Siapa
yang mengaku mencintai Allah akan tetapi tidak mengikuti sunnah" Rosul,
maka pengakuan tersebut adalah bohong besar, sebab hal tersebut tidak sesuai dengan
nash Al-Qur'an. Rosululloh saw adalah BABUL KHADHROH, siapa yg datang kepada
Allah melalui pintu Baginda Rosul dengan mencintai dan mengikutinya maka dia
akan dapat memasuki dan menempati KHADHROTUL ILAHIYAH dan jika tersambung, maka
jiwanya akan terpenuhi dg rasa cinta yg mendalam kepada Rosulullah saw. Maka
dengan sebab itulah seorang hamba akan mendapatkan cinta dari Allah swt.
Begitupun kadar cinta Allah kpd hamba tergantung kecintaan hamba kpd Rosulullah
saw.
(
Tafsir Bakhrul Madid juz 1 hal.310 )
Syekh Abu Khasan Asy-syadzalu berkata : Aku
bermimpi bertemu Rosulullah dan aku bertanya kpd beliau "Ya Rarusullah ,
apa khakikat dari Al-Mutabaah ( mengikuti Rosulullah) .. ?
Rosul
menjawab, "Selalu melihat orang yang kita ikuti dalam segala sesuatu (mengikuti
akhlaqnya dan berpandang dengan pandangannya dalam segala sesuatu) .
(Kasyful Asror Litanwirul Afkar. hal. 29)
(Kasyful Asror Litanwirul Afkar. hal. 29)
Mengikuti thorekot tidak akan sah kecuali
tersambung sanad dg guru mursyid hingga kpd Rosulullah saw.
Ulama ahli thoreqot mensyaratkan tersambungnya
sanad melalui ngaji, bai'at , dan talqin dari guru mursyid yg telah mendapatkan
izin ( tugas ) untuk meng ijazahkan.
Yang dimaksud bai'at adalah janji seorang
murid kepada guru mursyid untuk bisa mengamalkan dzikir yg telah di ijazahkan.
Adapun yang dimaksud talqin adalah menerimanya
murid terhadap dzikir yg telah di ijazahkan oleh guru.
Seorang murid yg telah mendapatkan bai'at dan
talqin harus selalu mengikuti bimbingan dan mengaji kepada guru mursyidnya utk
dapat menetapi syarat tersambungnya sanad dan adanya 'alaqoh antara guru mursyid
dan murid.
(Tafsir Bakhrul Madid jiz 5 hal 137 )
(Tafsir Bakhrul Madid jiz 5 hal 137 )
"Bahwa orang-orang yang berjanji setia
kepadamu (Nabi Mukhammad) sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada
Allah. Tangan Allah diatas tangan-tangan mereka , maka barangsiapa melanggar
janji, maka sesungguhnya dia melanggar atas ( janji) sendiri, dan barangsiapa
menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan memberinya pahala yang besar.
(QS.Al-Fath ayat 10)
Disamakan dengan berjanji kepada Nabi
Mukhammad yaitu berjanji (bai'at) Khalifatur Rosul dari ahli Arifin Billah dan
dari guru-guru tarbiyyah yg sanadnya tersambung dg Rosulullah. Siapa yg
berbai'at kepada Kholifatur Rosul, maka sama seperti berbai'at kepada Allah dan
RosulNya. dan siapa yang berpandang kepada mereka, maka sama seperti berpandang
kepada Allah dan RosulNya.
Siapa
yang melanggar janji kepada mereka, maka sesungguhnya dia melanggar janji atas
dirinya sendiri dan akan terputus perjanjian dengan Allah swt. (Tafsir Bakhrul
Madid juz 5 hal.137)
Allah swt. mengutus Nabi dan Rosul kedunia
berjumlah 124.000, dan yang menyandang pangkat nabi dan rosul berjumlah 25.
Dari 25 orang nabi dan rosul ada yg khusus
berjumlah 5 orang nabi dan rosul ( Ulul Azmi ) yg menerima risalah dan
menggelar sare'at.
Dari 5 orang nabi dan rosul tersebut ada
sulthonnya (Sayyidul Anbiya walmursalin ) yaitu baginda Rosulullah saw.
Setelah zaman kenabian ditutup, Allah swt.
masih mengutus wakilnya ( penerusnya) dijagat raya ini yaitu zaman Auliyaa
illah (wali-wali Allah) .
Demikian juga Auliyaa illah berjumlah 124.000
wali. dan yang khusus nerjumlah 25 orang wali yg disebut "Wali Songo"
( sesungguhnya wali songo itu berjumlah 25 ) namun yg tenar hanya 9 orang.
Dari 25 orang wali ada yg khosh berjumlah 5
orang wali ( yg pegang thoreqot ) , dari 5 orang wali ada sulthonul auliyanya
yaitu dhohirnya Syekh Syarif Hidayatullah.
Dari Syarif Hidayatullah dipasrahkan kpd
Syekhunal Mukarrom (Al Khabib Umar bin Isma'il bin Syekh bin Thoha bin Yahya )
Setelah beliau wafat sekarang diteruskan dngan
seoarang yg mendapat tugas sebagai penerus, beliau adalah Sayyid Gamal Yahya (
SGY ).
Dengan demikian kita dapat mengetahui kepada
siapa kita Ijazah Syahadat utk saat ini ..? Zaman saiki ... ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar