SANTET
Santet merupakan bagian dari ilmu hitam yang lahir dari
budaya lokal. Fenomena santet sudah dikenal sejak jaman dahulu pada masa Hindu.
Santet juga merupakan ilmu yang dikembangkan oleh masyarakat lokal. Orang yang
dikenai ilmu santet tersebut biasanya sangat menderita. Akan tetapi
kadang-kadang orang disekitarnya justru tidak memahami bahwa yang menyebabkan
penderitaan tersebut ialah santet.
Pada orang yang tidak mau memahami bahwa yang diderita
tersebut ialah santet, biasanya akan mengalami dua kali penderitaan, karena si
penderita akan menjadi uji coba medis, bisa jadi sampai berulangkali dioperasi
sehingga justru mengalami disfungsi organ tubuh.
Ilmu hitam yang disebut santet sangatlah merugikan dan
membahayakan orang lain yang dapat dilakukan dari jarak jauh dan jarak dekat
yang biasanya berakibat fatal terhadap target, bisa jadi penyakit aneh dan
berujung kematian. Santet bukan hanya berkembang di Negara Indonesia, akan
tetapi berkembang di negara-negara lain juga.
Keberadaan santet sudah ribuan tahun adanya, dan
pertumbuhannya sejajar dengan kebudayaan manusia. Santet berkembang dengan banyak
nama tergantung dimana tempatnya. Ilmu santet yang dimiliki oleh seseorang biasanya
merupakan berasal dan pengetahuan-pengetahuan tradisional dan berguru pada
seseorang yang dianggap mumpunin yaitu dengan cara mengolah energi dan juga
mengolah diri dengan menggunakan pola yang sudah ditentukan menurut tradisi dan
gurunya contohnya menggunakan mantra, doa dan ritual ritual tertentu. Disamping
dua tadi yaitu mengolah energi dan mengolah diri, Ada pula yang memanfaatkan
pusaka dan jimat sebagai sarana untuk memperkuatnya. Karena pengetahuan tentang
ilmu santet dan juga cara ritual-ritual dikenalnya dari tradisional. Maka ilmu
itu juga bisa disebut sebagai kearifan lokal.
DUKUN SANTET
Dukun santet ialah profesi seseorang yang melakukan ilmu gaib
agesif atau destruktif itulah dukun santet. Mereka merupakan suatu kategori
khusus dan cap hitam dalam masyarakat umum. Orang-orang yang mempunyai ittikad
baik atau maksud baik tidak akan pergi kepada seorang dukun santet.
Para dukun yang melakukan ilmu gaib produktif dan protektif
tidak akan melakukan ilmu hitam atau ilmu santet tersebut. Para dukun ilmu
santet biasanya melayani orang-orang yang mempunyai maksud yang tidak baik,
seperti contoh; keinginan agar musuh atau saingannya disakiti atau dirugikan.
Para dukun santet, dalam kerjanya tidak pernah lepas dari
hitung-hitungan tersendiri. Dengan bahasa lain mereka selalu menggunakan waktu
atau petangan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil satu tindakan. Petangan adalah
cara menghitung waktu serta tanggal-tanggal yang baik, juga memperhatikan tujuh
pasaran hari, tanggal-tanggal penting atau tertentu yang ditentukan pada sistem
penanggalan yang ada, yang memang dasar penangggalan itu dimanfaatkan untuk
berbagai tujuan.
Dukun santet, dalam kehidupan sehari-hari biasanya mereka
seperti layaknya orang biasa, mereka hidup bergaul dengan masyarakat lainnya.
Beberapa di antara mereka bahkan tidak khusus bekerja sebagai dukun santet.
Namun jelas bahwa aktivitas sebagai dukun sangatlah terlihat dan juga untuk
menjadi dukun santet menuntut suatu kemampuan yang khusus. Kemampuan khusus ini
mungkin sebagian diperoleh karena mempunyai bakat, tetapi sebagian besar
didapatnya dengan belajar.
Para dukun santet sangat yakin bahwa kemampuan serta
ketrampilan yang dimilikinya hanya dapat diperoleh atau menaikan tingkatan
dengan melakukan ritual dan bertapa. Karena itu orang yang menjadi dukun santet
sering menjalankan puasa, bersemedi dan melakukan latihan-latihan kebatinan
lainnya.
Cara-cara inilah yang terutama membuat orang percaya bahwa
seorang dukun memiliki kekuatan yang luar biasa. Berbagai cerita yang kemudian beredar
mengenai kekuatan sakti seorang dukun tertentu, membuatnya terkenal.
Pengkajian secara lebih mendalam mengenai perkara santet
perlu dikaji agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada kekacauan
sosial atau penderitaan. Agar masyarakat pun dapat langsung mengantisipasi jika
melihat fenomena penyakit bukan disebabkan oleh penyakit medis. Adapun juga
biar masyarakat tidak salah dalam melangkah karena di samping dukun santet ada
juga orang yang berbuat kebalikannya dari dukun santet yaitu orang yang dapat
menyembuhkan santet atau penyakit medis lainnya itupun di sebut dukun. Terlebih
penting perlu dideskripsikan antara fenomena santet dengan kearifan lokal
budaya nusantara.
DUKUN PENGOBAT
Untuk menjadi dukun pengobat tidak ada sekolah formalnya. Biasanya
para calon dukun mula-mula bekerja sebagai pembantu atau asisten dari seorang
dukun, kebanyakan orang tua mereka sendiri. Dengan demikian perdukunan ada
kesan seakan-akan keahlian itu diwariskan kepada keturunannya. Kecuali kemampuan
penerawangan dan mengobati orang sakit itu harus belajar dan diajarkan, tiada
ada keahlian murni dari dalam diri seorang dukun, orang yang ingin menjadi
dukun harus belajar berbagai teknik khusus untuk melakukan ritual-ritual untuk
menyembuhkan dan ritual-ritual ilmu gaib, mereka juga harus mengetahui khasiat
dan berbagai tumbuh-tumbuhan, menghafal mantera mantera atau aurod, dan tentu
saja juga ada yang mempelajari buku-buku primbon. terutama mereka yang ingin
memiliki kepandaian ilmu gaib petangan. mereka yang ingin memiliki kepandaian
untuk mengobati orang harus mempelajari buku-buku pengobatan.
KESIMPULAN
Demikian akhir dari tulisan tentang perdukunan, inti
atau saripati dari tulisan di atas hanya merupakan perjalanan dan renungan
penulis tentang paradigma dukun baik dan dukun buruk, serta nama dukun sendiri,
banyak yang menganggap bahwa profesi atau sandangan nama dukun di identikan
dengan hal yang buruk, pada dukun hanya sebuah sandangan atau gelar, baik dan
buruknya tergantung dari yang orang yang menyandangnya dan yang memkai nama
dukun tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar