Mahabah merupakan kekuatan Illahi yang sangat indah apabila
kita dapat mengerti arti dari sebuah cinta. Mahabah bukan hanya birahi, mahabah
bukan hanya kesenangan, mahabah bukan hanya sebuah ciuman, akan tetapi mahabah
merupakan anugrah illahi yang harus di lestarikan. Seperti halnya matahari
mencintai semua yang ada di bumi itulul kekuatan dari mahabah.
Mahabah ialah cinta dan tulisan ini hanya pengantar untuk
menerangkan mahabah atau cinta yang di tulisa oleh salah seorang pengerang buku
cerita silata yang legend yaitu Asmaraman Kho ping Ho dalam sebuah bukunya yang
berjudul “ Pendekar Tanpa Bayangan –
Asmaraman S. Kho Ping Hoo ] Jilid 12 Halaman 36-47 ”. Menerangkan tentang cinta.
Menghilangkan pamrih dengan
melatih cinta kasih dalam hati dan bagaimana sikap terhadap nafsu Perbuatan
yang dianggap baik oleh pelakunya, bukanlah perbuatan baik lagi karena kalau si
pelaku menganggap perbuatan itu baik, pasti tersembunyi pamrih dalam batinnya.
Pamrih itu dapat berupa duniawi
seperti balas jasa, pujian agar diakui sebagai orang baik dan sebagainya.
Adapun pamrih rohani yang diharapkan adalah mendapatkan imbalan dari Tuhan Yang
Maha Esa, masuk surga dan sebagainya. Justru pamrih ini yang mengotori setiap
perbuatan, karena pamrih ini berarti kesenangan untuk diri pribadi. Orang merampok
untuk mendapatkan uang, membunuh karena dendam untuk mendapatkan kepuasan.
Sebaliknya kalau menolong dengan
pamrih mendapatkan balas jasa, bukankah itu sama saja dengan pamrih perbuatan
jahat? Semua pamrih itu baik atau buruk membuat perbuatan menjadi palsu. Segala
macam pamrih itu tidak benar kalau ditujukan untuk menyenangkan diri sendiri
dan baru benar kalau pamrih itu untuk membahagiakan orang lain. Sekali lagi
bahwa semua pamrih untuk kesenangan diri sendiri itu tidak benar. Apa bedanya
pamrih duniawi dan pamrih surgawi?
Pamrih harta dasarnya menyenangkan diri sendiri,
dan pamrih berkat atau surga itu bukankah dasarnya juga untuk menyenangkan diri
sendiri? Ingat bahwa sorga digambarkan sebagai tempat yang amat menyenangkan,
bukan? Jadi jelas, yang dikejar itu adalah kesenangan, walaupun kesenangan itu
diperhalus dengan sebutan sorga!. Sorga itu digambarkan sebagai tempat yang
menyenangkan dan neraka kebalikannya. Seandainya neraka itu digambarkan sebagai
tempat yang baik, tentu saja orang berpamrih untuk mendapatkan neraka!.
Bersambung Cinka Kasih sayang Bagian dua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar