena wayang ini sangat identik dengan kesenian dari Jawa, jawa barat atau
jawa tengah dan timur. Pertunjukan wayang biasanya dimainkan oleh seorang
dalang dan seringkali dipentaskan semalam suntuk. Tema, lakon, dan cerita yang
dimainkan pun bermacam-macam. Umumnya mengangkat kisah Mahabharata (pandawalima
dan kurawa) dan Ramayana.
Bagi penulis pribadi pagelaran wayang sangat
menarik karena banyak berisikan pesan tentang prilaku manusia dalam menjalani
kehidupan di alam marcapada ini, yang disampaikan oleh sang dalang lewat tokoh
wayang yang dimainkan. Banyak Tokoh wayang yang selalu dijadikan sebagai media
untuk menyampai pesan-pesan itu, salah satunya adalah Tokoh Semar. Bersambung.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar