Cinta adalah perasaan yang
dimiliki oleh setiap mahluk di dunia, setiap mahluk yang hidup wajar sesuai
dengan kodrat dan kekuasaan alam. Cinta bukan merupakan sesuatu yang kotor dan
bukan merupakan hal yang tak patut dibicarakan. Sebaliknya daripada itu! Cinta
antara pria dan wanita adalah hal yang amat wajar, merupakan anugrah dari
Tuhan, merupakan dorongan alamiah yang tak dapat dibantah.
Bahkan
tak dapat dihindarkan dan tak dapat dibuang karena cinta ini pula yang membuat
manusia masih berlangsung ada di dunia ini, berkembang biak dan mencipta
generasi demi generasi. Karenanya, cinta adalah bersih dan murni, tidak kotor
dan bukannya tidak patut dibicarakan, bahkan seharusnya dibicarakan agar tidak
disalah gunakan.
Biarpun
cinta antara lawan kelamin merupakan kodrat dan dimiliki oleh setiap mahluk,
dari yang terkecil sampai yang terbesar, namun karena manusia adalah mahluk
yang berakhlak dan berakal budi, maka tidaklah dapat disamakan dengan mahluk
lain yang dalam hal cinta kasih semata-mata menurut dorongan kodrat belaka.
Cinta antara pria dan wanita diciptakan oleh kodrat dan pembawaan yang sudah
ada pada setiap mahluk yaitu daya tarik yang ada di antara lawan kelamin.
Tanpa
diberi tahu, tanpa membaca buku, jika masanya sudah tiba sesuai dengan usianya,
seorang pemuda akan tertarik melihat seorang pemudi, dan sebaliknya. Rasa
tertarik ini menimbulkan suka yang disebut cinta, kasih atau asmara. Tidak
berhenti sampai di situ saja. Cinta antara pria dan wanita yang normal diikuti
oleh bangkitnya nafsu berahi yang wajar, diikuti pula oleh hubungan kelamin
yang juga sudah wajar Segala macam mahluk di dunia ini, kecuali manusia, akan
melakukan hal ini, yaitu saling tertarik dan saling mendekati, menurut nafsu
berahi melakukan hubungan kelamin.
Adakah seorang pun dapat mengatakan bahwa perkembangan dan perbuatan itu kotor dan tidak patut? Sama sekali tidak! Akan tetapi, sekali lagi ditekankan bahwa manusia bukanlah sembarangan mahluk! Tanpa berunding lebih dulu, manusia seluruh dunia ini telah membangun dan mendirikan mercusuar di antara segala mahluk yang disebut peradaban yang melahirkan prikemanusiaan!
Adakah seorang pun dapat mengatakan bahwa perkembangan dan perbuatan itu kotor dan tidak patut? Sama sekali tidak! Akan tetapi, sekali lagi ditekankan bahwa manusia bukanlah sembarangan mahluk! Tanpa berunding lebih dulu, manusia seluruh dunia ini telah membangun dan mendirikan mercusuar di antara segala mahluk yang disebut peradaban yang melahirkan prikemanusiaan!
Prikemanusiaan
inilah yang melahirkan hukum-hukum yang dibuat oleh manusia sendiri,
disesuaikan dengan rasa, dengan kebiasaan, dan dengan kepercayaan golongan masing-masing.
Lahir pula hukum-hukum susila yang melarang pria dan wanita melakukan hubungan
kelamin di luar pengesahan hukum. Terciptalah istilah-istilah dan sebutan bagi
perbuatan-perbuatan yang melanggar garis yang ditentukan ini, misalnya
perjinaan, perkosaan dan lain-lain.
Cintanya
itu sendiri, nafsu birahinya itu sendiri, dan hubungan kelamin itu sendiri
tetap brsih dan murni, bukanlah hal yang tidak patut. Hanya perbuatan melanggar
garis hukum itulah yang tidak patut, karena sudah tahu ada garis tetap
dilanggar sehingga tentu saja menimbulkan pertentangan-pertentangan.
Baca Juga Kemunapikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar