Kamis, 02 Juni 2016

SILOKA SEMAR BADRANAYA (KERIS MANJING WARANGKA)

KERIS MANJING WARANGKA
Masyarakat yang ada di daerah jawa entah jawa barat, jawa tengah, dan jawa timur, tentu tahu tentang tokoh Semar. Semar merupakan nama tokoh Pawongan[1] atau abdi paling utama dalam pewayangan. Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria dalam pementasan kisah-kisah Mahabharata dan Ramayana. Karena merupakan tokoh asli ciptaan pujangga yang ada didaerah jawa, maka sudah tentu  tidak akan menemukan nama Semar dalam naskah Mahabharata ataupun Ramayana yang berbahasa Sansekerta.

Dalam pagelaran wayang golek sebenarnya ada tokoh pawongan lainnya, yang merupakan “anak-anak” dari Semar, yaitu Cepot, Dewala dan Gareng. Menurut salah satu persfektif disebutkan bahwa sesungguhnya Cepot, Dewala dan Gareng bukanlah anak asli atau anak kandung Semar dan setiaragen.
Semar dianggap sebagai figur yang sentral dalam setiap pagelarannya karena merupakan sang penyampai pesan. Tentu saja gaya penyampaian pesan dengan gaya semar itu sendiri, Semar orangnya santai kadang kalanya di selingi dengan canda tawa (sempal kapiguyon). Mungkin, disinilah letak menariknya tokoh Semar, seorang tokoh serius, tapi santai. Dengan cara inilah mungkin diharapkan pesan-pesan moral atau juga ahlaq bisa lebih mudah diterima dan dicerna oleh setiap penikmat pertunjukan wayang Golek.
Dalam kisah Mahabharata, Semar ditampilkan sebagai abdi atau pengasuh dari para Pandawa yang merupakan keturunan dari Pandu Dewanata dan Kunti Nalibrata. Sementara dalam kisah Ramayana, Semar juga ditampilkan sebagai abdi atau pengasuh Sri Rama dan laksaman. Sehingga bisa dikatakan tokoh Semar selalu muncul dalam setiap pagelaran wayang golek, apapun tema atau lakon yang sedang dikisahkannya. Dalam hal ini Semar sekeluarga tidak hanya berperan sebagai abdi atau pengikut saja, melainkan juga sebagai pelaku humor dalam mencairkan suasana yang tegang dan penghibur tidak sedikit penonton yang sakit kulit perutnya gara-gara liat kekocakan semar sekeluarga dalam setiap magelaran .
Derajat Semar sebenarnya sangat tinggi. Semar bukan sekadar rakyat jelata biasa, melainkan merupakan penjelmaan dari Batara Ismaya, kakak dari Batara Guru yang sekaligus juga merupakan raja para dewa semar sendiri menurut ceritanya anak dari Sanghyang Wenang cucu dari Sanghyang Tunggal raja triloka[2]. Memang ada beberapa versi tentang asal-usul dari tokoh Semar ini. Namun semua pada dasarnya menyebut bahwa tokoh ini merupakan penjelmaan dari dewa. Semar juga merupakan lurah yang tinggal di lembur singkur sisi gunung[3] yang bernama Tumaritis. Bersambung ...



[1] Pengasuh yang sekaligus penjaga yang sangat deket dengan keluarga yang jadi majikannya
[2] Tri artinya tiga, Loka artinya Alam jadi triloka artinya yang ngerajain tiga alam, itu menurut dalam cerita   wayang
[3] Jauh dari kota

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...