Bersepedalah, kau akan merasakan manfaatnya. Badanmu
sehat, bisa jadi. Ototmu bertumbuh, mungkin saja. Tubuh bugar, bisa saja.
Bahkan kata Guruku, jika rutin dilakukan bersepeda bisa menambah gairah dan
memperpanjang waktu "tempur" di atas kasur. Yes!!!!
Bersepeda
itu mengayuh, menekan pedal, memutar roda supaya berputar. Jika tujuan ada di
depan, tak mungkin ia dihampiri dengan diam. Ke arahmu, itulah tujuanku.
Menemukanmu itulah maksudku. Kau kuhampiri sebab diam
tak kusukai.
Bersepeda membutuhkan konsentrasi. Mustahil kau mengayuh
jika matamu menoleh ke kanan ke kiri. Matamu harus lurus mengawasi jalanan
supaya laju sepeda tak oleng karena melindas kerikil atau terperosok ke lubang.
Tak ingin gagal aku menemukanmu. Tak ingin gegabah aku menghampirimu. Tak ingin
terganggu hasutan yang memecah niat dan konsentrasiku.
Tapi bersepeda bukan laku olah tubuh sembarangan. Ia tak
bisa dilakukan tanpa persiapan. Asal-asalan. Niat saja tak cukup. Semangat saja
bisa tak memadai. Bersepeda pada dirinya adalah persiapan dan kesanggupan yang
dipancang ketika kayuhan pertama hendak dilakukan.
Apakah aku juga begitu terhadapmu? Bisa kujawab iya.
Dapat kupastikan benar. Karena menemukanmu bukan sekadar keisengan belaka.
Sekadar mengumbar perasaan suka yang tanpa nyawa. Sekadar menjaja syahwat
supaya jadi obat. Paling tidak, harus kusiapkan mental bahkan segalanya dengan
segenap kesadaran juga kesungguhan. Sematang yang bisa aku lakukan.
Tujuan itu pasti di depan. Mengayuh itu adalah siasat dan
cara supaya tujuan didekati atau mudah-mudahan direngkuh menjadi milik diri.
Dimiliki atau memiliki tak selalu mewujud dalam benda atau materi. Seperti
memegang piala karena ia sampai pertama di ujung sana. Di miliki atau memiliki
bisa juga dalam makna kesadaran. Dada menjadi lapang, pikiran menjadi tenang,
itulah bahagia. Itu juga harapanku kepadamu. Menemukanmu adalah caraku
mewujudkan bahagia tidak hanya untuk diriku berharap itu juga menjadi tujuanmu.
Bersepedalah. Tapi kau jangan mendahuluiku. Tak ingin juga
aku ngebut menyalip laju sepedamu. Jika bisa mengayuh beriringan atau
berbarengan, bukankah itu lebih baik? Dont walk in front of me, I may not
follow. Dont walk behind me, I may not lead. Walk beside me and be my soulmate;
Tidak ada komentar:
Posting Komentar