Kamis, 20 Desember 2018

Sebuah nama bisa menjadi dilema


Sebuah nama bisa menjadi dilema…. 
Aku mengenalmu entah dimana. Aku mengakrabimu entah bagaimana. Namun, jika tiba-tiba kita sudah seperti dekat itu bukan karena sejarah pandai memberi perintah. Juga bukan karena taqdir cakap mengukir. Aku mengenalmu karena persoalan yang (mungkin) lucu. Dan, untuk hidup yang tak seluruhnya harus direngkuh secara utuh, kamu adalah sosok yang menohok. Kamu adalah keganjilan juga pengecualian dari semua firman Tuhan. Kamu ingat, ketika berlarian di tengah lapang mengejar bola dengan tanpa pola. Kamu terlihat lantang, larimu kencang sekalipun tak ada bakat untuk menjadi seorang bintang. Untuk hal yang pasti terasa janggal (dan ini yang membuat aku terpingkal), kamu malah mengurut perut. Bergegas tangkas mengejar hasrat untuk sekadar buang hajat (sorry bro….aku ingat kejadian ini..!!!).

Sebuah nama bisa menjadi dilema….

Aku mengenalmu dengan nyeri yang tak pandai bersembunyi. Aku mengakrabimu dengan luka yang selalu bisa aku terka. Bukan karena kita memiliki kesamaan pengalaman akibat hasutan Gibsonian (sejenis aliran pemikiran dengan tokoh Gibson al-Bustomi). Juga bukan karena kita pernah dinista oleh dusta kaum hawa. Juga bukan karena persis teriris memendam amarah karena gagal menggenggam cincin kawin. Aku mengenalmu karena keanehan yang menjalar tak wajar. Aku mendapatimu karena keunikan yang melebihi takaran. Dan, untuk rumus yang tak seluruhnya harus dihunus, kamu adalah pengecualian. Kamu adalah sosok Musa yang melafadzkan mantra untuk sebuah ucapan dengan kalimat yang sangat singkat. Dengan kata sandi yang tak setiap orang bisa memahami. Kamu ingat, ketik “R” (tentu bukan Radea….!!!) mengajakmu berkomunikasi. Cukup singkat kamu berucap. Cukup padat kamu bernubuwat: “barusan”….”sudah”…..”kenyang”….”nyampai” dll (meni sundel ngadenge na ge....)
Sebuah nama bisa menjadi dilema…..
Aku mengenalmu dengan takaran yang selalu bisa aku buktikan. Aku mendapatimu dengan keanehan sudah dianggap sebagai kewajaran. Untuk hidup yang keseluruhannya tak harus diyakini. Kamu adalah pewaris sempurna warisan kelam peradaban Sodom-Gomorah. Dengan pasti bisa aku yakini. Dengan tepat bisa aku sangka. Ingatkah, matamu tak henti mencari. Kesadaranmu tak lelah menjelajah.
Sebuah nama memang bisa menjadi dilema…

By De Also Layang Kusumah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...