Rabu, 01 Juni 2016

SILOKA SEMAR BADRANAYA (Jati Kasilih Ku junti)

FILSAFAT SEMAR BADRANAYA
Pada dewasa ini seni tradisi atau budaya kita dirasa sudah mulai terpinggirkan dengan masuknya kebudayaan asing yang merambat dan masuk ke negara kita, jati kasilih ku junti mungkin kata-kata itu tepat, walaupun masih ada sebagian yang melestarikannya. Karena kebanyakan dari kita, merasa bangga dengan hadirnya budaya-budaya dari luar, khususnya budaya barat secara bebas tanpa ada filterisasi. Pada umumnya masyarakat kita terbuka dengan inovasi-inovasi yang hadir dalam kehidupan, tetapi masyarakat kita belum bisa memilah dan memilih mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku di negara kita ini. Budaya sejatinya ialah warisan dari leluhur yang berkembang dan dikembangkan oleh masyarakat.
Sepatutnya, kalau setiap individu atau orang membentengi dirinya sendiri dari nilai-nilai budaya asing yang tidak sesuai dengan jati dirinya negara ini. Setiap individu seharusnya pintar dalam menanggapi dan memilah setiap pengaruh budaya asing yang dijejalkan setiap harinya, karena tidak semua budaya asing baik dan bisa dipakai atau diterapkan di negara kita ini.
Dalam bidang kesenian khususnya wayang golek sekarang ini sudah dirasa “mulai terpinggirkan ” dan hampir punah. Padahal wayang golek salah satu kesenian atau kabudayaan yang ada di tengah-tengah masyarakat Jawa Barat, dan juga salah satu kesenian masyarkat sunda yang untuk angkatan tua sangatlah digemari, sebab wayang golek selain menghibur juga kalau dilenyepan[1] di dalamnya banyak berisikan petuah-petuah untuk kita dalam menjalani kehidupan di alam marcapada. Karena cerita wayang golek sendiri tidak terlepas dari cerita kehidupan yang penuh dengan drama, romantika, cinta asmara, dan juga terutama tentang agama, termasuk prilaku antara kita dengan kita, dan antar kita manusia dengan sang pencipta, dan juga antara kita dengan lingkungan. Karena yang diceritakan dalam pergelaran tidak jauh dan tidak kurang ialah cerita tentang kehidupan manusia di alam marcapada[2] ini. Bersambung....




[1] Dimaknai, diamati
[2] Alam Dunia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...