Masa Kecil
Syarifah
Syarifah
berasal dari Aceh utara atau samudera Pasai, merupakan anak kedua sultan sayid
Maulana Mahdar Ibrahim bin Abdul Ghafur dari ibu yang bernama mutmainah,
Syarifah lahir bersamaan dengan masa portugis menguasai malaka.
Ia punya nama
asli Syarifah Fatimah, sewaktu masih kecil sudah diangkat anak oleh sinuhunan
Sunan Gunung Djati, syarifah di pinta langsung oleh kanjeng sunan ke ayahnya
untuk di bawa ke tanah jawa sewaktu syarifah tertidur dengan inangnya, di
karenakan ada keterkaitan keluarga dan ayah syarifah sendiri pada masa itu
harus mempertahankan kerjaannya, maka dengan senang hati ayahnya memberikan
untuk dibawa ke tanah jawa.
Setiba di tanah
jawa syarifah di titipakan ke uwanya, syarifah diasuh oleh uwanya kakak dari
Ibu Kandungnya Rarasantang Kanjeng Sunan yaitu Pangeran Cakrabuana yang
mempunyai nama muda Walangsungsang. Beliau merupakan keturunan langsung dari
Prabu Siliwangi Sri Baduga Pangeran Manahrasa Raja Pajajaran. Sekarang pangeran
Cakrabuana dipanggil Embah Kuwusangkan.
Penyerahan
syarifah dari Kanjeng Sunan ke Embah Kuwusangkan diterima dengan gembira. Seterusnya syarifah diangkat
anak oleh Embah Kuwusangkan dan berdiam di kerajaan Pakungwati.
Embah
Kuwusangka atau Pangeran Cakrabuana sangat menyayanginya, beliau selalu selalu membawanya kemanapun, sampai ketika
berangkat ke makkah untuk beribadah haji
syarifah diikut sertakan. Embah Kuwusangka merupakan ayah sekaligus guru sangat
sayang, beliau yang mendidik langsung syarifah, dari mulai kedigdayaan atau
kanuragan beliau turunkan semua. Beliau juga tidak lupa juga mendidik baca
tulis, etika sopan santun dan disiplin kemiliteran yang tinggi.
Sehingga tidak
heran Syarifah yang usia relatif masih anak-anak sudah kelihatan kecerdiknya
dan kepintaran serta kesaktiannya di samping memiliki kecantikan yang khas.
Kehadiran Kanjeng
Sunan Gunung Jati di daerah Pasai sampai beliau membawa syarifah ke tanah jawa
bukan tanpa sebab, akan tetapi pada saat itu beliau sedang berguru kepada
Syaikh Datuk Muhammad Sidiq, beliau belajar Tarekat Anfusiyah. Belajar tentang
gimana menjalani hidup dengan zuhud, sabar dan tawakal selamanya kepada Allah
SWT., dan dengan senantiasa bersyukur atas nikmat-nikmatNya.
Setelah tamat
berguru kanjeng sunan mampir ke pasai karena kedekatan beliau dengan Fadhulah
khan kakak dari Syarifah Fatimah Gandasari yang sekarang terkenal dengan nama
Fatahillah setelah kemenangan di malaka dan sunda kelapa.
Pada saat
kanjeng sunan mampir ke pasai, fadhullah kan sedang dalam masalah, menghadapi
portugis yang telah menguasai Malaka, yang punya rencana akan menundukan pasai
juga. Dengan adanya peristiwa itu akhirnya ada kesepakatan untuk mambawa
syarifah ke tanah jawa, karena fatahillah sendiri akan mengadakan persiapan
pasukan perang untuk melawan portugis di tanah jawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar