Dengan kata lain kalau sorga itu
tidak ada, maka belum tentu orang yang berpamrih itu mau berbuat kebaikan!.
Yang benar adalah setiap perbuatan tidak berdasarkan pamrih apa-apa tetapi
berdasarkan CINTA KASIH. Cinta kasih terhadap sesama manusia. Cinta kasih ini
yang menghapus semua kebencian nafsu, cinta kasih ini yang menumbuhkan perasaan
tanggung jawab dan kewajiban untuk menolong sesama manusia yang membutuhkan
pertolongan. Perbuatan yang didorong cinta kasih merupakan kewajiban dalam
kehidupan ini, maka dari itu tanpa pamrih.
Cinta kasih membuat setiap
perbuatan tidak bermaksud untuk kesenangan diri sendiri. Cinta kasih dalam
batin merupakan pohon yang akan memberikan bunga dan buah. Bunga dan buahnya
itulah yang akan memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Bunga dan buahnya
itu adalah segala sikap dan perbuatan yang baik kepada siapa saja. Setiap orang
memiliki kemampuan masing-masing. Pandai mengajari yang bodoh, yang pandai
pengobatan bisa menyembuhkan yang sakit, yang kuat melindungi yang lemah, yang
berharta membantu yang miskin, demikian seterusnya pokoknya yang dapat
membahagiakan orang lain.
Setiap orang pasti mempunyai
sesuatu yang dapat digunakan untuk membahagiakan orang lain. Dan semua
perbuatan itu merupakan buah dari cinta kasih yang tumbuh subur dalam hati
sanubarinya. Mereka yang tidak memiliki apa-apa masih tetap dapat melakukan
sesuatu demi kebahagiaan orang lain, yaitu sikap yang ramah dan manis budi !
Senyum ramah, pandang mata yang tulus, ucapan yang lemah lembut, bukankah sikap
ini dapat menyenangkan dan membahagiakan hati siapa saja ?.
Jangan dikira bahwa sikap ini
tidak ada harganya! bahkan bisa saja jauh lebih berharga daripada harta dan
pertolongan apapun juga. Kalau ada cinta kasih di dalam hati, maka semua
perbuatan kita terhadap sesama kita tentu baik dan benar. Cinta kasih
mendatangkan belas kasih dan menyadarkan kita bahwa apa yang kita lakukan itu
merupakan kewajiban hidup. Bukan kita yang memiliki harta benda, juga
kepandaian dan kelebihan yang ada pada kita.
Bahkan diri kita semua juga bukan milik kita.
Semua itu milik Tuhan Yang Maha Esa yang diberikan kepada kita sebagai
rahmatnya. Maka sudah seharusnya kita bersyukur atas nikmat Tuhan yang
diberikan kepada kita. Dan rasa syukur itu kita buktikan dengan menyembahNya
sesuai dengan keyakinan kita masing-masing. Juga kita buktikan dengan
menyalurkan nikmat tersebut kepada mereka yang membutuhkan!. Berbahagialah
manusia yang dipilih Tuhan untuk menyalurkan berkah dan nikmat-Nya. Dan terus bagaimana
caranya mengetrapkannya dalam kehidupan ini?
Bersambung Cinta Kasih Sayang bagian Akhir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar