Bagaimana caranya agar cinta
kasih ini dapat bersemayam dalam hati sanubari kita ?. Memang tidak mungkin
kalau kita mengusahakannya sendiri. Sebabnya kita dipengaruhi nafsu daya rendah
yang melahirkan dan memelihara si-aku yang selalu mengejar kesenangan. Kalau
si-aku disenangkan, timbul senang timbul cinta, kalau disusahkan timbul sedih
timbul benci. Si-aku tidak mungkin dapat mengadakan cinta kasih yang sejati,
bukan cinta nafsu. Hanya Tuhan Yang Maha Esa yang dapat memberi karunia
sehingga cinta kasih dapat bersemayam di hati.
Karena itu, jalan satu-satunya
hanyalah apabila kita dapat mendekatkan diri kita seutuhnya kepada-Nya. Kita
ini manusia biasa, lemah dan tidak berdaya, selalu menjadi permainan nafsu daya
rendah. Akan tetapi kalau kita selalu mendekatkan diri dan berserah diri –
pasrah – kepada Tuhan, maka Dia akan memberi bimbingan kepada kita untuk dapat
menguasai nafsu-nafsu kita sendiri.
Jadi nafsu itu tidak bisa dikekang. Jadi
salahlah dan sia-sialah kalau kita mencoba dan berusaha untuk mengekang hawa
nafsu. Nafsu yang dikekang makin lama akan menjadi semacam ‘bom waktu’ atau api
di dalam sekam yang setiap saat dapat meledak atau terbakar. Kalau lepas dari
kekangan nafsu menjadi lebih berbahaya dan lebih dahsyat daripada sebelum
dikekang. Kita tidak akan kuat bertahan lama.
Kita pasti akan kalah. Sebab yang
dapat mengalahkan nafsu adalah yang menciptakan nafsu itu sendiri. Siapakah
yang menciptakan nafsu? Sudah tentu Tuhan Yang Maha Esa. Kita amati nafsu yang
menggoda kita . jangan dikekang dan juga jangan dituruti, tetapi amati dan
selanjutnya ingatlah Tuhan dan berpasrahlah kepada-Nya. Minta petunjukNya untuk
terhindar dari bahaya nafsu. Lambat laun nafsu itu akan diam. Pasrah kepada
Tuhan. Itu kuncinya.
Jadi di tulisan kho ping ho pada dasarnya ingin
menyampaikan bahwa cinta di atas segalanya. Cinta yang bukan mendatangankan
kesengsaraan akan tetapi cinta yang mendatangankan kebahagianan.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar