Minggu, 25 November 2018

PERBEDAAN DUKUN SANTET DAN DUKUN PENGOBAT

SANTET
Santet merupakan bagian dari ilmu hitam yang lahir dari budaya lokal. Fenomena santet sudah dikenal sejak jaman dahulu pada masa Hindu. Santet juga merupakan ilmu yang dikembangkan oleh masyarakat lokal. Orang yang dikenai ilmu santet tersebut biasanya sangat menderita. Akan tetapi kadang-kadang orang disekitarnya justru tidak memahami bahwa yang menyebabkan penderitaan tersebut ialah santet.
Pada orang yang tidak mau memahami bahwa yang diderita tersebut ialah santet, biasanya akan mengalami dua kali penderitaan, karena si penderita akan menjadi uji coba medis, bisa jadi sampai berulangkali dioperasi sehingga justru mengalami disfungsi organ tubuh.
Ilmu hitam yang disebut santet sangatlah merugikan dan membahayakan orang lain yang dapat dilakukan dari jarak jauh dan jarak dekat yang biasanya berakibat fatal terhadap target, bisa jadi penyakit aneh dan berujung kematian. Santet bukan hanya berkembang di Negara Indonesia, akan tetapi berkembang di negara-negara lain juga.
Keberadaan santet sudah ribuan tahun adanya, dan pertumbuhannya sejajar dengan kebudayaan manusia. Santet berkembang dengan banyak nama tergantung dimana tempatnya. Ilmu santet yang dimiliki oleh seseorang biasanya merupakan berasal dan pengetahuan-pengetahuan tradisional dan berguru pada seseorang yang dianggap mumpunin yaitu dengan cara mengolah energi dan juga mengolah diri dengan menggunakan pola yang sudah ditentukan menurut tradisi dan gurunya contohnya menggunakan mantra, doa dan ritual ritual tertentu. Disamping dua tadi yaitu mengolah energi dan mengolah diri, Ada pula yang memanfaatkan pusaka dan jimat sebagai sarana untuk memperkuatnya. Karena pengetahuan tentang ilmu santet dan juga cara ritual-ritual dikenalnya dari tradisional. Maka ilmu itu juga bisa disebut sebagai kearifan lokal.


DUKUN SANTET
Dukun santet ialah profesi seseorang yang melakukan ilmu gaib agesif atau destruktif itulah dukun santet. Mereka merupakan suatu kategori khusus dan cap hitam dalam masyarakat umum. Orang-orang yang mempunyai ittikad baik atau maksud baik tidak akan pergi kepada seorang dukun santet.
Para dukun yang melakukan ilmu gaib produktif dan protektif tidak akan melakukan ilmu hitam atau ilmu santet tersebut. Para dukun ilmu santet biasanya melayani orang-orang yang mempunyai maksud yang tidak baik, seperti contoh; keinginan agar musuh atau saingannya disakiti atau dirugikan.
Para dukun santet, dalam kerjanya tidak pernah lepas dari hitung-hitungan tersendiri. Dengan bahasa lain mereka selalu menggunakan waktu atau petangan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil satu tindakan. Petangan adalah cara menghitung waktu serta tanggal-tanggal yang baik, juga memperhatikan tujuh pasaran hari, tanggal-tanggal penting atau tertentu yang ditentukan pada sistem penanggalan yang ada, yang memang dasar penangggalan itu dimanfaatkan untuk berbagai tujuan.
Dukun santet, dalam kehidupan sehari-hari biasanya mereka seperti layaknya orang biasa, mereka hidup bergaul dengan masyarakat lainnya. Beberapa di antara mereka bahkan tidak khusus bekerja sebagai dukun santet. Namun jelas bahwa aktivitas sebagai dukun sangatlah terlihat dan juga untuk menjadi dukun santet menuntut suatu kemampuan yang khusus. Kemampuan khusus ini mungkin sebagian diperoleh karena mempunyai bakat, tetapi sebagian besar didapatnya dengan belajar.
Para dukun santet sangat yakin bahwa kemampuan serta ketrampilan yang dimilikinya hanya dapat diperoleh atau menaikan tingkatan dengan melakukan ritual dan bertapa. Karena itu orang yang menjadi dukun santet sering menjalankan puasa, bersemedi dan melakukan latihan-latihan kebatinan lainnya.
Cara-cara inilah yang terutama membuat orang percaya bahwa seorang dukun memiliki kekuatan yang luar biasa. Berbagai cerita yang kemudian beredar mengenai kekuatan sakti seorang dukun tertentu, membuatnya terkenal.
Pengkajian secara lebih mendalam mengenai perkara santet perlu dikaji agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pada kekacauan sosial atau penderitaan. Agar masyarakat pun dapat langsung mengantisipasi jika melihat fenomena penyakit bukan disebabkan oleh penyakit medis. Adapun juga biar masyarakat tidak salah dalam melangkah karena di samping dukun santet ada juga orang yang berbuat kebalikannya dari dukun santet yaitu orang yang dapat menyembuhkan santet atau penyakit medis lainnya itupun di sebut dukun. Terlebih penting perlu dideskripsikan antara fenomena santet dengan kearifan lokal budaya nusantara.

DUKUN PENGOBAT
Untuk menjadi dukun pengobat tidak ada sekolah formalnya. Biasanya para calon dukun mula-mula bekerja sebagai pembantu atau asisten dari seorang dukun, kebanyakan orang tua mereka sendiri. Dengan demikian perdukunan ada kesan seakan-akan keahlian itu diwariskan kepada keturunannya. Kecuali kemampuan penerawangan dan mengobati orang sakit itu harus belajar dan diajarkan, tiada ada keahlian murni dari dalam diri seorang dukun, orang yang ingin menjadi dukun harus belajar berbagai teknik khusus untuk melakukan ritual-ritual untuk menyembuhkan dan ritual-ritual ilmu gaib, mereka juga harus mengetahui khasiat dan berbagai tumbuh-tumbuhan, menghafal mantera mantera atau aurod, dan tentu saja juga ada yang mempelajari buku-buku primbon. terutama mereka yang ingin memiliki kepandaian ilmu gaib petangan. mereka yang ingin memiliki kepandaian untuk mengobati orang harus mempelajari buku-buku pengobatan.

KESIMPULAN
Demikian akhir dari tulisan tentang perdukunan, inti atau saripati dari tulisan di atas hanya merupakan perjalanan dan renungan penulis tentang paradigma dukun baik dan dukun buruk, serta nama dukun sendiri, banyak yang menganggap bahwa profesi atau sandangan nama dukun di identikan dengan hal yang buruk, pada dukun hanya sebuah sandangan atau gelar, baik dan buruknya tergantung dari yang orang yang menyandangnya dan yang memkai nama dukun tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...