Senin, 10 Desember 2018

Happy Failed Anniversary 1 th



Hai, selamat malam kamu. Apa kau ingat hari ini menjadi peringatan apa?
Mungkin kamu tidak ingat. Baiklah, akan aku ingatkan. Satu tahun yang lalu, kita melakukan ritual malam-malam kita. Kamu disana mengais-ais sinyal, dan aku disini termenung menunggumu.
Sesekali berusaha menghubungimu melalui handphoneku. Ah ya, baru sadar betapa bodohnya aku yang selalu menunggu bercakap-cakap denganmu padahal kau bukan siapa-siapaku. Berbagai macam cerita mengalir dari kedua mulut kita, tentang semua hal, tentang segalanya, tanpa sungkan.
Malam itu kita saling bercanda untuk terikat dalam sebuah hubungan. Hati yang tidak bisa di pungkiri nyata dan benar kalau aku emang benar-benar suka dan dengan nekad saat itu aku meminta kamu untuk menjadi kekasihku (kenangan yang indah). Dan malam itu pula kamu resmi menjadi pacarku, (akhirnya ku menemukanmu).
Seiring berjalannya waktu dan pertemuan-peretemuan denganmu semakin besar rasa di hati untuk memilikimu, deg-degan serta di barengi panas dingin kalau saja aku nggak sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Soalnya, semakin hari semakin kamu membuatku jatuh hati, hingga ingin selalu bertemu denganmu.

Akan tetapi satu tahun lewat sudah kita pacaran pas di hari jadian orang bilang Anniversary 1 th. Eh malah kita bubaran, mungkin benar aku yang salah. Seperti yang kamu tuduhkan ke aku ” kamu tuh gak peduli, kamu tuh gak perhatian, kamu tuh….,” apa iya seperti itu? Akan tetapi ya sudahlah, mau gimana lagi. Karena bagi ku sesuatu yang sudah terjadi, tidak hanya harus di sesali akan tetapi jadi pelajaran agar aku gak mengulangi kesalahan yang sama (di balik itu semua ada yang lebih menyakitkan buat diri ku sendiri jika mengenangnya). Hingga saat ini tahun pertama dugderan.
Ngomong-ngomong soal dugderan, tahun pertama saat kamu sudah tak bersamaku. Aku pergi seorang diri ke tempat itu. Kau tahu bagaimana perasaanku saat itu? Lemah. Rasanya ingin menangis karena merindukanmu, tapi aku mencoba bertahan hanya untuk mengenangmu dari awal hingga akhir dari hubungan kita. Aku masih saja belum move on  dengan semua hal tentangmu. Termasuk mengintip sosial media milikmu. Membawaku pada pertemuan selanjutnya yang pada akhirnya bersama denganmu membuatku makin jatuh cinta padamu.
Kamu bilang aku nggak romantis. Memang! Aku gak romantis…
Nembak aja sambil duduk boncengan di motor. Tapi aku seneng akhirnya penantianku nggak sia-sia *piss*
Aku pun ngaku nggak romantis, tapi aku terharu pas hari ulang tahunku kamu memberi kado terindah dengan menyuguhkan nasi tumpeng kado terindah karena karena sebelumnya aku gak pernah dan ada yang merayakan. Saat itu aku seneng banget kamu bela-belain cape-capean membuat tumpeng. thank you pisan buat kamu special words kado terindah untuk ulang tahunku.
Kenangan manis yang paling susah untuk dilupain, apa ya? Semuanya tentang kamu berharga sih, kecuali pas kita berantem.
Kadang, aku sengaja membuka-buka foto kebersamaan kita, semuanya bikin rindu kamu, serius! Apa kamu nggak merindukanku?
Kangen? Mungkin suatu hal yang mustahil bagimu. Hei, apa kau sudah punya pacar (lagi)? Aku masih belum bisa menerima kepergianmu yang masih meninggalkan janji. Mungkin juga kau sudah lupa dengan apa janjimu dulu.
Lupakan saja. Mudah-mudahan kamu selalu bahagia, dan aku selalu berdoa untuk kebaikanmu, karena menurutku kamu paling berharga dalam hatiku.
Ya, kukira kita memutuskan hubungan ini tanpa adanya kata perpisahan. Kau tahu bagaimana sakitnya? Silakan saja kau rasakan sendiri kelak. Saranku, jangan!
Meski aku belum bisa menerima kepergianmu, aku sudah bisa mengikhlaskanmu. Semoga bahagiamu memang bukan aku. Dan jika bahagiamu adalah aku, cepat jemput kembali hatiku sebelum seseorang mengambilnya dan memenjarakan tepat di hatinya.
Ngomong-ngomong kok judulnya pakai kata “HAPPY” kan ‘happy’ artinya bahagia?
Eh, iya juga sih. Tapi gpp deh udah terlanjur. Bahagia gagal 1 tahun denganmu karena ya karena memang aku dan kamu bukan ditakdirkan Tuhan untuk bersatu.
Bahagia karena pernah mengenalmu. Bahagia pernah mengecap hubungan bersamamu. Bahagia karena….
Karena aku dan kamu pernah menjadi KITA, walaupun pada akhirnya aku menyerah pada kata terpisahkan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...