Jumat, 28 September 2018

CINTA KASIH SAYANG (kho Ping Ho) Part 2

Dengan kata lain kalau sorga itu tidak ada, maka belum tentu orang yang berpamrih itu mau berbuat kebaikan!. Yang benar adalah setiap perbuatan tidak berdasarkan pamrih apa-apa tetapi berdasarkan CINTA KASIH. Cinta kasih terhadap sesama manusia. Cinta kasih ini yang menghapus semua kebencian nafsu, cinta kasih ini yang menumbuhkan perasaan tanggung jawab dan kewajiban untuk menolong sesama manusia yang membutuhkan pertolongan. Perbuatan yang didorong cinta kasih merupakan kewajiban dalam kehidupan ini, maka dari itu tanpa pamrih.

Cinta kasih membuat setiap perbuatan tidak bermaksud untuk kesenangan diri sendiri. Cinta kasih dalam batin merupakan pohon yang akan memberikan bunga dan buah. Bunga dan buahnya itulah yang akan memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Bunga dan buahnya itu adalah segala sikap dan perbuatan yang baik kepada siapa saja. Setiap orang memiliki kemampuan masing-masing. Pandai mengajari yang bodoh, yang pandai pengobatan bisa menyembuhkan yang sakit, yang kuat melindungi yang lemah, yang berharta membantu yang miskin, demikian seterusnya pokoknya yang dapat membahagiakan orang lain.


Setiap orang pasti mempunyai sesuatu yang dapat digunakan untuk membahagiakan orang lain. Dan semua perbuatan itu merupakan buah dari cinta kasih yang tumbuh subur dalam hati sanubarinya. Mereka yang tidak memiliki apa-apa masih tetap dapat melakukan sesuatu demi kebahagiaan orang lain, yaitu sikap yang ramah dan manis budi ! Senyum ramah, pandang mata yang tulus, ucapan yang lemah lembut, bukankah sikap ini dapat menyenangkan dan membahagiakan hati siapa saja ?.

Jangan dikira bahwa sikap ini tidak ada harganya! bahkan bisa saja jauh lebih berharga daripada harta dan pertolongan apapun juga. Kalau ada cinta kasih di dalam hati, maka semua perbuatan kita terhadap sesama kita tentu baik dan benar. Cinta kasih mendatangkan belas kasih dan menyadarkan kita bahwa apa yang kita lakukan itu merupakan kewajiban hidup. Bukan kita yang memiliki harta benda, juga kepandaian dan kelebihan yang ada pada kita.

Bahkan diri kita semua juga bukan milik kita. Semua itu milik Tuhan Yang Maha Esa yang diberikan kepada kita sebagai rahmatnya. Maka sudah seharusnya kita bersyukur atas nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita. Dan rasa syukur itu kita buktikan dengan menyembahNya sesuai dengan keyakinan kita masing-masing. Juga kita buktikan dengan menyalurkan nikmat tersebut kepada mereka yang membutuhkan!. Berbahagialah manusia yang dipilih Tuhan untuk menyalurkan berkah dan nikmat-Nya. Dan terus bagaimana caranya mengetrapkannya dalam kehidupan ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...