Kamis, 06 Desember 2018

PENGANTAR MANTRA SAJAK


Membaca karya sastra (termasuk sajak di dalamnya) bukanlah perkara mudah. Terlebih jika teks atau bahasa yang digunakan oleh sajak itu menggunakan diksi/terminologi yang “tidak umum” atau menggunakan bahasa daerah (Sunda buhun) yang sebagian kosa katanya tidak lagi digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari masyarakat hari ini.
Membaca teks puisi yang diksi dan kosa katanya “aneh” di telinga pasti membutuhkan tidak sekedar pemahaman terhadap teks secara keseluruhan tetapi pengetahuan terhadap arti perkata pun mutlak diperlukan. Terlebih bagi saya yang awam dalam dunia sastra tugasnya bisa jadi berlipat. Kesulitan maha berat itulah yang saya alami ketika harus memberikan semacam “testimoni” pada buku “Sajak Sagara Cumarita”.
Sajak Sagara Cumarita sebagaimana dituturkan oleh penulisnya merupakan kumpulan sajak hasil dari “Perenungan” dan “penglihatan” terhadap alam sekeliling dan termasuk “alam bawah sadar”. Bukan tanpa konteks jika kumpulan sajak itu dibuat. Kumpulan sajak itu dipicu oleh berbagai fenomena yang terjadi yang ditemui penulisnya.

Sebagiannya merupakan informasi tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu, sebagian yang lain merupakan informasi atau semacam isyarat bagi manusia hari ini bagaimana seharusnya berucap dan bertindak. Sajak Sagara Cumarita, menurut amatan saya, adalah juga kumpulan nasihat, tuturan tentang wasiat para inohong yang hadir di masa lalu atau petunjuk tentang arah sejarah yang terjadi di tatar Sunda.
Seumpama kisah yang “meluruskan” kekeliruan-kekeliruan manusia hari ini dalam mengerti peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi di masa lampau. Sebagai hasil dari “perenungan” dan suatu “penglihatan” tertentu, tentu orang bisa menduga sebagai hasil subjektif penyusunnya.
Namun jika kita bersedia membaca kumpulan sajak ini secara sabar akan ditemui fakta bahwa ada banyak hal yang bisa kita ambil tentang beberapa pelajaran hidup juga informasi apa saja yang pernah terjadi di masa lampau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...