Selasa, 27 November 2018

Sekilas Syehkhunal mukarom sayyid umar bint Ismail bint yahya


As-syahadatain merupakan salah satu toreqat yang berada di wilayah cirebon tepatnya di desa panguragan, toreqat ini berdiri dari tahun 1940 dan di resmikan pada tahun 1951 oleh presiden pertama Indonesai bapak Ir. Soekarno. Pendiri dari toreqat ini ialah Sayyidi Syehkhunal mukarom sayyid umar bint Ismail bint yahya.
Beliau sayyid Umar lahir di Arjawinangun pada pada tanggal 22 Juni 1888 atau h hitungan masehinya 12 Rabiu’ul Awwal 1298 H. Ayahnya, bernama Syarif Ismail, salah seorang penyebar agama Islam di Nusantara. Ibunya asli orang Arjawinangun, bernama Siti Suniah binti H.Shiddiq. Sayyid umar merupakan keterunan dari kanjeng nabi yang bersanad dari sayyidina husein putra dari sayyidan Ali bint abu tholib. Beliau mempunyai saudar yang bernama Qasim bint ismail bint yahya, Ibrahim bint ismail bint yahya, dan Abdullah bint ismail bint yahya.
Beliau mendapat Pendidikan agamanya langsung dari ayahnya sendiri, yang kemudian mengembara ke berbagai pesantren yang berada di Jawa Barat. Dari usia 7 tahunan, beliau sudah di lepas untuk mondok/nyantri, pondok pertama yang di datangi yaitu pondok pesantren Ciwedus, Kuningan. Sebelum Abah Umar berangkat mesantren ke Ciwedus, yang saat itu pemimpin atau pengasuhnya KH. Ahmad Saubari. Sedikit cerita sayyid umar di pesantren Ciwedus beliau selalu hadir dalam pengajian yang disampaikan oleh KH. Ahmad Saubar baik dalam pengajian kitab kuning ataupun tausiyah, akan tetapi di tempat pengajian beliau hanya tiduran malahan ada kalanya pulas di samping sang guru, keunikan dari sayyid umar yang mungkin itu sebagai khawariqnya beliau selalu mengingatkan KH. Ahmad Saubar kalau ketika membaca kitabnya ada kesalahan. Dengan kejadian tersebut para santripun kalau deres di kamar apabila ada kesalahan selalu diluruskan oleh sayyid Umar, dari sanalah akhirnya para santri hormat dan memuliakannya.

Setelah mesantren dari Ciwedus dan setelah KH. Ahmad Saubar di ba’iat oleh Abah Umar untuk diajarkan Ilmu Syahadat. Sayyid umar melanjutkan nyantri ke pesantren Bobos di bawah asuhan KH. Syuja’I di bobos pun kurang lebih dua tahun lalu pindah ke pasantren pondok Buntet di bawah asuhan KH. Abbas. Terus dilanjutkan selama kurang lebih lima di pesantren Majalengka di bawah asuhan KH. Anwar dan KH. Abdul Halim.
Pada akhirnya setelah melewati beberapa pesantren beliau pulang, dan membuat atau mendirikan sebuah pengajian di Panguragan yang dikenal dengan sebutan “Pengajian Abah Umar” di pengajian tersebut beliau menerangkat tentang Syahadat dan menyampaikan Hakekat Syahadat dari Syarif Hidayatullah, sehingga para santrinya dikenal dengan sebutan “Buka Syahadat atau Ngaji Syahadat”. Pengajian Syahadatnya Abah Umar pun terdengar ke seluruh plosok negeri bahkan sampai ke tetangtangga Negara yaitu Malaysia, sehingga banyak orang yang datang untuk belajar dan Bai’at kepada sayyid Umar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...