Rabu, 28 November 2018

Juristic Preference or Istihsan in Islamic Law

Istihsan is one of the sources in Islamic law that is accepted by most of schools of law, but is strongly opposed by al-Shafi'i (d.820). The concept of Istihsan is formulated by the supporter of this concept in order to avoid the total dependency on the explicit understanding of the texts or Zahir al-Nas either from the Qur’an, Sunnah or Ijma‘ (Consensus). It is also developed to avoid the excessive use of Qiyas (analogy) that can upset the principle of Maslahah (public interest) in the application of a particular law. 
The word Istihsan from the language point of view is an Arabic word derived from the word al-husn which means good which is the opposite meaning of al-qubh which means bad. The word is used to express of decorating or improving or considering something to be good (Al-Razi, Zayn al-Din Muhammad bin Abi Bakr bin ‘Abd al-Qadir 1995). There is however a disagreement among the scholars as to its technical definition which is due to their disagreement on the acceptance of Istihsan itself as a source of law. For scholars who reject the validity of Istihsan, consider it as free reasoning without the guidance from the texts which is prohibited.

Selasa, 27 November 2018

Sekilas Syehkhunal mukarom sayyid umar bint Ismail bint yahya


As-syahadatain merupakan salah satu toreqat yang berada di wilayah cirebon tepatnya di desa panguragan, toreqat ini berdiri dari tahun 1940 dan di resmikan pada tahun 1951 oleh presiden pertama Indonesai bapak Ir. Soekarno. Pendiri dari toreqat ini ialah Sayyidi Syehkhunal mukarom sayyid umar bint Ismail bint yahya.
Beliau sayyid Umar lahir di Arjawinangun pada pada tanggal 22 Juni 1888 atau h hitungan masehinya 12 Rabiu’ul Awwal 1298 H. Ayahnya, bernama Syarif Ismail, salah seorang penyebar agama Islam di Nusantara. Ibunya asli orang Arjawinangun, bernama Siti Suniah binti H.Shiddiq. Sayyid umar merupakan keterunan dari kanjeng nabi yang bersanad dari sayyidina husein putra dari sayyidan Ali bint abu tholib. Beliau mempunyai saudar yang bernama Qasim bint ismail bint yahya, Ibrahim bint ismail bint yahya, dan Abdullah bint ismail bint yahya.
Beliau mendapat Pendidikan agamanya langsung dari ayahnya sendiri, yang kemudian mengembara ke berbagai pesantren yang berada di Jawa Barat. Dari usia 7 tahunan, beliau sudah di lepas untuk mondok/nyantri, pondok pertama yang di datangi yaitu pondok pesantren Ciwedus, Kuningan. Sebelum Abah Umar berangkat mesantren ke Ciwedus, yang saat itu pemimpin atau pengasuhnya KH. Ahmad Saubari. Sedikit cerita sayyid umar di pesantren Ciwedus beliau selalu hadir dalam pengajian yang disampaikan oleh KH. Ahmad Saubar baik dalam pengajian kitab kuning ataupun tausiyah, akan tetapi di tempat pengajian beliau hanya tiduran malahan ada kalanya pulas di samping sang guru, keunikan dari sayyid umar yang mungkin itu sebagai khawariqnya beliau selalu mengingatkan KH. Ahmad Saubar kalau ketika membaca kitabnya ada kesalahan. Dengan kejadian tersebut para santripun kalau deres di kamar apabila ada kesalahan selalu diluruskan oleh sayyid Umar, dari sanalah akhirnya para santri hormat dan memuliakannya.

Minggu, 25 November 2018

PERBEDAAN DUKUN SANTET DAN DUKUN PENGOBAT

SANTET
Santet merupakan bagian dari ilmu hitam yang lahir dari budaya lokal. Fenomena santet sudah dikenal sejak jaman dahulu pada masa Hindu. Santet juga merupakan ilmu yang dikembangkan oleh masyarakat lokal. Orang yang dikenai ilmu santet tersebut biasanya sangat menderita. Akan tetapi kadang-kadang orang disekitarnya justru tidak memahami bahwa yang menyebabkan penderitaan tersebut ialah santet.
Pada orang yang tidak mau memahami bahwa yang diderita tersebut ialah santet, biasanya akan mengalami dua kali penderitaan, karena si penderita akan menjadi uji coba medis, bisa jadi sampai berulangkali dioperasi sehingga justru mengalami disfungsi organ tubuh.
Ilmu hitam yang disebut santet sangatlah merugikan dan membahayakan orang lain yang dapat dilakukan dari jarak jauh dan jarak dekat yang biasanya berakibat fatal terhadap target, bisa jadi penyakit aneh dan berujung kematian. Santet bukan hanya berkembang di Negara Indonesia, akan tetapi berkembang di negara-negara lain juga.
Keberadaan santet sudah ribuan tahun adanya, dan pertumbuhannya sejajar dengan kebudayaan manusia. Santet berkembang dengan banyak nama tergantung dimana tempatnya. Ilmu santet yang dimiliki oleh seseorang biasanya merupakan berasal dan pengetahuan-pengetahuan tradisional dan berguru pada seseorang yang dianggap mumpunin yaitu dengan cara mengolah energi dan juga mengolah diri dengan menggunakan pola yang sudah ditentukan menurut tradisi dan gurunya contohnya menggunakan mantra, doa dan ritual ritual tertentu. Disamping dua tadi yaitu mengolah energi dan mengolah diri, Ada pula yang memanfaatkan pusaka dan jimat sebagai sarana untuk memperkuatnya. Karena pengetahuan tentang ilmu santet dan juga cara ritual-ritual dikenalnya dari tradisional. Maka ilmu itu juga bisa disebut sebagai kearifan lokal.

PERKENALAN SANTET


Santet merupakan bagian dari ilmu hitam yang lahir dari budaya lokal. Fenomena santet sudah dikenal sejak jaman dahulu pada masa Hindu. Santet juga merupakan ilmu yang dikembangkan oleh masyarakat lokal. Orang yang dikenai ilmu santet tersebut biasanya sangat menderita. Akan tetapi kadang-kadang orang disekitarnya justru tidak memahami bahwa yang menyebabkan penderitaan tersebut ialah santet.
Pada orang yang tidak mau memahami bahwa yang diderita tersebut ialah santet, biasanya akan mengalami penderitaan double, karena si penderita akan menjadi uji coba medis, bisa jadi sampai berulangkali dioperasi sehingga justru mengalami disfungsi organ tubuh.
Ilmu hitam yang disebut santet sangatlah merugikan dan membahayakan orang lain yang dapat dilakukan dari jarak jauh dan jarak dekat yang biasanya berakibat fatal terhadap target, bisa jadi penyakit aneh dan berujung kematian. Santet bukan hanya berkembang di Negara Indonesia, akan tetapi berkembang di negara-negara lain juga.

PERKEMBANGAN SANTET

Santet merupakan salah satu ilmu yang kerap menjadi kontroversi karena dianggap bertentangan dengan agama. Tapi jika dihadapkan pada fenomena sosial di masyarakat, akan berbeda ceritanya. Ilmu tersebut selalu ada, banyak yang mencaci akan tetapi juga banyak yang mencari. Selain di nusatara ilmu ini juga berkembang di Negara lain seperti Eropa, Afrika, India, dan di bagian lain dunia ini. 
Ilmu santet ini tidak hanya menggunakan kekuatan pikiran dan bantuan makhlus halus, ada banyak cara yang sering dilakukan oleh para dukun pengguna santet dalam mengirimkan teluhnya. Salah satunya dengan cara lebih berfokus bagaimana mengubah benda yang akan dijadikan medium itu berubah menjadi energi yang bisa menyerang secara kasatmata ke dalam tubuh target, hanya dengan energi dari benda yang dijadikan medium ini yang paling susah untuk penyembuhannya karena barang masih di pegang si pengirim santet.
Contoh dari barang yang hadi kirim energinya saja diantaranya paku, silet, dan lainnya diubah menjadi semacam energi untuk dikirim secara gaib kepada seseorang di tempat lain dengan tujuan merusak ke dalam tubuh target. Kasus diatas merupakan pengembangan dari kasus pengriman dari padat ke energi dan di kepadatkan lagi setelah mencapai target/orang yang dituju. Akan tetapi di kasusu ini, energi tersebut tidak diubah kembali menjadi mated aslinya (rematerialisasi). Akan tetapi tetap menjadi energi dan mediumnya tetap di pegang sama pengirim santetnya.

Jumat, 23 November 2018

BERTEMU MAULANA


Dalam kemalasanku, aku berniat habiskan waktu sore ini untuk tidur. Mengatasi segala kebimbangan dan segala bentuk takut. Mungkin pembaca merasa heran, kenapa harus tidur ? Bukankah itu suatu bentuk kemalasan yang sangat ? Aku Jawab, bisa iya, bisa tidak.
Belum lama aku tertidur, sebelumnya tak penah dijanjikan atau direncanakan. Suara tawa terdengar dari jauh, samar-samar, mulai mendekat dan semakin nyaring tawanya. Perlahan langkah demi langkah kurasa betul, berjalan menghampiriku yang sedang duduk termenung sendirian. Berbaju putih, bersarung putih serta sorban pun putih. Semuanya putih.
Sejenak suasana menjadi tambah hening, hening sekali. Aku coba tatap dengan jelas, siapakah orang yang datang di mimpiku ini dan sekarang berdiri di hadapanku. Hmmm……ternyata Maulana. Dia tersenyum melihatku, aku pun membalas senyumnya penuh tanda tanya.
Maulana : “Kenapa kamu is ?” memulai pembicaraan sambil menurunkan badannya, duduk bersila di hadapanku.
Saya : “Kau pasti tahu kebingunganku !” jawabku.
Maulana : “Tidak !, aku tidak tahu !” tegas Maulana.
Saya : “Lalu, kenapa kau datang dalam mimpiku ?” tanyaku penasaran.
Maulana : “Karena aku ingin !”, datar bicaranya.
Saya : “Hmmmm….gitu ya. Tidak mungkin tanpa alasan kau tiba-tiba datang kepadaku”. Semakin penasaran
Maulana : “Hahahaha…..”. Maulana Tertawa keras mendengar rasa penasaranku. “Aku memang sengaja datang kepadamu, karena aku lihat kau dalam kebingungan. Sepertinya sangat bingung, benarkah ?”. Matanya mendesak diriku bercerita tentang persoalan yang kuhadapi.

Kamis, 22 November 2018

HAJI HASAN MUSTHOFA


Haji Hasan Mustafa nyaeta salah saurang ulama nu geus masagi dina elmu pangaweruhna di bagbagan Agama Islam. nu Ngamaguron di mekah. salain ka Syekh Nawawi al-Bantani, anjeuna oge maguron ka Syekh Mustafa al-Afifi, Syekh Abdullah az-Zawawi, Hasballah, dan Syekh Bakar as-Satha, sadaya guru anjeun nganjrekna di mekah. Haji Hasan Mustofa ninggalkeun paguron-paguronna atawa Mekah dina taun 1882, kulantaran di angkir ku RH. 
Muhammad Musa, penghulu Garut dina mangsa harita. anjeuna diangkir mulang pikeun jadi panengah atawa ngarengsekeun pacogregan nu di akibatkeun ku salah paham di anatara ulama-ulama nu aya di garut. neupi ka bisa di rengsekeun ku bantuan RH. Muhammad Musa. salila 7 tahun anjeuna masihan wejangan atawa ngajar bagbagan Agama Islam teu berang teu peuting, nu utamana di Masjid Agung Garut.

Selasa, 20 November 2018

MEMBAKAR DARATAN BERSAMA NELAYAN TUA Bag. 2

Kulangkahkan kaki ke arah pantai. Kupanggil tukang sampan di muara sungai, Ternyata, ada enam orang dibelakangku yang juga minta diantar ke seberang sana. Di atas sampan wajahku berhadapan dengan wajah mereka. Lelaki tua berambut hitam putih berwajah ramah. Ia tersenyum kepadaku sambil menganggukkan kepalanya. Aku balas gerakan itu, juga dengan senyum di wajah.
“Mau ke mana Nak?” ia bertanya.
"Entah mau kemana pak, hanya sekedar ingin jalan-jalan. Bapak mau ke mana?" Aku balik bertanya.
"Mau ke tengah laut, mencari ikan. Kami nelayan, sekarang ini memang waktu kami untuk berlayar," jawabnya.
Ingin rasanya aku meminta di bawa pergi ke tengah laut, tapi aku segan. Namun setelah rasa itu bercampur aduk, tak kuhiraukan apa yang sebenarnya bergejolak dalam hati sampai pada titik kesimpulan “aku harus ikut ketengah laut”, dan segera aku berkata,
"Bolehkah saya ikut pak? Ke tengah laut bersama para nelayan lainya. Aku tidak akan merepotkan," pintaku dengan sedikit memelas.
"Sudah pernah melaut sebelumnya?" tanya nelayan wajah ramah.
"Belum. Tapi aku tahu aku memiliki perut yang kuat. bapak tidak usah khawatir, aku tidak akan mabuk laut," jawabku.

MEMBAKAR DARATAN BERSAMA NELAYAN TUA


TUHAN menyuruhku pergi. Memang tak bisa kutahan lagi hidungku mencium bau amis darah dan busuknya kotoran manusia. Ya Tuhan, aku memang tidak kuat!!! Aku memang harus pergi ke selatan! Aku berlari secepat mungkin. Tiba saatnya ketika diperjalan kabut turun dan angin dingin menusuk hingga sum-sum tulang. Tapi aku tak ingin berhenti. Aku harus pergi ke Selatan!, terus ke Selatan!. Konon disana ada semilir angin lembut dan gemuruhnya ombak samudra Hindia. Ya Tuhan, aku ingin cepat sampai disana.
Aku terus menuju Selatan. Jalan dengan ribuan kelok di antara kebun-kebun pemilik konglomerat begitu mengaduk perasaan. Aku berteriak mencoba melepaskan penatnya jiwa. Tapi itu tak lama. Aku kembali meringis dan menangis ketika melewati bukit-bukit. Ya Tuhan, pohon-pohon itu telah terganti dengan beton-beton yang tidak kalah tingginya! Desiran angin dan kicau burung hutan kini berganti dengan berisiknya mesin bor tanah yang sedang menusuk mecari dasar bumi dan tiba-tiba truk reyot pengangkut kayu berjalan persis dihadapanku.

Minggu, 18 November 2018

AWAL BENCANA RUMAH TANGGA BISA BERAWAL DARI SINI


BENCANA RUMAH TANGGA BISA BERAWAL DARI SINI
·         Sudah berumah tangga,tadinya adem Ayem
·         Berawal dari facebook atau medsos lainnya.
·         Ketemu 'teman lama'.
·         Dicari-cari yang satu sekolah, ternyata banyak.
·         Akhirnya berlanjut ke grup whatsapp.
·         Ramai-ramai chat nostalgia masa-masa lalu di sekolah.
·         Kenangan ini..
·         Kenangan itu..
·         Si ini dulu begini..
·         Si itu dulu begitu..
·         Saling goda, saling bercanda
sampai sini saja, STOP!tapi rasa itu bergejolak
·         Makin sering.. Makin akrab.. Makin seru..
·         Muncullah ide reuni ketemuan
·         Masing2 sibuk siapin penampilan
·         Baju baru, sepatu baru, jam baru
·         Pokoknya usaha tampil beda
·         Sampailah hari H ternyata si 'mantan' datang juga
·         Ketemu haha hihi ngobrol seru
·         Lupa waktu, lupa diri, lupa semuanya
Sampai sini rusak parah, TAUBAT!tapi rasa itu semakin dalam
·         Reuni selesai, sampai di rumah mulai saling japri
·         "Lagi apa..? Udah makan belum? Jangan lupa istirahat.. Semangat ya kerjanya."
·         Makin sering, makin asik, makin nyaman.
·         Akhirnya janjian hanya berdua ketemu
·         Jalan bareng, makan bareng, nonton bareng.
·         Sekali ga ketauan, kedua kali ga ketauan
·         Ketiga kali sudah lihai bohongnya
·         Makin bablas, makin jauh, makin jauuuhh...
·         Hingga berbulanbulan lamanya
·         Tahu itu terlarang, tapi nikmat dunia bikin mabuk kepayang
·         Lupa semua
·         Lupa sama yang selalu setia menunggu di rumah

Selasa, 13 November 2018

EXISTENSI POLITIK


Berhentilah bertutur sopan. Disamping tidak ada faedahnya. Bertutur sopan hanya akan menyebabkan Anda jauh dari kekuasaan. Mustahil bergelimang kekayaan. Tengoklah para politisi, mereka yang pandai memakilah yang selalu banyak ketiban rejeki. Di undang ke sana-sini tugasnya hanya memaki. Diliput media dan televisi kewajibanya ya mengumbar makian dan caci. Slogannya: "saya memaki, maka saya ada".
Menjaga urat kemarahan supaya tetap tegang adalah "amal sholeh". Menyertakan kata-kata buruk dan "mengajak" makhluk siluman dari setiap kata yang disampaikan adalah jalan mencapai ketenaran. Sungguh, kekuasaan dan kekayaan itu dekat. Sedekat urat nadi. Ya khan?!
Politisi yang baik, lembut hati dan halus tutur katanya. Punya integritas. Dimana dia? Sedang apa dia? Mereka terasing dari hiruk pikuk kekuasaan bahkan kebudayaan. Politisi jenis ini bisa disebut anomali demokrasi.
Cacat kekuasaan. Abnormal. Karena menyempal dari "kewarasan" yang tengah berlaku sekarang. Mereka pasti tak laku. Mustahil diburu kuli tinta dimintai pendapatnya. Percayailah pepatah ini, "good man never create history".

CINTA RASULLAH


Allah itu tujuan, tentu saja. Allah itu adalah orientasi utama dalam setiap doa-doa yang kita panjatkan, pasti. Karena itulah kita bersaksi kepada Allah dalam syahadat. Bersaksi kepada-Nya adalah meneguhkan kesadaran hanya Dia-lah "yang-awal" dan "yang-akhir". Hanya Dia dan hanya Dia muara dari seluruh gelisah dan pinta manusia.
Tapi benarkah kesadaran manusia bisa menunjukkan secara langsung bahwa Allah adalah sosok yang pantas disaksikan? Bisa! Kesadaran manusia bisa hidup dan berfungsi salah satunya karena ilmu. Ilmu menampilkan pengertian. Ilmu memberikan pemahaman. Ilmu membantu menumbuhkan keyakinan. Kesadaran manusia berhutang budi salah satunya kepada ilmu.
Apakah hanya dengan ilmu kesadaran manusia bisa dibangkitkan?
Mari kita lihat kalimat syahadat. Dalam kalimat syahadat tidak hanya Allah saja yang kita persaksikan keberadaanya. Tapi juga kita bersaksi tentang sosok lain, yaitu Muhammad. Siapa dia? Dia lah rasulullah. Manusia yang dipilih Allah untuk menjadi utusan-Nya.
Kenapa Allah memerlukan utusan? Bukankah Dia kuasa dalam segala hal? Bukankah dia tidak bergantung dan membutuhkan apapun dari manusia bahkan kepada Muhammad sekalipun? Tapi melalui al-Qur'an Allah memberikan jawaban: "Katakanlah olehmu Muhammad jika kamu sekalian mencintai Allah, maka ikutilah aku".

KAHIRUPAN


Eling- eling mangka eling
Rumingkang di bumi alam 
Darma wawayangan bae Raga taya pangawasa
Seni sunda pikeun suluk gambaran siloka diri 
Hirup ulah rek ka jongjonan mawa diri sing taliti 
Satincak make pikiran, pikiran ieu pepeling

Nyucruk galur ti Karuhun nutur lacak para wali nu nyambung ka balarea. Kalimah di luhur salah sahijipepeling pikeun urang nu ku melendang di alam marcapada, ngeunaan hirup jeung kahirupan nu geus dilakonan, jeung nu eukeur di lakonan sarta nu bakal kalakonan, hirup, hurip jeung hirupna urang nu kumelendang, kabeh oge balik deui ka urang mun ceuk salaha sahiji paribasa mah“Tamiang Meulit Kabitis” .
Kulantaran hirup teh lir ibarat tamiang meulit kabitis jadi hirup urang oge kudu nete taraje nicak hambalan, nyukcruk walungan, mapay wahangan, nu kaditunamah malapah gedang,  sok bisik melengkung bekas nyalahan, kulantaran sagal rupa nu di lakukeun ku urang balik deui ka urang, boh dina ka alusan atawa dina kagorengan. 

MALAPAH GEDANG CIRI KHAS SUNDA


Nyukcuk walungan mapay hawangan, kaditunamah malapah gedang, ieu mah rek mohokeun kabodoan kuring sorangan tapi amit ampun nya paralun lain rek adean ku kuda beureum lain mamatahan nitah teuleum kuya di leuwi. Tapi ngan saukur ngalatih nu aya dina diri.
Hirup jeung hurip urang dialam dunya, ngansaukur darma nu di kawasakeun atawa dipercaya, kumelendang dialam marcapada. salaku manusa urang di wajibkeun ta syakur, ta fakur jeung tong kufur, usahan sarta ikstiar pikeunn yang hareupan hirup jeung kahirupan sapopoe.
Ulah waka suka seuri mun can panggih jati diri” hiji kalimat nu ngabogaan arti nu jero sok sanajan remen kabandungan manusa ngalamun salaput umur, kahayang patemba-temba. anging kadar pangeran nu bakal tumiba jeung karandapan. urang kumelendang di alam marcapada ieu dingaranan manusa, bari urang salaku manusana pituin oge teu apal saha ari manusa?
Ulah waka urang ngudag ka Pangeranan nu nyiptakeun urang, tapi urang seli

Senin, 12 November 2018

SEORANG ISTERI


SEORANG ISTERI

Berterima kasihlah kepada perempuan,kepada ibumu dan istrimu.atas kekuatan hatinya dan ketabahan jiwanya menghadapi suami.kesediaannya mengandung seorang bayi,pewaris suaminya.rasa sakit fisikal,plus ujian psikis yang dijalaninya selama hamil....terlebih,saat buah hati menghirup dunian untuk pertama kalinya.dialah sang hawamu,yang menenangkan dan menyediakan setumpuk kasih sayangnya...apalagi saat sikecil menangis tak karuan meminta asupan gizi air susu ibunya,dialah istrimu orangnya. 
Bahkan saat si bayi menangis di malam yang begitu gelap,sedang suami tertidur pulas setelah bekerja seharian mncari nafkah,dialah istrimu pasangan hidupmu yang bersedia menggendongnya,mententramkannya,padahal iapun sdh seharian berkutat dngn bayimu,penerusmu,dan stelah seharian bergelut dngn pernak pernik rumah tangga seharian penuh. Bayangkanlah jika perempuanmu itu,istrimu itu merangkap sebagai partner "bisnismu"dia ikut menopang perekonomian rumah tanggamu,maka gandalah tanggung jawabnya,menjadi istri,ibu dan pencari nafkah.
Pernahkah sekalipun terbersit dalam benak kalian para suami, prenak-prenik kejiwaan yang melingkupi istrimu, hatinya. Pelajaran berharga itu saat ia hamil dan merawat baik-baik calon ahli waris mu. Segenap ujian yang dilaluinya begitu hebat fisik dan psikis. Rasa sakit yang dialaminya, saat memperjuangkan buah hati kalian, mempertaruhkan nyawanya untuk penerusmu. 

Minggu, 11 November 2018

SONTOLOYO


Tema "sontoloyo" tibatiba menjalar mengepung pikiran manusia Indonesia kontemporer. Pro dan kontra di sana-sini. Sebagian menyebutnya sebagai terma peyoratif yang tak patut dilisankan oleh orang sekelas presiden. Sebagiannya bertahan dengan argumen tentang akurasi terma itu.
Ada yang salah dalam cara kita berpolitik. Ada yang tak patut pada cara kita mengkomunikasikan demokrasi dan kekuasaan. Sontoloyo lalu ditahbis sebagai sebutan bagi perilaku yang menjadikan politik dan demokrasi sebagai kurusetra. Medan pertempuran yang menghalalkan segala cara. Arena pertempuran yang hanya mengumbar hasrat purba manusia yang nihil etika dan keadaban.
Melampaui sebutan yang dilekatkan pada perilaku politisi yang hanya mengumbar hasrat purba dalam memburu kekuasaan, sontoloyo memiliki riwayat dan akar persoalan yang tidak sederhana. Paling tidak menurut saya. Ehmm...
Begini. Pertama, sontoloyo itu resultan atau akumulasi dari kekeliruan berpikir. Berpikir yang benar tidak sekadar benar dalam kalkulasi logika yang mempertimbangkan premis mayor, premis minor lalu konklusi. Berpikir yang benar adalah kesadaran menemukan "yang-paling-baik" diantara "yang-baik".

Panggung Politik 2


Latujut dari judul Panggung Politik
Karenanya, siapa saja yang merasa punya peran menjadi suara moral akan berfikir seribu kali untuk terjun di medan pergulatan ini, sebuah medan yang sepenuhnya tak bersih dan murni. Mungkin, ada sebagian kita yang menampik dunia politik, dunia orang ramai. Tapi menampik dunia politik sama artinya dengan pergi mengungsi ke sebuah gua dan urung mengubah dunia.
Memilih menjauh dari panggung politik dan mengelak dari kehidupan orang ramai tak dengan sendirinya meneguhkan sebuah posisi moral. Tak ada yang salah dengan politik, karena ia adalah bagian dari kehidupan publik. Sejatinya, subjek selalu berupa “inter-subjek”. Sebuah pertemuan antara "aku" dan "kau", menjelma menjadi "kita".

PANGGUNG POLITIK


Sejarah telah memilih Anda: 1 sampai 13. Tapi "memilih" bukanlah tindakan ketanpasengajaan. Sebuah laku acak tanpa “kematangan” pertimbangan. Memilih adalah membuat garis antara yang pantas dan tidak. Memilih adalah membuat kategori antara yang patut dan tidak.
Karena itu memilih bukanlah perkara bebas nilai. Ia bukan sejenis egologi yang sepi dari pengaruh. Persis, ia juga bukan suara batin yang murni dari bisikan dan hasutan.  Apapun pertimbangannya, memilih adalah isyarat bahwa manusia punya kehendak, memiliki kebebasan. 
Kita telah memilih 1 sampai 13. Dengan kesadaran, keseriusan, kemunafikan mungkin juga sekedar permainan. Tak jadi soal, sebab sejarah adalah bentangan peristiwa ketaksempurnaan, sejenis medan Kurusetra. Sebuah pertarungan yang tak usai antara yang tak nampak juga nyata.
Antara kesalehan juga kekurangajaran. Antara yang rasional dan irrasional. Tak bisa sempurna kita menulis sejarah, seperti halnya kita bisa kecewa, ketika jago yang kita elus tak beroleh nama juga angka. Tapi dengan itu, kita telah membuat jejak yang akan dibaca oleh mereka yang datang kelak setelah kita.

Sabtu, 10 November 2018

BERAGAMA ITU TERLIBAT


BERAGAMA ITU TERLIBAT
"Selama kita tidak belajar mencintai makhluk Allah, kita tidak akan pernah bisa benar-benar mencintai siapapun, dan kita tidak akan mengenal Allah dengan sebenar-benarnya".
مالم نتعلم كيف نحب خلق الله فلن نستطيع أن نحب حقا ولن نعرف الله حقا
Jika Nabi hanya kerasan berkhalwat di gua Hira maka Islam hanyalah gerak ritual semata. Jika Nabi hanya menyukai kesendirian di tempat sunyi dan sepi, maka Islam hanyalah sekedar agama untuk kesalehan manusia sendiri. Jika Nabi hanya sekadar menyeru Tuhan di altar ibadah dan penyembahan, maka Islam akan terasing dari kehidupan dan roda zaman.
Nabi tidak terus-terusan menyepi dan berkhlawat di goa Hira. Nabi juga tidak asyik ma'syuk menyeru Tuhan di altar penyembahan sendirian, terasing dari kehidupan. Nabi justeru terlibat dan aktif di tengah-tengah keramaian. Berpihak dalam urusan kemanusiaan. Melayani dan berkhidmat kepada umat dan rakyat dengan kelembutan, cinta dan kasih sayang yang sempurna.

لقد جاء كم رسول من انفسكم عزيز عليكم ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين رءوف الرحيم
Visi kenabian Muhammad Saw dengan itu adalah transformasi kehidupan sosial dengan tetap menjadikan spiritualitas sebagai jangkarnya. Meletakan dimensi transenden sebagai penopang seluruh perjuangannya.

Meludah Ke Langit 3


Lanjut dari Judul Meludah Ke Langit 2

Pemuda yang bertanya itu terdiam, mengkerutkan keningnya, kemudian dia bergumam, ‘benar juga apa yang dikatakan ibu ini. Bahwa aku menjadi terasing dengan kehidupan sendiri karena tidak pernah mempertanyaan hidupku, selain itu aku semakin dijauhkan dengan hidup karena serbuan pasar global dengan barang-barang hi-tech setiap harinya.’
“Mungkin pemikiran ibu benar, tapi itu tentu bukan kebenaran yang mutlak. Aku pun bagian dari kota yang menurut ibu banal ini, dan aku menyukainya. Namun terimakasih, sedikitnya aku tersadarkan oleh perkataan ibu barusan.” Dia menarik nafas cukup dalam.
“Setelah kamu menyadari apa yang terjadi, apa yang bisa kamu lakukan? Apakah akan sama seperti saya, menjadi orang yang dianggap gila karena sering meludah ke langit?”
“Tentu aku tidak akan seperti ibu, aku akan menjalani hidup seperti biasanya!” orang itu menjawab dengan cukup dingin.

Meludah Ke Langit 2


Lanjutan dari Judul Meludah Ke Langit

Hampir setahun perempuan itu meludah ke langit ketika berada di depan banyak orang. Setelah merasa bosan dengan tindakannya yang tidak mampu menembus satu pertanyaan pun dari orang di sekitarnya, maka ia pun kembali memikirkan apa yang mesti dilakukan agar sebagian orang yang bersinggungan dengannya bisa memiliki setitik kesadaran bahwa hidup tidak hanya memenuhi hasrat konsumerisme. Ia kian lama menjadi bertanya, lantas apakah yang ia lakukan benar dan yang masyarakat lakukan juga benar? Ia kembali terdiam.
Air ludah itu ia permainkan, ia bentuk menjadi seperti gelembung udara yang terbuat dari sabun ketika ia kecil dulu. Kemudian ia ingat sebagian masa kecilnya ketika sedang bermain riang dengan gelembung dari sabun itu. Tatkala itu tidak dirasakan banalitas kota  yang setiap detik semakin berlipat. Ia rindu masa kecilnya saat hidup jauh dari perasaan-perasaan cemas dan gelisah, pikiran yang begitu kuat menginjak ujub kepalanya. Ia lalu tersenyum, terlintas pikiran ingin kembali pada masalalu, namun ia segera menghentikan ingatan itu. Lantas meludah ke langit.

MELUDAH KE LANGIT


Diam-diam disemainya gelisah. Mempertanyakan hidup yang sudah lama berada dalam kebanalan kota yang membuat dirinya dan semua warga kota menjadi tidak akrab dengan nafasnya sendiri. Gaya hidup yang terus diikuti membuat kehidupannya merasa menjadi boneka yang dijalankan para penguasa pasar: fashion, tekhnologi, politik dan agama.
Kamar adalah tempat yang membuatnya bisa menghindar dari serbuan kuasa pasar. Kamar itu berada di lantai empat sebuah rumah susun yang lebih mirip dengan kondominium. Segala pernak-pernik yang berada di kamar ia buang, ia jadikan kamar tersebut kosong dan sebagai ruang hening, dimana bisa melakukan sejenis meditasi untuk merumuskan dirinya. Ia diam. Hening. Sehari-hari menghabiskan hidupnya dengan kamar, hanya sesekali saja keluar untuk mencari makan, dan menghirup udara segar.
Dua rak buku beserta isinya masih berada di kamar. Masih dijaga buku-buku tersebut, dan sesekali dibacanya. Buku tersebut dibaca hanya untuk relaksasi atau sekedar mengusir kejenuhan ketika ia terus memikirkan dirinya. Pada awalnya tidak disadari bahwa dalam setiap buku juga tersimpan selubung kuasa yang membuat dirinya tidak menjadi utuh.
Namun setelah ia tahu bahwa buku-buku tersebut sama halnya seperti keadaan di luar kamar, mengepung dan mengasingkan dirinya dengan kehidupan, maka setiap ia selesai membaca buku lantas buku tersebut dirobeknya, terkadang dibakar, atau dibuang begitu saja ke luar kamar lantas isi buku tersebut segera dia lupakan.

Tidak Ada Judul


Keringat
Kau kerap lupa, bahwa langkahmu adalah doa. bukankah kau mengetahui bahwa air garam yang keluar dari tubuhmu adalah ikhtiar suci. bukan perampasan atas hak orang yang lapar dan putus sekolah. sudah waktunya kau mengakhiri negosiasi dengan malas dan lelah, karena hidup menuntutmu untuk selalu mengeluarkan air garam yang sesekali membawa bau yang khas.
Sepatu
Jadikan aku pelindung kakimu lagi. mari aku lindungi sampai kamu menghentikan langkah untuk sekedar berbaring meluruskan pinggang. bukankah kau pernah menyadari, bahwa beberapa kali aku menyelamatkanmu dari paku berkarat yang menganga. lantas kau bersyukur atas kejadian itu. mengapa untuk sekilas waktu kau berhenti bersyukur? bukankah hidup akan menjadi sangat indah ketika kamu mensyukuri apapun yang terjadi?

Kamis, 08 November 2018

REPUBLIK SONTOLOYO


Pemilu datang dan pergi. Pergantian rezim berulang silih berganti. Tapi kehidupan rasanya tetap tak berubah. Yang kaya tetap bergelimang dengan kekayaannya. Yang miskin tetap menderita dengan segala kekurangannya. Siklus kehidupan seumpama jalan di tempat. Modal dan kapital hanya berputar pada sekelompok manusia yang itu-itu saja.
Pemimpin hadir. Pemimpin pergi. Tapi kehidupan rakyat dan umat tak beringsut kemana-mana. Umat dan rakyat menjadi korban salah urus. Menjadi pesakitan dari janji-janji palsu yang ditebar dan disampaikan di mimbar-mimbar kampanye dan arena konsolidasi.
Yang sesungguhnya terjadi adalah praktek-praktek ketololan. Tindakan-tindakan tolol itu mengepung dan terlihat nyata dalam praktek bernegara. Pada cara memperlakukan umat dan rakyat. Pada ketidakbecusan memegang amanah dan ingkar dari sumpah setia.
Perhatikan. Ketololan bernegara menggejala dari munculnya kebrengsekan perilaku dan akhlak pemimpin kita. Korupsi. Manipulasi dan tindakan-tindakan menyimpang lainnya. Tak terhitung, sejumlah pemimpin dan beberapa orang yang memegang jabatan penting harus ditangkap KPK. Lamanya hukuman, beratnya sanksi yang dijatuhkan tak membuat ciut nyali. Mereka bahkan menjadi-jadi.

Senin, 05 November 2018

THE HELL IS OTHERS


THE HELL IS OTHERS
Jadi begini saudara-saudara. Demokrasi juga politik kekuasaan yang sedang menghipnotis kita sekarang ini sebenarnya bukanlah perkara suara. Tidak sekadar hitungan dan persentase kemenangan semata. Persis, ia juga berurusan dengan taktik dan siasat bagaimana kekuasaan itu bisa direbut dan dipertahankan.
Mengkhidmati tugas mulia itu maka seluruh sumber daya mesti dikerahkan. Segenap potensi harus disiagakan. Maklum, kekuasaan adalah "summum bonum". Berburu telunjuk pengatur adalah hasrat mulia yang harus diikuti kemauannya.
Politik kekuasaan dengan itu bukan sekadar istilah, ia juga adalah barisan "mesin" perang yang menunggu perintah dan peluit komando. Lihatlah media sosial, seumpama medan pertempuran, ia telah menjadi arena yang mempertontonkan "peralatan tempur". Sang lawan harus dilumpuhkan, dimusnahkan. Dengan kata-kata yang menohok. Melalui kalimat yang melumpuhkan. Dusta ditebar. Fitnah keji disebar.

TANAH KUBURAN DAN HIBURAN


TANAH KUBURAN DAN HIBURAN
Cerita ini saya tulis ulang dari seorang kawan yang mengalami langsung kejadian ini. Kawan saya ini seorang dosen filsafat di sebuah perguruan tinggi sebut saja namanya Bunga hehehe. 
Bermula ketika dia pulang dari kampus, di garasi rumahnya menemukan kantong kresek berisi tanah merah dan ada beberapa yang berserakan. Entah bagaimana pikirannya langsung menerawang pada hal yang mistik. "Jangan-jangan ini tanah kuburan," pikirnya. Tidak nunggu lama, tanah itu dibersihkan dibungkus kembali. Lalu disimpan. Namun hatinya tidak lantas tenang. Meneleponlah dia pada kawannya yang konon ahli mistik. Kawannya datang. Dia ceritakan kejadiannya pada ahli mistik itu.
"Sini, mana lihat bungkusan tanahnya?"
Kawanku itu memberikan bungkusan tanah merah itu dan dilihatnya oleh yang ahli mistik, mulutnya seperti melafalkan doa-doa.
"Iya, ini tanah kuburan, kita harus segera membuangnya." Kawanku mengiyakan karena takut terjadi apa-apa pada keluarganya.
Si ahli mistik lalu duduk bersila di depan bungkusan tanah merah itu. Matanya memejam, mulutnya sedikit keluar bunyi mantra. Matanya dibuka lalu menyemburkan ludahnya pada bungkusan tanah itu. 

Minggu, 04 November 2018

MASIHKAH PERCAYA MEDIA?


Dari Element of Journalism Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, bukan pembaca/pemirsa yg harus memverifikasi berita. Media lah yg harus menyajikan berita akurat berdasarkan data, jujur untuk jadi terpercaya. Untuk itu bahkan wartawan tak harus loyal pada perusahaan tempat dia bekerja, dan perusahaan tak harus loyal pada pengiklan apalagi penguasa. Wartawan (media) hanya harus patuh pada kepentingan umum.
Dalam konteks ini, konsumen (pembaca/pemirsa) adalah makhluk yang sangat membutuhkan barang ori(faktual). Karena itu mereka berusaha mencari dan mendapatkannya di gerai-gerai resmi untuk terhindar dari keharusan melekaukan veriikasi. Gerai yg terbiasa menyajikan barang ori tanpa harus diverifikasi itulah yg terpercaya.

MEMBELA TAUHID


"MEMBELA" TAUHID
Apakah "tauhid" perlu dibela? Siapa yang berhak membela? Atau, membela "tauhid" itu maksudnya apa?
Tauhid itu sikap juga kesadaran. Sebagai sikap ia adalah respon diri tentang adanya entitas yang harus dinomorsatukan. Ia hanya satu entitas. Dan hanya itu. Tak ada bandingannya. Tak ada perumpaan sepadan untuk entitas itu. Sebagai satu-satunya entitas yang tak terbandingkan ia menuntut untuk dimuliakan. Diagungkan.
Sebagai kesadaran, tauhid merefleksikan kepatuhan, kesetiaan dan loyalitas. Nalar bisa gagal memahami ketiganya. Tengoklah orang yang jatuh cinta. Dia bisa melakukan apapun bahkan untuk hal-hal yang kadang jauh dari kalkulasi dan pertimbangan nalar. Laut kusebrangi. Hamparan api siap kuarungi. Begitu amsalnya.
Apa itu artinya, tauhid adalah pusat yang meletupkan kesadaran untuk melakukan apa saja. Memberikan pembelaan dan pengorbanan atas dasar kesetiaan dan loyalitas. Jauh melampaui kesetiaan dan loyalitas tauhid menyemburkan api keyakinan tertentu. Keyakinan yang menyebabkan Ibrahim tegar memasuki kobaran api yang berniat membakar. Keyakinan yang menyebabkan Muhammad Saw teguh sekalipun berdarah-darah di suatu peristiwa di kota Thaif. Keyakinan yang menyebabkan Mush'ab bin Umair rela kehilangan kedua tangannya lalu gugur dengan tombak yang menancap di dadanya dalam perang Uhud.
Lalu orang berduyun datang ke Jakarta. Dengan tujuan yang sudah bisa diduga: membela tauhid.
Yang datang berduyun-duyun itu hanya terpanggil atas dasar sikap dan kesadaran. Mungkin juga ada faktor politik. Ada intrik tertentu yang menggiringnya. Tapi mustahil orang mau berpayah-payah datang ke ibu kota jika tidak ada sesuatu yang pantas dan layak untuk dimuliakan. Diagungkan. Sekaligus pantas untuk dibela.
Kenapa mereka membela? Bukankah tanpa dibela pun, "tauhid" sudah agung dan mulia pada dirinya?
Yang datang berduyun itu sedang meluruskan pola pikir. Sedang menegaskan sikap dan kesadaran yang otentik terhadap tauhid sebagai puncak tertinggi penghambaan makhluk pada khaliq. Yang dibakar mungkin bendera. Atau simbol dari organisasi tertentu. Jangan lupa, yang dibakar adalah kain yang di dalamnya ada tulisan keramat. Deretan kalimat negasi dan afirmasi tentang entitas mana yang harus ditolak mana yang harus diterima.
Membela tauhid dengan itu adalah gerakan meluruskan sikap dan kesadaran yang gampang terhasut oleh kesombongan dan sikap mentang-mentang. Membela tauhid adalah menghidupkan kembali "elan vital" akal yang gampang tersesat karena kekuasaan sesaat. Membela tauhid adalah menegaskan sikap otentik tentang persaksian terhadap Allah azza wa jalla dan Muhammad Saw sebagai manusia par excellent dalam hal akhlak dan moralitas. Allahu a'lam


De Also Layang Kusumah


Jumat, 02 November 2018

TAWASUL DAN KOMITMEN SYAHADAT 2


Rahasia Syahadat
Bersyahadat tidak semudah mengucapkannya. Literatur tradisi Islam menyebutkan tujuh syarat seseorang dapat disebut telah bersyahadat. (Syaikh Shalih al-Fauzan Syarah al-Ushul ats-Tsalatsah, , hal. 134). Ketujuh syarat tersebut terkumpul dalam dalam sebuah bait syair berikut ini: عِلْمٌ يَقِيْنٌ وَإِخْلاَصٌ وَصِدْقُكَ مَعَ مَحَبَّةٍ وَانْقِيَادٍ وَالْقَبُوْلِ لَهَا
Yaitu Ilmu, yakin, ikhlas, jujur (tulus), cinta, tunduk, dan menerimanya
Sebagian ulama menambahkan satu syarat lagi sehingga jumlahnya menjadi delapan. Dalam sebuah bait syair disebutkan: وَزِيْدَ ثَامِنُهَا الْكُفْرَانُ مِنْكَ بِمَا سِوَى الإِلَهِ مِنَ الأَنْدَادِ قَدْ أُلِهَا Ditambah syarat kedelapan yakni engkau kufur dengan tuhan-tuhan yang diagungkan selain Tuhan yang Esa
Pertama, Ilmu. Orang yang mengucapkan syahadarain harus memiliki ilmu mengenai syahadatain sehingga dapat memahami maknanya. Lawannya ilmu adalah al-jahlu (tidak tahu). Orang yang mengucapkan la ilaha illallah dengan lisannya namun ia tidak memahami makna dan kensekuensinya maka kalimat itu tidak bermanfaat baginya. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang meninggal dunia dan dia mengetahui bahwa tiada tuhan yang haq kecuali Allah niscaya ia masuk surga.“ (HR. Muslim). Buku ini menjadi salah satu sumber ilmu agar kita bersyahadat.

TAWASUL DAN KOMITMEN SYAHADAT



Setiap orang memiliki pandangan hidup, yakni cara melihat dan bertindak dalam dunia (worldview). Cara pandang ini memuat jawaban pribadi atas pertanyaan-pertanyaan seperti apa yang paling bernilai di dunia, apa yang harus dikejar, hidup yang paling baik atau sukses itu seperti apa, dimana menemukan kebahagiaan, dan sebagainya.
Jawabannya beragam, tergantung pada siapa yang menjawabnya. Seorang koruptor diam-diam mengakui bahwa hidupnya dibentuk dan didikte oleh usahanya mengejar uang. Seorang pembela hak asasi manusia sangat menghormati kemanusiaan, sehingga hidupnya diabadikan pada usaha mengangkat harkat kemanusiaan sesamanya. Pendek kata, pandangan hidup seseorang mengungkapkan persepsinya tentang dunia dengan cara tertentu sehingga kepercayaan dan praktek hidupnya menjadi utuh dan selaras.
Syahadatain menyediakan pandangan hidup bahwa Allahlah yang paling bernilai, harus dikejar, dan sumber kebahagiaan utama. Kemudian syahadatain juga memberikan jaminan bahwa ada orang yang bisa menjadikan Allah sebagai sumber nilai dan kebahagiaan, yakni Muhammad saw. Karena itu dengan meneladani Muhammad saw, semua orang memiliki potensi untuk menggapai kebahagiaan dalam Allah. Maka perdekatlah cara bertauhid kita dengan cara Nabi Muhammad saw, niscaya h kita akan mempertinggi energy potensial kita.
Rahasia Tawasul dan Tunjina Ya, kita memiliki potensi menuju langit, namun masih potensi. Potensi akan terarah pada langit jika kita memperdekat jarak beda tauhid kita dengan Nabi Muhammad saw dan para auliya penggantinya. Inilah inti dari tawassul yang kerap dilakukan di Asy-Syahadatain, yakni merelasikan diri dengan para awliya, Nabi, dan Malaikat sehingga h kita menjadi semakin dekat dengan Allah. Setelah semakindekat, energy potensial kita menjadi kuat. Cukup sedikit saja didorong, para pelaku tawasul akan dapat menghasilkan energy yang luar biasa.

Kamis, 01 November 2018

ENERGI KINETIK DAN TAHMID Part 4


Tulisan ini merupakan kelanjutan dari Energi Kinetik dan Tahmid Part 3
Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah yang telah Menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Isma‘il dan Ishaq Sungguh, Tuhan-ku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.” (QS.Ibrahim: 39). Ketiga, perintah pada Nabi Daud setelah dan Sulaiman setelah ia menerima Ilmu, “Dan sungguh, Kami telah Memberikan ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya berkata, “Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah yang Melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman.”(QS.An-Naml: 15).
Jadi ucapan Alhamdulillah diperintahkan Allah kepada para Nabi saat mereka mendapatkan nikmat keselamatan dari bencana (QS.Al-Mukminun: 28), mendapatkan nikmat keturunan (QS. Ibrahim: 39), dan mendapatkan ilmu (QS. An-Naml: 15). ari kit abaca 1 dari 3 ayat ini, ketika Allah memberikan keselamatan, maka ucapkan Alhamdulillah (QS. Al-Mukminun:28), Pemberian keselamatan ini dapat disetarakan dengan kecepatan eksternal dari Allah kepada Nabi Nuh yang membuat massa tindakannya menjadi lebih berdaya, lebih bernergi. Ucapan Alhamdulillah di sini menjadi cara untuk menerima kecepatan eksternal ilahiah sehingga dapat menggerakkan kita lebih melesat lagi.

ENERGI KINETIK DAN TAHMID Part 3

Melanjutkan dari bagian dua dari judul Energi Kinetik dan Tahmid 2
2. Taysbih Dulu Baru Tahmid
Tasybih selain ekspresi kekaguman atau keterpukauan memiliki makna “pensucian” atau bisa juga “beredar pada orbitnya”. Orang yang sudah bertasybih akan mengalami pensucian, karena ia telah beredar pada orbitnya yang benar. Orang yang tidak bertasybih adalah orang yang mendzalimi dirinya sendiri, ia keliru menganggap dirinya sehingga ia bahkan tidak mengenali bahwa dirinya sedang putus asa atau bahagia.
Seseorang yang bertasybih adalah yang memiliki energy potensial kelangitan. Ia adalah orang yang telah memposisikan dirinya dalam posisi untuk terus berdekatan dengan para Nabi dan Rasul juga orang suci. Inilah yang dimaksud dengan tasybih sebagai “beredar pada orbit yang benar”. Karena dirinya telah berada pada orbit yang benar, terus terarah ke langit, maka ia merasakan limpahan nikmat dan fadl (kelebihan) dari pemberian Allah. Tak ada yang tidak dari Allah, semuanya dari Allah.

ENERGI KINETIK DAN TAHMID part 2

Sambungan dari Energi Kinetik dan Tahmid
Kalau begitu, dorongan dari luar tidak memiliki pengaruh dominan dalam pergerakan seseorang? Benar. Benda yang memiliki cakar di bagian bawahnya tidak mudah didorong, karena cakarnya itu akan melawan arah dorongan untuk bisa bergeser. Manusia yang sudah sangat mencintai dunia, sangat tergantung pada materi, tak mudah mengalami perubahan jati dirinya walaupun ia didorong oleh kekuatan yang besar.
Contohnya, para kafir Quraisy yang tak bisa juga berubah padahal mendapatkan dorongan sangat kuat, dengan kecepatan yang sangat tinggi, dari Nabi Muhammad saw dan ayat al-Quran. Abu Lahab dan Abu Jahal, untuk menyebut dua saja, merupakan contoh manusia yang dengan kecepatan eksternal yang sangat besar tak bisa berubah menjadi lebih baik. Ini karena energy potensialnya negative, atau massa tindakannya sudah terlalu terarah pada gravitasi material. Maka intinya tetap pada energy potensial. Perbaiki energy potensial kita, niscaya kita akan mudah digerakkan Minadz dzulumati Ilan Nur.
1. Tahmid
Tahmid berasal dari kata hamida- yahmadu berarti memuji, memuja, dan menyanjung. Tahmid dalam pengertian populer ialah ungkapan spontanitas seseorang yang baru saja merasakan nikmat dan karunia Allah SWT dengan meng ucapkan kata hamdalah (al- ham dulillah).Tahmid berarti pujian dalam ucapan Alhamdulillah: segala puji hanya milik Allah.
Ada satu pendapat yang menyatakan bahwa semua ungkapan tahmid adalah bagian dari syukur, tetapi syukur tidak identik dengan tahmid. Mensyukuri rahmat dan karunia Tuhan sekaligus memuji Tuhan, tetapi memuji Tuhan belum tentu mensyukuri Tuhan. Dengan kata lain, syukur tidak cukup hanya memuji, memuja, atau menyanjung Tuhan, tetapi syukur menuntut konsekuensi aksi dan tindakan lebih dari sekedar ucapan. Mensyukuri rahmat dan karunia Allah SWT dengan cara menyisihkan zakat, infak, sedekah, jariyah, dll kepada yang berhak.

ENERGI KINETIK DAN TAHMID


ENERGI KINETIK DAN TAHMID
Energi Kinetik Kinetik berarti gerak, maka Energi kinetis adalah “energi gerak”. Energi kinetic kemudian didefinisikan sebagai energi yang dimiliki oleh sebuah benda karena gerakannya. Energi kinetis sebuah benda didefinisikan sebagai usaha yang dibutuhkan untuk menggerakkan sebuah benda (yang memiliki massa tertentu) dari keadaan diam hingga mencapai kecepatan tertentu.. Rumus atau persamaan energi kinetik :
Ek = 1/2.m.v2
Keterangan
Ek = energi kinetic
m = massa dari benda
v = kecepatan dari benda
v2 = Kecepatan pangkat 2
Rumus ini menunjukkan bahwa suatu benda (dengan massa tertentu) dikenai kecepatan tertentu akan bergerak dengan kecepatan tertentu. Pada saat ada kecepatan yang mengenai suatu benda, terjadi perubahan energi dari sebuah objek. Kecepatan itu berasal dari kekuatan eksternal. Penentu besar kecilnya energy gerak suatu benda adalah kecepatan yang dikenai kepadanya, semakin besar kecepatan yang diberikan pada suatu benda semakin besar juga energy yang dimiliki benda tersebut.
Jadi Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda saat bergerak.
Energi itu akan hilang (atau terlepas) jika benda berhenti (diam). Besar energi kinetik benda ditentukan oleh massa benda dan kecepatan gerak benda. Semakin besar massa benda dan semakin cepat gerak benda, energi kinetiknya semakin besar. Benda yang bergerak lurus beraturan, bergerak lurus berubah beraturan, dan bergerak melingkar memiliki energi kinetik. Benda yang bergerak dengan kecepatan tetap memiliki energi kinetik konstan.

ENERGI POTENSIAL DAN TASYBIH


Energi Potensial (Ep) adalah energi yang dimiliki suatu benda akibat adanya pengaruh tempat atau kedudukan benda tersebut. Energi potensial disebut juga dengan energi diam, karena membicarakan benda dalam keaadaan diam. Diam juga butuh energy rupanya. Memang iya, butuh energy. Buktinya untuk merubah dari diam menjadi gerak dibutuhkan banyak tenaga atau energy. Jika benda tersebut bergerak, maka benda itu mengalami perubahan dari energi potensial menjadi energi gerak. Contoh misalnya seperti buah kelapa yang siap jatuh dari pohonnya, cicak di plafon rumah yang bisa tergelicir lalu jatuh, dan lain sebagainya.
Mari kita lihat rumus atau persamaan energi potential :
Ep = m.g.h
Keterangan
Ep = energi potensial
m = massa dari benda
g = percepatan gravitasi
h = tinggi benda dari tanah
Dari rumus ini dapat kita pahami bahwa energi potensial merupakan kemampuan melakukan kerja suatu benda karena jarak relatifnya dengan gravitasi bumi. Kita tahu, bumi memiliki gaya tarik yang membuat benda-benda terjatuh ke bawah. Daya tarik bumi ini terus mempengaruhi setiap benda yang ada di atasnya,ini berarti setiap benda di atas bumi secara otomatis terkenai daya tarik dari bumi. Karena itu dapat dikatakan, setiap benda secara diam-diam memiliki energy untuk meluncur ke arah energy penarikntya ( atau daya tarik bumi).

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...