Rabu, 05 Desember 2018

MASA KECIL NYI MAS GANDSARI


Masa Kecil Syarifah
Syarifah berasal dari Aceh utara atau samudera Pasai, merupakan anak kedua sultan sayid Maulana Mahdar Ibrahim bin Abdul Ghafur dari ibu yang bernama mutmainah, Syarifah lahir bersamaan dengan masa portugis menguasai malaka.
Ia punya nama asli Syarifah Fatimah, sewaktu masih kecil sudah diangkat anak oleh sinuhunan Sunan Gunung Djati, syarifah di pinta langsung oleh kanjeng sunan ke ayahnya untuk di bawa ke tanah jawa sewaktu syarifah tertidur dengan inangnya, di karenakan ada keterkaitan keluarga dan ayah syarifah sendiri pada masa itu harus mempertahankan kerjaannya, maka dengan senang hati ayahnya memberikan untuk dibawa ke tanah jawa.
Setiba di tanah jawa syarifah di titipakan ke uwanya, syarifah diasuh oleh uwanya kakak dari Ibu Kandungnya Rarasantang Kanjeng Sunan yaitu Pangeran Cakrabuana yang mempunyai nama muda Walangsungsang. Beliau merupakan keturunan langsung dari Prabu Siliwangi Sri Baduga Pangeran Manahrasa Raja Pajajaran. Sekarang pangeran Cakrabuana dipanggil Embah Kuwusangkan.

Penyerahan syarifah dari Kanjeng Sunan ke Embah Kuwusangkan diterima  dengan gembira. Seterusnya syarifah diangkat anak oleh Embah Kuwusangkan dan berdiam di kerajaan Pakungwati.
Embah Kuwusangka atau Pangeran Cakrabuana sangat menyayanginya, beliau selalu  selalu membawanya kemanapun, sampai ketika berangkat ke makkah untuk beribadah  haji syarifah diikut sertakan. Embah Kuwusangka merupakan ayah sekaligus guru sangat sayang, beliau yang mendidik langsung syarifah, dari mulai kedigdayaan atau kanuragan beliau turunkan semua. Beliau juga tidak lupa juga mendidik baca tulis, etika sopan santun dan disiplin kemiliteran yang tinggi.
Sehingga tidak heran Syarifah yang usia relatif masih anak-anak sudah kelihatan kecerdiknya dan kepintaran serta kesaktiannya di samping memiliki kecantikan yang khas.
Kehadiran Kanjeng Sunan Gunung Jati di daerah Pasai sampai beliau membawa syarifah ke tanah jawa bukan tanpa sebab, akan tetapi pada saat itu beliau sedang berguru kepada Syaikh Datuk Muhammad Sidiq, beliau belajar Tarekat Anfusiyah. Belajar tentang gimana menjalani hidup dengan zuhud, sabar dan tawakal selamanya kepada Allah SWT., dan dengan senantiasa bersyukur atas nikmat-nikmatNya.
Setelah tamat berguru kanjeng sunan mampir ke pasai karena kedekatan beliau dengan Fadhulah khan kakak dari Syarifah Fatimah Gandasari yang sekarang terkenal dengan nama Fatahillah setelah kemenangan di malaka dan sunda kelapa.
Pada saat kanjeng sunan mampir ke pasai, fadhullah kan sedang dalam masalah, menghadapi portugis yang telah menguasai Malaka, yang punya rencana akan menundukan pasai juga. Dengan adanya peristiwa itu akhirnya ada kesepakatan untuk mambawa syarifah ke tanah jawa, karena fatahillah sendiri akan mengadakan persiapan pasukan perang untuk melawan portugis di tanah jawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...