Ketika berbicara tentang hidup, mudah di
ucapkan dan di jelaskan, akan tetapi pada faktanya ternyata sulit untuk
dijalankan, Hidup itu sangat terasa pahit ketika kita dihadapkan dengan sebuah
kenyataan yang semuanya membuat kita harus belajar bertahan saat semua orang
pergi meninggalkan kita sendiri.
Terkadaang.
Keingin untuk menjerit histeris dan berlari dari kenyataan hidup ini, akan tapi hati kecil ini meneguhkan kembali, bahwa ini adalah hidupku, inilah kenyataan yang harus di jalanin “Menjadi pecundang atau menjadi pemenang”, karena ketika kita lari dari kenyataan bukan berarti kita lepas dari kenyataan, malah akan masuk pada kenyataan yang semakin absurd.
Keingin untuk menjerit histeris dan berlari dari kenyataan hidup ini, akan tapi hati kecil ini meneguhkan kembali, bahwa ini adalah hidupku, inilah kenyataan yang harus di jalanin “Menjadi pecundang atau menjadi pemenang”, karena ketika kita lari dari kenyataan bukan berarti kita lepas dari kenyataan, malah akan masuk pada kenyataan yang semakin absurd.
Dengan keyakinan
sititik asa dalam hati kita telan semuanya kepahitan ini, dengan keyakinan
pasti ada jalan untuk melanjutkan kenyataan yang lebih baik.
Dengan ada
secercah mutiara yang akan menjadi pemanis dalam hidup ini. Ingat hidup
adalah sebuah pengembaraan dan pengabdian, kita di tuntut untuk menjalankan
peran sebaaik mungkin, sampai kita bisa mengabdikan diri.
Pengabdian yang
tulus serta di berangin dengan rasa ikhlas menerima perjalanan hidup tidak
menutup kemungkinan kita akan mendapatkan kebahagian di kemudian hari.
" Jadikanlah
dirimu oleh diri sendiri (A.a. boxer)" jangan pernah merasa nyaman dalam gendongan atau sandara orang yang lain, karena hidup adalah sendiri.
Bangkitlah dan bangunlah jiwa dan raga untuk terus berkreasi dan terus adaptasi.
" Ngindung ka waktu mi bapak ka jaman"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar