Politik
Indonesia kontemporer (ADu KAMPRET dan CEBONG)
Pandangan perpolitikan hari-hari ini di negara
tercinta. Mulut kita tiba-tiba refleks mengucapkan dua kosa kata itu. Dua kosa
kata yang mengidentifikasi kelompok yang tengah berhadap-hadapan. Dua kosa kata
yang dilekatkan dan disebut mewakili karakter juga identitas kelompok yang
tengah sengit "berseteru". Kampret itu "sumbu pendek".
Cebong itu "sekolam sepedunguan".
Dalam kondisi normal atau dalam keadaan
bercanda, menyebut dua kosa kata itu mungkin tak jadi soal. Kata tersebut bisa
menjadi semacam sebutan untuk melepaskan ketegangan, mungkin juga kata-kata
untuk mengakrabkan perkawanan. Tapi dalam situasi sekarang, ketika suhu politik
kekuasaan sedang panas-panasnya, dua kosa kata itu bisa bermakna pejoratif. Ia
bermetamorfosa menjadi kata yang menohok. Sebutan melecehkan. Panggilan
merendahkan. Landihan yang sungguh tak pantas ditujukan pada sesama. Siapapun
dia. Apakah kawan atau pun lawan. Apakah preferensi politiknya berbeda ataupun
tidak.