Kamis, 09 Agustus 2018

TENTANGKU BINTANGMU 4


Kau tak perlu menggerutu dengan caraku menyayangimu. Sebab matahari yang pernah kukisahkan datang menemui pagi selalu sama dalam warna. Selalu sempurna menjumpai manusia. Ia berkunjung menjenguk kita menumbuhkan kehidupan dan memoles alam dengan sejuta pesona. Seperti matahari pula, tak ingin jemu aku menggodamu. Tak ingin diam untuk sekedar membuatmu geram. Itulah caraku memuliakan kehadiranmu. Itulah dayaku mencintaimu, setulus hatiku. Setulus pengakuanku.
Kau tak perlu menggerutu dengan caraku menyayangimu, seperti tanda yang pernah kaujumpai di pangkal malam. Warnanya kelabu dan mengaburkan jarak pandangmu. Mungkin wanginya menyesak di lubang hidung. Menekan ulu hati dan pasti menggoyahkan kedua kakimu. Maafkan aku. Aku menyangka ini soal biasa, sekalipun akhirnya membuatmu murka. Ini perkara sederhana tak perlu dinalar terlalu pintar, sekalipun membuat kedua matamu nanar. Sebab aku ingin selalu mengejutkanmu. Sebab aku ingin selalu menyaksikan kehadiranmu terasa mengusik dan berjejak di kesadaranku. 

Kau tak perlu menggerutu dengan caraku menyayangimu, Seperti suatu masa ketika keluhanmu menyentak kesadaranku. Kau bertutur tentang kejujuran yang disembunyikan. Kau menuntut pengakuan yang tak juga kau temukan. Sorot matamu mengabarkan pesan geram. Di gemuruh katakatamu tegas isyarat tentang tikaman yang membuatmu sempoyongan. Di stasi itu, aku sangat mengerti bagaimana merumuskan rasa yang seolah tak mudah lagi aku cerna. Setulus pengakuanku, tak ingin aku menjadi duri yang menorehkan luka di telapak kakimu. Seikhlas rasaku tentangmu tak sudi aku menjadi onak di setiap langkahmu. Dan seperti yang kau baca di statusku “aku hendak memberimu jalan supaya kesadaranmu terselamatkan. Agar nalarmu tak buta membaca peristiwa”. 
Kau tak perlu menggerutu dengan caraku menyayangimu, ketika malam genap bersaksi menumpahi letih badanku. Ketika mata dipaksa untuk selalu awas terjaga mengindera. Ingatanku tentangmu selalu terlihat menggeliat. Ia berdenyut mengerubungi setiap sel sarafku. Ia menggenapi rindu yang lipatannya selalu terpilin rapih. Ia bergemuruh memaksaku untuk segera menjumpai mimpi di tidurmu. Sayup kudengar lagu dan kuamini setiap katanya, “Love me when I'm wrong. Hold me when I'm scared” (3 Doors Down)


De Also Layang Kusumah
Baca Juga  Tentangku Bintangmu 3


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...