“Praaaaag…..”
Bunyi kaca yang pecah terang saja mengagetkan seisi angkutan 1B jurusan majalengka- kadipaten beberapa pekan yang lalu tepatnya saat aku dan keluargaku kunjungan atau silaturahmi kesaudara yang di majalengka. Sebuah lemparan yang menyebabkan kaca spion tersebut pecah berkeping-keping nyaris membuat cacat penumpang yang duduk di sebelah kanan sopir, soalnya keliatan ada darah di tangannya, aih untung aja enggak kena mata" kata penumpang yang satunya"
Bunyi kaca yang pecah terang saja mengagetkan seisi angkutan 1B jurusan majalengka- kadipaten beberapa pekan yang lalu tepatnya saat aku dan keluargaku kunjungan atau silaturahmi kesaudara yang di majalengka. Sebuah lemparan yang menyebabkan kaca spion tersebut pecah berkeping-keping nyaris membuat cacat penumpang yang duduk di sebelah kanan sopir, soalnya keliatan ada darah di tangannya, aih untung aja enggak kena mata" kata penumpang yang satunya"
Semua mata
memandang ke arah belakang angkot, ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.
Saya cemas, pikiran saya langsung terarah pada sosok preman atau orang mabuk
atau malah orang gila yang sengaja atau tanpa sengaja melakukan hal yang cukup
membahayakan penumpang tersebut.
Namun, di
luar dugaan saya, yang datang adalah pihak keamanan yang datang mendekati
angkutan kota yang aku tumpangi ini, sambil berteriak marah pada sopir,
“Untung kaca
spion yang saya pecahkan, bukan kepalamu”
Pak sopir
diam saja.
Lalu
penumpang yang hampir terkena kecelakan itu,” loh pak…,hampir kena mata saya
loh…”.
Namun,
perkataannya dicuekin sang pihak keamanan dan sopir yang sama-sama tegang.
Sopir mungkin tegang karena takut. Sang pihak keamanan tegang karena marah.
Lagi-lagi
pak Sopir diam saja. Saya tak tahu jelas kesalahan sang sopir. Mungkin salah
ngetem atau ngetemnya terlalu lama. Hanya saja, saya menyesalkan cara pihak
keamanan yang menegur dengan cara seperti itu. Cara yang nantinya merugikan
ketiga pihak, sopir yang mungkin bersalah, penumpang yang tidak bersalah dan
sang pihak keamanan yang berusaha menegakan peraturan tapi caranya salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar