As-syahadatain
merupakan salah satu toreqat yang berada di wilayah cirebon tepatnya di desa
panguragan, toreqat ini berdiri dari tahun 1940 dan di resmikan pada tahun 1951
oleh presiden pertama Indonesai bapak Ir. Soekarno. Pendiri dari toreqat ini
ialah Sayyidi Syehkhunal mukarom sayyid umar bint Ismail bint yahya.
Beliau
sayyid Umar lahir di Arjawinangun pada pada tanggal 22 Juni 1888 atau h
hitungan masehinya 12 Rabiu’ul Awwal 1298 H. Ayahnya, bernama Syarif Ismail, salah
seorang penyebar agama Islam di Nusantara. Ibunya asli orang Arjawinangun,
bernama Siti Suniah binti H.Shiddiq. Sayyid umar merupakan keterunan dari
kanjeng nabi yang bersanad dari sayyidina husein putra dari sayyidan Ali bint
abu tholib. Beliau mempunyai saudar yang bernama Qasim bint ismail bint yahya,
Ibrahim bint ismail bint yahya, dan Abdullah bint ismail bint yahya.
Beliau mendapat Pendidikan agamanya
langsung dari ayahnya sendiri, yang kemudian mengembara ke berbagai pesantren
yang berada di Jawa Barat. Dari usia 7 tahunan, beliau sudah di lepas untuk
mondok/nyantri, pondok pertama yang di datangi yaitu pondok pesantren Ciwedus,
Kuningan. Sebelum Abah Umar berangkat mesantren ke Ciwedus, yang saat itu pemimpin
atau pengasuhnya KH. Ahmad Saubari. Sedikit cerita sayyid umar di pesantren
Ciwedus beliau selalu hadir dalam pengajian yang disampaikan oleh KH. Ahmad
Saubar baik dalam pengajian kitab kuning ataupun tausiyah, akan tetapi di
tempat pengajian beliau hanya tiduran malahan ada kalanya pulas di samping sang
guru, keunikan dari sayyid umar yang mungkin itu sebagai khawariqnya beliau
selalu mengingatkan KH. Ahmad Saubar kalau ketika membaca kitabnya ada
kesalahan. Dengan kejadian tersebut para santripun kalau deres di kamar apabila
ada kesalahan selalu diluruskan oleh sayyid Umar, dari sanalah akhirnya para
santri hormat dan memuliakannya.
Setelah
mesantren dari Ciwedus dan setelah KH. Ahmad Saubar di ba’iat oleh Abah Umar
untuk diajarkan Ilmu Syahadat. Sayyid umar melanjutkan nyantri ke pesantren
Bobos di bawah asuhan KH. Syuja’I di bobos pun kurang lebih dua tahun lalu
pindah ke pasantren pondok Buntet di bawah asuhan KH. Abbas. Terus dilanjutkan
selama kurang lebih lima di pesantren Majalengka di bawah asuhan KH. Anwar dan
KH. Abdul Halim.
Pada
akhirnya setelah melewati beberapa pesantren beliau pulang, dan membuat atau
mendirikan sebuah pengajian di Panguragan yang dikenal dengan sebutan
“Pengajian Abah Umar” di pengajian tersebut beliau menerangkat tentang Syahadat
dan menyampaikan Hakekat Syahadat dari Syarif Hidayatullah, sehingga para
santrinya dikenal dengan sebutan “Buka Syahadat atau Ngaji Syahadat”. Pengajian
Syahadatnya Abah Umar pun terdengar ke seluruh plosok negeri bahkan sampai ke
tetangtangga Negara yaitu Malaysia, sehingga banyak orang yang datang untuk belajar
dan Bai’at kepada sayyid Umar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar