Sabtu, 19 Januari 2019

NYIMAS GANDASARI (Formasi Ya Wali/Asmarandana/Astha Panca)


    Formasi Ya Wali/Asmarandana/Astha Panca code sandi dan penghinatan taktik disini prajurit harus menghapal beberapa sandi yang suduh di berikan dan disebarkan oleh pempimpin sehingga prajurit mengenal mana musuh dan mana kawan dan code hanya di beri pada komandan-komandanan tertentu yang di setiap tempat masing-masing sudah punya sector atau titik pusat dalam setiap wilayah sandi/code/simbol/ rahasia etika perang sudah tentu harus beda dengan sandi lawan. 
    Makanya setiap prajurit harus pegang teguh ke prajuritannya karena bisa saja dengan adanya salah satu prajurit yang hinat dan memberi tahun sandi atau code pada pasukan lawan, pasukan sendirilah yang pasti hancur. Guna dari taktik Astha catur pun bisa mencari data sandi lawan sehingga bisa melihat dan memastikan mana lawan dan mana kawan. 

     Dalam setiap wilayah mempunyai sandi tertentu akan tetapi tetap ada satu sandi rahasia yang di pegang oleh para pemimpijn sehingga bisa saja dengan menggunakan satu sandi rahasia tertentu semua pemimpin bisa menyatukan pasukannya dan menyerang pada satu titik yang sama. Taktiik ini sudah di buktikan oleh Nyimas Gandasari Masa perang Majapahit dengan Demak, yang ketika itu rajanya bernama Raden Fatah, dengan dibantukan waliyullah,di bawah komando panglima besar Sunan Kudus. 
    Dalam peperangan hebat dengan taktik ini, berhasil menaklukan majapahit. Satu sandi yang menyatukan pasukan-pasukan Pangeran WalangSungsang atau Mbah kuwu sangkan, Sunan Kalijaga, pangeran Arya Kemuning, Syekh Muhyi muda, Nyai mas Gandasari, Suto Wijaya Gebang, pangeran Hasanuddin Banten, Pangeran Sapu Jagat dan Syeikh Magelung Sakti. Itulah salah satu bukti keberhasilan dari taktik Astha Panca. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...