Rabu, 26 September 2018

NGARUWAT GUNUNG Bag. 1

NGARUWAT GUNUNG GALUNGGUNG 

Tasikmalaya nama salah satu tempat di daerah Jawa barat tempatnya  begitu menarik untuk ditelusuri. Sejarah tasikmalaya juga sangat unik dan menarik yang bisa menginspirasi dan memotivasi.

Wilayah tasikmalaya itu diadikan dua, Kabupaten dan Kota entah apa sebanya kami gak terlalu mempermasalahkan, yang unik wilayah tasikmalaya dari zaman dahulu sudah terkenal pemerintah berbentuk kasepuhan bisanya disebut kabataraan atau keresian, yang berpusat pemerintahannya di sekitar Gunung Galunggung.

Pemegang kekuasaan dipimpin oleh sang Batara Semplakwaja, kemudian di teruskan Batara Kuncung Putih, Batara Kawindu, Batara Wastuhayu, dan Batari Hyang.


Adapun yang lebih menarik dari tasikmalaya menurut salah satu penduduknya ialah Kerajaan Galunggung yang berdiri pada tanggal 13 Bhadrapada 1033 Saka atau 21 agustus 1111 dengan penguasa pertamanya yaitu Batari Hyang, di dukung pula oleh Prasasti Geger Hanjuang yang ditemukan di bukit Geger Hanjuang. Dari Sang Batari inilah mengemuka ajarannya yang dikenal sebagai Sang Hyang Siskanda Nga Karesian. Ajarannya yang akhirnya merupakan ajaran resmi pada zaman Prabu Siliwangi (1482-1521 M) yang bertahta di Pakuwan Pajajaran. Itulah salah satu ke unikan dari Tasikmalaya.

“Batara semplak waja mangsa baheula purah ngaistrenan para raja
Raja pandita anu ngawasa dirasa ngeunaan kenana dora bancana
Ngajar sangkan urang teu tinemu lara mala na lunas papa naraka
Pangawasa jadi ciri utama bijilna ti baga lawan purusa sasakala”
(Kutipan dari salah satu rajah/sajak judul merbayaksa na carita)

Cerita tasikmalaya hanya merupakan pembuka dari yang akan kami tuliskan sebuah cerita yang mungkin untuk tataran umum ada sebagian yang tidak terima atau lebih jauh menganggap kami sekumpulan orang gila, karena apa yang akan kami beber maerupakan cerita yang bagi sebagian merupakan tahayul. Akan tetapi terlepas dari pro dan kontra tulisan ini tetap kami buat untuk kepentingan pembendaharaan perpustakaan kami.

Awal kisah perjalanan kami ke daerah tasikmalaya merupakan perjalanan yang mulia bagi kami, karena kami menuruti perintah dari guru dan sesepuh kami. Perjalanan yang menghabiskan waktu kurang lebih 6 jam dari kota bandung. Perjalan ini hanya membuat satu missi yang Melestarikan Alam atau dalam bahas sunda Ngamumule lemah cai.

Agenda perjalan ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari tahun kemarin mengurus aliran air, acara ini merupakan acara lanjut dari apa yang sudah kami usahakan, usaha ini kami lakukan guna untuk mencah atau meminimalisir bencana alam. Pemberangkatan kami guna menghadiri pertemuan yang akan di adakan di karesian galunggung, akan tetapi bertempat di gunung raja, karena gunung raja masih satu lempengan dengan galunggung.

Kita berangkat tanggal 21 september 2018, pkl. 19.48 perjalanan malam yang di tempuh 6 jam, rute yang di tempuh kami ke daerah ci datar dulu untuk menurunkan mesin, dari sana setelah istirahat kami langsung ke daerah tasikmalaya tepatnya daerah ci galontang ke rumah salah satu personil Ulin Karuhun (UK).

Sesampai di rumah personil daerah ci galontang kami TIM UK yang merasa kelelah terus beristirahat untuk persiapan besok, karena pertemuan membutuhkan energi yang sangat besar, sebagain dari yang belum istirahat langsung mengadakan kontak dengan semua perserta pertemuan yang sudah datang terlebih dulu, hasil dari mengontak kami mendapat kabar kalau acara dilaksanakan besok masang pecat sawet (sekitar jam 10 pagi).

Pagi yang cerah kami semua mempersiapkan segala keperluan yang akan di bawa dalam pertemuan, dari perabot dan persiapan persyaratan. Setelah semua siap kami muali melakukan perjalanan walau dengan sedih karena tidak bisa membawa sesepuh  kami, dikarenakan kakinya mengalami sudah lama cedera, mengikuti perjalan kami pun hanya berbekal nekad dan saking sayangnya pada kami ketakutan kami ada masalah dalam perjalanan.

Jalur yang ditempuh dalam mencapai gunung raja tidaklah mulus ada rintangan dan halangan di samping jalan yang sangat terjal dan sangat menantang. Menurut tuturan orang desa jalan untuk menuju ke gunung raja bisa ditempuh melalui tiga arah dari tasikmalaya.
Sepanjangan perjalanan menuju gunung raja kami melewati sawah dan parit-parit serta gubuk-gubuk yang sudah agak kusam dan juga di sepanjang perjalanan kami bertemu sapa dengan penduduk disana yang sangat sederhana dan ramah mereka menawarkan air minum sekedar untuk menutupi dahaga.

Gunung raja sudah sejak lama atau dahulu emang didatangi oleh banyak orang yang melakukan ziarah, rata-rata yang datang ke gunung raja untuk mencari kekayaan atau pesugihan. Menurut salah seorang juru kunci (kuncen), orang yang datang dan minta pesugihan disini biasanya selalu berhasil pada kaya-kaya, biasanya para penziarah melakukan ritual mandi di curug kecil selepas sebelum melanjutkan ritual selanjutnya.

Kami melakukan perjalanan satu setengah jam untuk mencapai ke gunung raja, sesampai di gunung raja kami khususnya saya langsung menagdakan kontak dengan para peserta pertemuan, setelah membuka tabir ghaib, saya berada di sebuah balai pertemuan yang luas dengan di hiasi kiri dan kanan taman-taman dan air mancur. Dalam pengliahatan saya, saya bertemu dengan beberapa orang yang sudah kenal dan dari tim kami yang masuk pada dimensi yang sama, yaitu mia, ade dan tari ; Mia yang sedang asyik ngobrol dengan seorang perempuan yang cantik dengan pakaian sejenis sutra warna biru ; Ade di luar dekat taman balai pertemuan lihat-lihat sekelilingnya ;

Tari salah satu dari kami yang saya lihat dia agak takut-takut melihat sekeliling tempat ini; Tidak kurang dari 100 orang yang berada dan siap mengikuti acara yang akan di adakan oleh para panitia pertemuan. Setelah bersapa salam saya melanjutkan perjalanan dan berhenti di dua makam di lihat mata lahir. sebelum masuk ke area puncak gunung raja.

Bersambung... Bag. 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...