Minggu, 09 September 2018

KIRAIN PREMAN


“Praaaaag…..”

Bunyi kaca yang pecah terang saja mengagetkan seisi angkutan 1B jurusan majalengka- kadipaten beberapa pekan yang lalu tepatnya saat aku dan keluargaku kunjungan atau silaturahmi kesaudara yang di majalengka. Sebuah lemparan yang menyebabkan kaca spion tersebut pecah berkeping-keping nyaris membuat cacat penumpang yang duduk di sebelah kanan sopir, soalnya keliatan ada darah di tangannya, aih untung aja enggak kena mata" kata penumpang yang satunya"
Semua mata memandang ke arah belakang angkot, ingin mengetahui apa yang sedang terjadi. Saya cemas, pikiran saya langsung terarah pada sosok preman atau orang mabuk atau malah orang gila yang sengaja atau tanpa sengaja melakukan hal yang cukup membahayakan penumpang tersebut.

Namun, di luar dugaan saya, yang datang adalah pihak keamanan yang datang mendekati angkutan kota yang aku tumpangi ini, sambil berteriak marah pada sopir,
“Untung kaca spion yang saya pecahkan, bukan kepalamu”
Pak sopir diam saja.
Lalu penumpang yang hampir terkena kecelakan itu,” loh pak…,hampir kena mata saya loh…”.
Namun, perkataannya dicuekin sang pihak keamanan dan sopir yang sama-sama tegang. Sopir mungkin tegang karena takut. Sang pihak keamanan tegang karena marah.
Lagi-lagi pak Sopir diam saja. Saya tak tahu jelas kesalahan sang sopir. Mungkin salah ngetem atau ngetemnya terlalu lama. Hanya saja, saya menyesalkan cara pihak keamanan yang menegur dengan cara seperti itu. Cara yang nantinya merugikan ketiga pihak, sopir yang mungkin bersalah, penumpang yang tidak bersalah dan sang pihak keamanan yang berusaha menegakan peraturan tapi caranya salah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...