Minggu, 23 September 2018

KRIMINAL SEPAK BOLA (Haringga korban Oknum bobotoh)


Sepak bola Indonesia adalah drama dengan ujung yang tragis. Kemenangan sebuah tim tak selalu berakhir dirayakan dengan kegembiraan tapi juga dengan tangis pilu dan kegeraman yang tak habis-habis.
Di dalam stadion, pelatih memeras otak merumuskan taktik untuk meraih kemenangan. Di luar stadion, penonton seumpama gladiator, pamer otot dan kekerasan siap menghabisi suporter yang dianggap lawan.
Sepak bola Indonesia adalah orkestra dengan akhir yang membuat sakit telinga. Makian dan teriakan permusuhan. Lengkingan kebencian untuk pemain dan suporter lawan. Stadion bukan lagi tempat ramah. Seumpama medan pembantaian, stadion menjadi etalase potensi kemarahan yang siap meledak menjadi keroyokan dan tikaman buat nyawa sang lawan.

Dulu ada Micko Pratama (Bonek), Imam Shokhib (Aremania), Dani Maulana (Bobotoh) dan yang lainnya. Lalu Haringga Sirila (The Jack Mania) korban terbaru dari kemarahan dan kebencian itu. Ia meregang nyawa di tangan oknum penonton yang sesat akal dan buta mata hatinya. 
Haringga adalah korban kebiadaban sekelompok orang yang meremehkan nyawa manusia yang mustahil bisa diganti dan dicari padanannya dengan pertandingan sepak bola manapun.
Sepak bola Indonesia. Sebaiknya rehat dulu saja;

De Also Layang Kusumah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...