TUAN
Tuan
Aku tidak mengerti tarikat,
Aku tak faham hakikat
Aku kebingungan memaknai makrifat
Aku tidak mengerti tarikat,
Aku tak faham hakikat
Aku kebingungan memaknai makrifat
Tuan
Aku hanya sedang belajar bersyariat
Aku sedang belajar melatih otot supaya taat
Ijinkan aku memegang jubah tuntunanmu
Ijinkan aku mendengarkan dendang dzikirmu
Aku hanya sedang belajar bersyariat
Aku sedang belajar melatih otot supaya taat
Ijinkan aku memegang jubah tuntunanmu
Ijinkan aku mendengarkan dendang dzikirmu
Tuan
Lapangkan sajadahmu untukku bersimpuh
Tempat gelisah dan isak air mataku tumpah
Ijinkan aku menetap di setiap pejaman matamu
Perbolehkan aku menyelinap dalam wirid lisanmu
Lapangkan sajadahmu untukku bersimpuh
Tempat gelisah dan isak air mataku tumpah
Ijinkan aku menetap di setiap pejaman matamu
Perbolehkan aku menyelinap dalam wirid lisanmu
Tuan
Ijinkan kubawa setiap kata-katamu.
Kusimpan sebagai lentera yang menyinari gelap hari-hariku.
Di setiap bulir air mata yang jatuh dari kedua kelopak matamu
Ijinkan kubawa setiap kata-katamu.
Kusimpan sebagai lentera yang menyinari gelap hari-hariku.
Di setiap bulir air mata yang jatuh dari kedua kelopak matamu
Berharap permohonanku ada di situ.
By : De ALso Layang Kusumah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar