Sebuah nama bisa menjadi dilema….
Aku mengenalmu entah dimana. Aku
mengakrabimu entah bagaimana. Namun, jika tiba-tiba kita sudah seperti dekat
itu bukan karena sejarah pandai memberi perintah. Juga bukan karena taqdir
cakap mengukir. Aku mengenalmu karena persoalan yang (mungkin) lucu. Dan, untuk
hidup yang tak seluruhnya harus direngkuh secara utuh, kamu adalah sosok yang
menohok. Kamu adalah keganjilan juga pengecualian dari semua firman Tuhan. Kamu
ingat, ketika berlarian di tengah lapang mengejar bola dengan tanpa pola. Kamu
terlihat lantang, larimu kencang sekalipun tak ada bakat untuk menjadi seorang
bintang. Untuk hal yang pasti terasa janggal (dan ini yang membuat aku
terpingkal), kamu malah mengurut perut. Bergegas tangkas mengejar hasrat untuk
sekadar buang hajat (sorry bro….aku ingat kejadian ini..!!!).
Sebuah nama bisa menjadi dilema….
Sebuah nama bisa menjadi dilema….
Aku
mengenalmu dengan nyeri yang tak pandai bersembunyi. Aku mengakrabimu dengan
luka yang selalu bisa aku terka. Bukan karena kita memiliki kesamaan pengalaman
akibat hasutan Gibsonian (sejenis aliran pemikiran dengan tokoh Gibson
al-Bustomi). Juga bukan karena kita pernah dinista oleh dusta kaum hawa. Juga
bukan karena persis teriris memendam amarah karena gagal menggenggam cincin
kawin. Aku mengenalmu karena keanehan yang menjalar tak wajar. Aku mendapatimu
karena keunikan yang melebihi takaran. Dan, untuk rumus yang tak seluruhnya
harus dihunus, kamu adalah pengecualian. Kamu adalah sosok Musa yang
melafadzkan mantra untuk sebuah ucapan dengan kalimat yang sangat singkat.
Dengan kata sandi yang tak setiap orang bisa memahami. Kamu ingat, ketik “R”
(tentu bukan Radea….!!!) mengajakmu berkomunikasi. Cukup singkat kamu berucap.
Cukup padat kamu bernubuwat: “barusan”….”sudah”…..”kenyang” ….”nyampai” dll
(meni sundel ngadenge na ge....)
Sebuah nama
bisa menjadi dilema…..
Aku
mengenalmu dengan takaran yang selalu bisa aku buktikan. Aku mendapatimu dengan
keanehan sudah dianggap sebagai kewajaran. Untuk hidup yang keseluruhannya tak
harus diyakini. Kamu adalah pewaris sempurna warisan kelam peradaban Sodom-Gomorah.
Dengan pasti bisa aku yakini. Dengan tepat bisa aku sangka. Ingatkah, matamu
tak henti mencari. Kesadaranmu tak lelah menjelajah.
Sebuah nama memang
bisa menjadi dilema…
By De Also Layang Kusumah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar