Minggu, 08 Desember 2019

BUKU SAJAK MANTRA (Tatapakan)




Kutifan bait ketiga dari sajak yang berjudul Tatapakan 

Nyucruk galur karuhun nutur lacak para wali
Pepeling pikeun urang di dunya ngarah teu pahili
Hambalan lalampahan kumelendang nu ngalangkang
Mopohokeun kahirupan alam padang poe panjang


Bait di atas menerangkan pencarian informasi tentang masa lalu dengan mengikuti para wali dan mengikuti semua yang jadi perintahnya agar dalam diri bisa memilah dan milih apa yang harus di lakukan dalam menjalani kehidupan, yang di pertegas oleh baris ketiganya Hambalan lalampahan kumelendang nu ngalangkang, kalimat ini menerangkan tentang kalaulah kita dalam hidup ini diharuskan untuk melihat ke belakang guna untuk ber wasapada di kemudian hari, sehingga kita tidak akan melupakan, kalau kehidupan ini bakal berakhir dan kita bisa menggunakan saat ini untuk kebaikan di hari akhir.

lebih lanjutnya baca saja buku yang berjudul sajak mantra yang di tulis oleh Didi Supriadi, dengan nama pena Dee. Andeska  

Selasa, 10 September 2019

Muasal Sajak Sunda



Asalamualaikum Warohmatulohi Wabarokatuh Bismillah Alhamdulillah Asolatu Wa salamu Ala Rosulillah Wa ala alihi wasoh bihi wama walah Wa Lahaula wa lakuwata ila bilah. Ama ba’du. 
Puji syukur nu agung ka gusti Alloh nu maha agung, rohmat miwah salam kawilujengan mugi tetep ngocor ka jungjunan urang sadaya Habibana wanabiyana Kanjeng Nabi Muhammad S.A.W. ka kulawargina ka para sahabatna tug dugi ka urang salaku umatna nu tumut kana sunahna ajaranan dugi ka akhir Zaman.
Kaluhur neda papayung, papayung Nu Maha Agung, kahandap neda pangraksa, pangraksa Maha Kawasa. Ampun ka anu Maha Agung, Nu kagungan Kun fayakun, ngadeg sakur kersa-Na, Bral gumelar kawasa-Na.
Sajak mangrupa salah sahiji karya sastra anu geus aya. Carita sajak carita anu di reka ku para bujangga ti jaman baheula tug dugi ka ayeuna. Sajak oge bisa diartikeun kaasup karya sastra wangun puisi, nyaeta karya sastra nu ditulis dina wangun ugeran. Ugeran dina sajak beda jeung karya satra ugeran anu lian, saperti sisindiran, wawangsalan. Ugeran dina sajak mah dina harti ditulis winangun pada. jumlah pada jeung padalisanna teu ditangtukeun, jadi sakahayang anu ngarangna.

Minggu, 14 Juli 2019

SILUMAN BUAYA PUTIH BENDUNGAN JATIGEDE


Jatigede salah satu bendungan yang berada di provinsi jawa barat tepatnya di kabupaten sumedang. Bendungan yang sangat indah dan nyaman untuk di datangi apalagi di waktu waktu senja.
Dibalik keindahan bendungan Jatigede, banyak misteri yang tersimpan di dalamnya. Salah satu yang dipercayai oleh masyarakat setempat adalah keberadaan penghuni Jatigede yang memiliki bentuk menyerupai buaya. Predator itu berwarna putih yang ganas dan sangar, yang merupakan jelmaan dari bangsa Jin.
Menurut salah satu sumber tokoh pemuda yang bekecimpung di dunia spiritual dan pemerhati alam, konon buaya itu merupakan penjelmaan dari jin yang mempunyai dendam kesumat terhadap Prabu Aji Putih penguasa dari kerajaan Tembong Agung (sekarang Sumedang) sampai sekarang. “Hingga jin tersebut bersumpah sampai kapanpun ia akan terus menyerang dan memusuhi keturunan dari Prabu Aji Putih”.
"Saya sempet bertemu beberapa kali dengan buaya tersebut biasanya sering menampakan di sekitar pesisir yang berhadapan langsung dengan arah gunung lingga.”
Keaneh dari buaya tersebut jika kalau menampakan atau muncul tidak pernah menghampiri orang-orang yang sedang beraktivitas menjaring ikan atau mengerjakan apapun dan jarang menyerang seperti layaknya buaya pada umumnya, akan tetapi hanya menyerang orang-orang tertentu saja, itulah yang menunjukkan memang hanya orang-orang dari keturunan pendiri kerajan tembong agung atau orang-orang yang terdekat dengan keluarga dari keturunan Prabu Aji Putih yang jadi sasaran serang.
Cerita buaya putih dendam pada keturunan keluarga dari Prabu Aji Putih ini, merupakan mata rantai dari masa mudanya Prabu Aji Putih dan istrinya yaitu Nawang Inten. Ratusan tahun yang lalu sempat terjadi bentrok antara Prabu Aji Putih dengan raja jin yang berbentuk buaya tersebut, kejadian tersebut bermula.
Dahulu sewaktu adanya kerajaan tembong agung, pada saat membabak atau membuka lahan untuk padepokan Prabu Aji Putih. Prabu Aji Putih mengalami gangguan dari segerombolan jin penguasa daerah tersebut, yang tidak setuju dengan akan di dirikannya padepokan di daerah itu (sekarang ganeas sumedang).

Rabu, 13 Maret 2019

TEROR SEBUAH KAMPUNG (TUMBAL PESUGIHAN)

Alkisah seseorang yang sudah buta akan dunia dan dengan tega merugikan orang lain asal dia sendiri untung. Enam bulan kebelakang dari bulan maret 2019 salah satu warga penduduk desa (sensor) berangkat menuju desa taman situ raja menemui salah satu juru kunci gn. Pesugihan yang ada di tataran sumedang gunung tersebut terkenal dengan sebutan Gn. Bawi Sumedang, sekitar jam 12 siang kurang lebih bercakap-cakaplah mengnai pemberangkatan ke gunung tersebut dan persyaratannya apa saja. Dengan logat bahasa sunda juru kunci menerangkan persyaratan yang harus di bawa dan etika selama di sana.
Sekitar jam 2 waktu menuju sore hari berangkatlah manusia durjana dengan juru kunci menuju gunung tersebut dengan membawa semua persyaratan yang di butuhkan. Sesampai disana juru kunci menrangkan maksud dan tujuan dirinya membawa orang tersebut kepada siluman penghuni gunung tersebut dan yang kebetulan siluman tersebut yang datangnya sejenis batarakala (raksasa) kata sundamah buta. Kurang lebih sekitar setangah jam juru kunci berdialog dengan siluman tersebut yang akhirnya sepakat mengadakan perjanjian yaitu siluman tersbut bisa memberi kekayaan dengan minta pergantian atau tebusan atas dia kerja memintanya 9 anak ayam yang masih merah tapi berkaki 4 yang jalannya belum bener atau yang belum bisa jalan (9 anak manusia yang masih mungil dan imut).

Kamis, 21 Februari 2019

Politik Indonesia kontemporer (ADu KAMPRET dan CEBONG)


Politik Indonesia kontemporer  (ADu KAMPRET dan CEBONG)
Pandangan perpolitikan hari-hari ini di negara tercinta. Mulut kita tiba-tiba refleks mengucapkan dua kosa kata itu. Dua kosa kata yang mengidentifikasi kelompok yang tengah berhadap-hadapan. Dua kosa kata yang dilekatkan dan disebut mewakili karakter juga identitas kelompok yang tengah sengit "berseteru". Kampret itu "sumbu pendek". Cebong itu "sekolam sepedunguan".
Dalam kondisi normal atau dalam keadaan bercanda, menyebut dua kosa kata itu mungkin tak jadi soal. Kata tersebut bisa menjadi semacam sebutan untuk melepaskan ketegangan, mungkin juga kata-kata untuk mengakrabkan perkawanan. Tapi dalam situasi sekarang, ketika suhu politik kekuasaan sedang panas-panasnya, dua kosa kata itu bisa bermakna pejoratif. Ia bermetamorfosa menjadi kata yang menohok. Sebutan melecehkan. Panggilan merendahkan. Landihan yang sungguh tak pantas ditujukan pada sesama. Siapapun dia. Apakah kawan atau pun lawan. Apakah preferensi politiknya berbeda ataupun tidak.

Dear My Heart


Bebeb !!!
Makasih banyak ya untuk semua hal yg kamu ajarin ke aku, aku banyak belajar hal-hal kebaikan dari kamu sehingga aku ngerti bagaimana situasi dan kondisi hidup dan kehidupan yg sebenarnya. Banyak hal yg aku takuti dalam menjalani hidup, tapi nasehat-nasehat dari kamu selalu mendorong ku untuk tetap tegar dan berani bahkan di titik terberat sekalipun kamu gk pernah biarin aku goyah, hanyak Allah yg mampu balas semua kebaikan kamu beb.
Aku gk akan putus berdo'a untuk kebaikan dan keselematan kamu dan keluargamu di dunia dan akhirat beb, selain do'a aku gk punya apa-apa untuk blas kebaikan kamu beb.
Dulu sebelum ke bandung dan masih kelas 3 aliyah di pondok aku udah punya cita2 kuliah di bandung dan aku yakin aku akan keterima di Universitas yang di mkasud gak ada keraguan sedikit pun beb, tapi ada hal yg aku kwatirkan dan aku ragukan untuk sekolah di bandung...yaitu siapa yg akan menemaniku, siapa yg akan menjagaku, siapa yg akan menyayangiku, siapa yg akan mendukungku, di tengah-tengah kota yg begitu keras dengan gaya hidup individualis yg tinggi, itu yang tekenang di benak dan fikiran saat itu sehingga aku takut sendiri, aku takut gk bisa beradaptasi.... oleh karena itu sejak rasa itu muncul  aku selalu berdo'a sama Allah beb, aku minta sama Allah “ Ya Allah...kirimkanlah untuk ku seorang malaikat yg nanti akan temani ku di bandung nanti ya Allah, aku takut sendiri ya Allah, aku yakin engkau gak akan biarkan aku sendiri ya Allah “,... itu isi dari do'a ku selang beberapa waktu sebelum aku tamat aliyah beb dan tanpa aku sadari sejak awal kuliah di bandung, ternyata malaikat itu benar dikirimkan Allah untuk ku dan udah menemaniku sejak awal masa-masa kuliah yaitu kamu beb.

Selasa, 19 Februari 2019

KISAH CINTA IBU DAN ANAK


Kisah ini di ceritakan teman dari pelaku dalam kisah catatan ini. siapka tisu untuk menghapus air matanya.
Ibu sudah tidak kuat lagi untuk berjalan. Setiap hari dia hanya bisa berbaring di atas tempat tidur. Di samping sudah renta, jatuh dua kali mungkin menjadi penyebabnya. Tangan dan keningnya agak biru, kakinya memar. Jangankan untuk berjalan, untuk berdiri pun ibu meringis kesakitan.
Tempo hari nafas ibu sesak, penyakit jantungnya kambuh lagi. Kami semua panik juga khawatir. Lalu dokter datang memeriksa dan memberikan ibu beberapa obat. Dokter lalu menyarankan ibu untuk menggunakan oksigen. Alhamdulillah, ibu bisa bernafas dengan lapang. Dadanya tidak kelihatan lagi turun-naik dengan kencang.

Rabu, 13 Februari 2019

NUR KHALIM GURU BIJAKSANA


NUR KHALIM
Di hadapan muridnya yang menantang juga mengancam, Nur Khalim hanya diam. Mulutnya terkatup. Matanya tak menyalak memberikan perlawanan balik terhadap amarah anak didiknya. Tangannya seumpama terkunci tak berayun memberikan balasan.
Saya yang menonton adegan dalam video viral itu malah geram menahan marah. Urat tangan mendadak mengeras. Emosi dalam dada bergolak sarkas. Bayangkan, baju saya dicekal. Di hadapan anak didik yang lain saya ditantang. Jadi korban yang ditertawakan dan direndahkan. Lalu di hadapan saya ada mata beringas nan ganas. Mencibir penuh nyinyir. Mustahil saya diam. Mustahil nyali saya ciut, sekadar memberikan tamparan pada mulutnya yang bersungut tak sopan, pasti sudah saya lakukan.
Nur Khalim tidak. Saya gemes sendiri melihatnya. Sebagai pribadi, saya tak bisa mengomentari diamnya Nur Khalim, tapi sebagai personifikasi pendidik, perilaku anak asuhnya adalah pelecehan terhadap tugas mulia yang disandangnya. Sejenis penghinaan yang keterlaluan terhadap profesi mulia yang diembannya.

Selasa, 05 Februari 2019

BEBERES" ALA KONDO


"BEBERES" ALA KONDO
Periksa lemari pakaian. Cek juga rak-rak buku. Lihatlah deretan sepatu. Tengoklah barang-barang yang tersimpan di gudang. Pegang dan amati. Rasakan, apakah ia memercikan kebahagiaan ketika kita pegang? Jika tidak, mungkin sudah waktunya kita harus singkirkan dan sumbangkan. Siapa tahu pakaian, buku, sepatu dan barang yang tersimpan di gudang tadi bisa membahagiakan orang lain.
Itulah KonMari. Sebuah metode "beberes" (tidying up) yang diperkenalkan Marie Kondo. Seorang perempuan asal Jepang kelahiran 1984. Kondo menulis 4 buku tentang "beberes" dan mengatur barang. Dahsyat, bukunya terjual jutaan eksemplar. The Life-Changing Magic of Tidying Up yang terbit 2011 menjadi buku best seller di Jepang dan Eropa. Bahkan di Amerika Serikat (2014) buku ini laris manis tanjung kimpul di pasaran. Tak heran jika buku ini masuk daftar buku terlaris menurut The New York Times.
KonMari bukanlah tindakan "beberes" an sich. Menurut Kondo beberes dan mengorganisir barang yang tak terpakai apalagi tak memercikan kebahagiaan adalah salah satu cara membenahi energi kehidupan kita. Dalam "beberes", kita jangan fokus menyingkirkan barang-barang semata, namun lebih ke menyimpan barang-barang yang saat disentuh memercikkan kebahagiaan (tokimeku) di hati. Kondo percaya, dengan menyimpan hanya barang-barang yang membahagiakan, hidup kita pun akan lebih bahagia. Kita tak terbebani dengan semua obyek yang beraura negatif.

HITAM PUTIH


Seorang teman bercerita tentang hidupnya yang sering dituduh salah. Dianggap berbeda. Atau malah dicela karena prinsipnya yang tak lajim dengan tuntunan manusia kebanyakan. Bahkan ketika politik menjadi "Tuhan". Berbeda adalah ketidakwarasan.
Dalam pikiran si penuduh, hidup adalah tunggal. Atau sejenis garis lurus yang tak boleh menyempal. Menyimpang dari ukuran adalah sesat. Memilih jalan berbeda adalah hidup yang pasti tercela. Cermin tak boleh seragam. Ukuran harus sama. Sejarah adalah garis linear yang menahbis gerak manusia dalam titian lurus yang jelas dan pasti ukurannya.
Martin Buber memetakan sikap menentukan ukuran diri untuk menakar orang lain itu dengan istilah "stranger". Orang lain tidak dianggap setara tapi dituduh sebagai sosok yang "asing". Supaya hidup tertib dan disiplin tak boleh ada "orang asing". Kehadirannya mesti diringkus oleh kita yang sama. Melalui ukuran yang dianggap benar sekalipun memaksakan.

Selasa, 22 Januari 2019

PENGALAMAN MASUK ASY-SYAHADATAIN


Asy-Syahadatain lahir bukan karena hasrat perseorangan. Bukan karena kepentingan sempit atau keinginan pendirinya beroleh kedudukan. Dikenal. Dapat pujian ataupun kesitimewaan tertentu dari pihak kekuasaan.
Asy-Syahadatain lahir karena tuntutan zaman. Panggilan sejarah dan kehidupan. Ia menyentak cakrawala kesadaran manusia tentang bagaimana seharusnya manusia bersikap, tunduk dan patuh pada Allah azza wajalla. Persis, Asy-Syahadatain lahir untuk memperbaharui dan merevolusi makna "asyhadu" (persaksian) kepada dzat yang Esa. Asy-Syahadatain merombak pola pikir dan etika kepada sang pemilik nyawa manusia.
Sejak awal kelahirannya yang tanpa pretensi duniawi, Asy-Syajadatain menghadapi banyak tantangan dan rintangan. Ia dicibir sebagai kelompok yang membawa ajaran baru. Ia dituduh sebagai kelompok keagamaan bid'ah. Bahkan pada masanya, ia pernah disebut sebagai kelompok sesat yang menyimpang dari ajaran Islam.

Sabtu, 19 Januari 2019

NYIMAS GANDASARI (Formasi Ya Wali/Asmarandana/Astha Panca)


    Formasi Ya Wali/Asmarandana/Astha Panca code sandi dan penghinatan taktik disini prajurit harus menghapal beberapa sandi yang suduh di berikan dan disebarkan oleh pempimpin sehingga prajurit mengenal mana musuh dan mana kawan dan code hanya di beri pada komandan-komandanan tertentu yang di setiap tempat masing-masing sudah punya sector atau titik pusat dalam setiap wilayah sandi/code/simbol/ rahasia etika perang sudah tentu harus beda dengan sandi lawan. 
    Makanya setiap prajurit harus pegang teguh ke prajuritannya karena bisa saja dengan adanya salah satu prajurit yang hinat dan memberi tahun sandi atau code pada pasukan lawan, pasukan sendirilah yang pasti hancur. Guna dari taktik Astha catur pun bisa mencari data sandi lawan sehingga bisa melihat dan memastikan mana lawan dan mana kawan. 

Rabu, 16 Januari 2019

DAS-MAN Sinisme Zaman


DAS-MAN
"Yen pingin muncul, kudu mencil kelakuane"
Kita hidup di zaman yang rumit. Setiap hari kita dikepung oleh informasi, kabar berita sampai dusta. Tak ada jeda. Tak ada kesempatan untuk sekadar menunda. Sungguh, mata dan telinga bahkan seluruh panca indera yang kita punya 24 jam penuh dipaksa terjaga.
Dipaksa terjaga pada akhirnya sering juga menyebabkan kita terpancing untuk menyebarkan informasi bahkan juga dusta. Tak jarang, kita menjadi sulit membedakan mana informasi yang akurat, mana informasi yang sesat. Seumpama tak menjadi dosa kita leluasa menikmatinya. Kita adalah korban sekaligus sumber ketidakwarasan.
Kita larut dalam ketidakwarasan yang dianggap sebagai hal yang lumrah. Kita tenggelam dalam pusaran informasi dan kabar bohong yang bersliweran. Larut sepenuhnya ke dalam cara berada "orang-lain", itulah das-Man. Das-Man bukanlah manusia autentik. Disebut tidak autentik, karena eksistensinya ditentukan oleh kehendak massa. Oleh gelombang manusia kebanyakan.

PUISI (TUAN Mursyid)

TUAN
Tuan
Aku tidak mengerti tarikat,
Aku tak faham hakikat
Aku kebingungan memaknai makrifat

Tuan
Aku hanya sedang belajar bersyariat
Aku sedang belajar melatih otot supaya taat
Ijinkan aku memegang jubah tuntunanmu
Ijinkan aku mendengarkan dendang dzikirmu

Tuan
Lapangkan sajadahmu untukku bersimpuh
Tempat gelisah dan isak air mataku tumpah
Ijinkan aku menetap di setiap pejaman matamu
Perbolehkan aku menyelinap dalam wirid lisanmu

Tuan
Ijinkan kubawa setiap kata-katamu.
Kusimpan sebagai lentera yang menyinari gelap hari-hariku.
Di setiap bulir air mata yang jatuh dari kedua kelopak matamu 
Berharap permohonanku ada di situ.

By : De ALso Layang Kusumah

ILMU PERANG NYIMAS RATU GANDASARI


TAKTIK PERANG  NYIMAS GANDASARI

Nyimas gandasari merupakan salah satu penguasa angkatan darat dan strategi panglima perang  kerajaan pakungwati yang berada di daerah cirebon. Beliau merupakan anak didik dari embah kuwusangkan atau masa mudanya di sebut Walangsungsang yang anak pertama dari ayahnya yang bernama Sribaduga pamanah rasa atau umum menyebutnya Prabu Siliwangi dan dari ibu yang bernama subang larang.
Embah kuwu sangkan sangatlah terkenal dengan jago strategi dalam peperangan dan nyimas gandasari merupakan anak yang cerdas dan mampu menyerap semua ilmu yang diberikan sang guru sekaligus ayah angkatnya. Salah satu ilmu perang yang di miliki Nyimas Ratu Gandasari yaitu yang di sebut Astha Setra Cakrabuana.

Rabu, 09 Januari 2019

PERJALANAN PELABUHAN RATU



Pelabuhan Ratu. Ke situlah kami menuju.
Ini perjalanan berikutnya. Perjalanan dengan niat berkhidmat pada kehidupan. Perjalanan dengan maksud merasakan detak jantung alam dari dekat. Perjalanan atas nama cinta pada sesama manusia. Perjalanan dengan "misi suci" merawat keterhubungan antara alam dan manusia. Menyulam tiap-tiap bagian yang terpisah menjadi kesatuan yang utuh, teguh. Alam dan manusia menjadi satu berkawan, saling melindungi, memberi energi, memberikan kasih dan sayang. Lalu alam dan manusia bersimpuh patuh di hadapan kuasa dan kehendak Tuhan. Pemilik mutlak kehidupan.
Niat dan misi itu bisa terdengar mewah atau semacam kesombongan. Sok gagah-gagahan. Berlagak menjadi pahlawan kesiangan. Biarlah kehidupan yang menilai. Kami hanya sedang membuat jejak tentang cara bagaimana merawat alam. Belajar menghubungkan batin manusia dengan suara-suara alam yang mulai hilang dalam ingatan dan pikiran manusia hari ini.
Dalam telinga dan pikiran modern, alam dan manusia adalah entitas yang berhadap-hadapan. Manusia melumat dan alam harus ditundukkan. Manusia berkuasa dan alam menjelma menjadi sosok yang kerap menderita. Dibuatlah peran dan sifat yang saling bertolak belakang. Protagonis face a face antagonis.
Ahuung. Ahung. Ahung
Jeritan alam sudah lama terdengar. Menderita karena keserakahan dan laku manusia. Alam meradang kesakitan menanggung derita karena kesombongan manusia. Alam seumpama pembantu yang harus patuh pada telunjuk dan kehendak majikan. Bahkan dengan dengan sewenang-wenang. Bahkan dengan perlakuan yang menyakitkan.

Minggu, 06 Januari 2019

RAJAH PELABUHAN RATU


Pelabuhan Ratu. Ke situlah kami menuju.
Ini perjalanan berikutnya. Perjalanan dengan niat berkhidmat pada kehidupan. Perjalanan dengan maksud merasakan detak jantung alam dari dekat. Perjalanan atas nama cinta pada sesama manusia. Perjalanan dengan "misi suci" merawat keterhubungan antara alam dan manusia. Menyulam tiap-tiap bagian yang terpisah menjadi kesatuan yang utuh, teguh. Alam dan manusia menjadi satu berkawan, saling melindungi, memberi energi, memberikan kasih dan sayang. Lalu alam dan manusia bersimpuh patuh di hadapan kuasa dan kehendak Tuhan. Pemilik mutlak kehidupan.
Niat dan misi itu bisa terdengar mewah atau semacam kesombongan. Sok gagah-gagahan. Berlagak menjadi pahlawan kesiangan. Biarlah kehidupan yang menilai. Kami hanya sedang membuat jejak tentang cara bagaimana merawat alam. Menghubungkan batin manusia dengan suara-suara alam yang mulai hilang dalam ingatan dan pikiran manusia hari ini.
Dalam telinga dan pikiran modern, alam dan manusia adalah entitas yang berhadap-hadapan. Manusia melumat dan alam harus ditundukkan. Manusia berkuasa dan alam menjelma menjadi sosok yang kerap menderita. Dibuatlah peran dan sifat yang saling bertolak belakang. Protagonis face a face antagonis.
Ahuung. Ahung. Ahung
Jeritan alam sudah lama terdengar. Menderita karena keserakahan dan laku manusia. Alam meradang kesakitan menanggung derita karena kesombongan manusia. Alam seumpama pembantu yang harus patuh pada telunjuk dan kehendak majikan. Bahkan dengan dengan sewenang-wenang. Bahkan dengan perlakuan yang menyakitkan.

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...