Formasi Ya Wali/Asmarandana/Astha Panca, code
sandi dan penghinatan taktik disini prajurit harus menghapal beberapa sandi
yang suduh di berikan dan disebarkan oleh pempimpin sehingga prajurit mengenal
mana musuh dan mana kawan dan code hanya di beri pada komandan-komandanan tertentu
yang di setiap tempat masing-masing sudah punya sector atau titik pusat dalam
setiap wilayah sandi/code/simbol/ rahasia etika perang sudah tentu harus beda dengan
sandi lawan.
Makanya setiap prajurit harus pegang teguh ke prajuritannya karena
bisa saja dengan adanya salah satu prajurit yang hinat dan memberi tahun sandi
atau code pada pasukan lawan, pasukan sendirilah yang pasti hancur. Guna dari
taktik Astha catur pun bisa mencari data sandi lawan sehingga bisa melihat dan
memastikan mana lawan dan mana kawan.
Dalam setiap wilayah mempunyai sandi
tertentu akan tetapi tetap ada satu sandi rahasia yang di pegang oleh para
pemimpijn sehingga bisa saja dengan menggunakan satu sandi rahasia tertentu
semua pemimpin bisa menyatukan pasukannya dan menyerang pada satu titik yang
sama. Taktiik ini sudah di buktikan oleh Nyimas Gandasari Masa perang Majapahit
dengan Demak, yang ketika itu rajanya bernama Raden Fatah, dengan dibantukan waliyullah,di
bawah komando panglima besar Sunan Kudus.
Dalam peperangan hebat dengan taktik
ini, berhasil menaklukan majapahit. Satu sandi yang menyatukan
pasukan-pasukan Pangeran WalangSungsang atau Mbah kuwu sangkan, Sunan Kalijaga,
pangeran Arya Kemuning, Syekh Muhyi muda, Nyai mas Gandasari, Suto Wijaya
Gebang, pangeran Hasanuddin Banten, Pangeran Sapu Jagat dan Syeikh Magelung Sakti.
Itulah salah satu bukti keberhasilan dari taktik Astha Panca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar