Senin, 31 Desember 2018

RESOLUSI PERSAKSIAN


Mengucapkan syahadat. Melafadzkan kalimat persaksian adalah kemestian. Bersaksi tentang Allah. Bersaksi tentang Muhammad rasulullah. Dua-duanya adalah pusat dan titik konsentrasi dari persaksian yang dilakukan.
Mustahil seseorang disebut muslim jika alfa untuk mempersaksikan keduanya. Mustahil seseorang disebut mukmin jika tidak mempercayai keduanya sebagai pusaran orientasi penghambaan.
Persaksian itu tidak hanya mengucapkan. Lisan sekadar melafdzkan "asyhadu". Persaksian yang sebenar-benarnya persaksian adalah jumlah antara ucapan dan tindakan. Bibir bergetar mengatakan, lalu tubuh meresfon untuk patuh. Inilah kesadaran. Ucapan tak bermakna jika tak disempurnakan dengan tindakan. Dan tindakan akan menjadi sia-sia jika tak dibuka dengan pernyataan.
Sudahkah kita bersaksi dengan cara itu? Sudahkah kita mensinergikan persaksian lisan dengan persaksian tindakan? "Bisa ora bisa akalana", begitu nadhom menuturkan.

Kamis, 27 Desember 2018

RAJAH SUMEDANG

Nyukcruk galur ka pungkur kana catur juru pantun
Ngaguar muka carita ka kidung nu kasebut buhun
Nu di teundeun di handeuleum sieumkeun caritana
Anu di tunda dina hanjuang siangkeun cinaritana

Satria tandang pertentang babar jati diri pasundan
Kasaktian nu jadi iberan jeung kujang jadi ageman
Sasakala baheula jadi ragragna mangsa katangtuan
Dayeuh Galuh Pakuan nu katelah Pakuan Pajajaran

Nagri pajajaran nanjung nagri sunda panjang punjung
Sunda sieup nimbang pulung mangsa sunda adi luhung 
Bukti pantun ahung gunung sunda surup kana tangtung
Ajeg karajaan galuh agung saksina gunung galunggung

Nagara bukti wibawa lamun ka Jaga Tirtanana
Nagara kertaraharja lamun bisa ka jaga Wanana
Nagara bisa kabuka rasa lamun ka jaga Raksana
Nagara bukti waluya mangsa jaya jaga Kramana

Ingsun medal mangrupa putra mibanda kasumedangan
Gunung handeuleum galunggung nu jadi saksi keresian
Sriman Sriwacana saksina Talaga alam kasumedangan
Cipta raga sirr cipta rasa bubuka siloka elmu katunggalan

Rabu, 26 Desember 2018

DI BALIK BENCANA INDONESIA (KEARIPAN LELUHUR)


Bencana Palu yang terjadi kemarin masih menyisakan pilu. Luka masih belum kering. Derita belum sempurna dipulihkan. Kesengsaraan dan efek trauma warga di sana belum tuntas diselesaikan. Kisah tragis manusia yang kehilangan ayah, ibu, sanak, saudara belum beranjak jauh dari ingatan kolektif kita hari ini. Palu meninggalkan cerita duka tentang ratusan nyawa yang melayang.
Bahkan bencana serupa, kita pernah mengenalnya. Tsunami Aceh yang maha dahsyat. Bencana Garut yang cukup hebat. Merapi yang membuat kita ngeri adalah sebagian kisah tragis yang membuat ketir juga khawatir. Lalu kini bencana serupa menghajar pantai-pantai di sekitar Selat Sunda, khususnya di Kabupaten Pandenglang, Serang dan Lampung Selatan.
Apa yang salah dengan manusia Indonesia? Apa yang tengah terjadi di tanah ibu pertiwi? Apakah seluruh bencana ini hukuman atau peristiwa alamiah kehidupan?
Sebagian dari kita menerka tentang hukuman Tuhan. Laku dan tindakan manusialah yang memancing bencana datang. Hikayat bangsa-bangsa yang "dihilangkan" sebagaimana tertulis dalam kitab suci adalah contohnya. Negeri Sodom dan Gomorah. Kaum Aad juga Tsamud. Tuhan melenyapkan seluruhnya akibat ulah dan perilaku bejad mereka.

Minggu, 23 Desember 2018

TOLERANSI BERAGAMA


Toleransi itu gampang diucapkan tapi sulit diwujudkan. Bersikap toleran atau memiliki dada yang lapang tak semudah membalikan tangan. Apa yang terjadi di Jogjakarta, hanyalah contoh betapa kelapangan dada menjadi perkara yang susah untuk dilakukan. 
Kita sadar bahwa kita berbeda. Apakah rambutnya, matanya, kulitnya, bahkan keyakinannya. Faktanya, kesadaran terhadap keberbedaan itu tak serta merta berefek untuk berlaku adil terhadap yang berbeda dengan kita menjadi setara dalam hak-haknya. Setara mendapatkan apa yang menjadi keharusan miliknya. 

Intoleran, bagaimana muasalnya ia muncul? 

Sabtu, 22 Desember 2018

Mariah Carey Hero

There's a hero If you look inside your heart You don't have to be afraid Of what you are There's an answer If you reach into your soul And the sorrow that you know Will melt away

And then a hero comes along With the strength to carry on And you cast your fears aside And you know you can survive So when you feel like hope is gone Look inside youand be strong And you'll finally see the truth That a hero lies in you

It's a long road When you face the world alone No one reaches out a hand For you to hold You can find love If you search within yourself And the emptiness you felt Will disappear

Kamis, 20 Desember 2018

YOGYAKARTA KENANGAN since 1999


Tahun 1999 saya menginjakkan kaki di kota ini. Niat belajar. Berhasrat menemukan pengetahuan, pemahaman dan melanjutkan mengenal lebih jauh disiplin ilmu yang saya sukai.
Pasti tak salah jika saya memilih kota ini. Kota dengan sebutan yang tidak main-main sebagai kota pelajar dan kota budaya. Kota yang tumbuh dan sarat dengan cerita masa lalu. Ruang yang mengisahkan sejarah perjuangan dan hikayat kerajaan yang bertahan hingga sekarang. Tinggal di kota ini seumpama memasuki lorong panjang kehidupan. Tiap jengkal tanah di kota ini adalah saksi sejarah. Bukti bisu tentang laku manusia mempertahankan dan merebut kekuasaan. Juga kemerdekaan.
Tiap udara yang dihirup di kota ini adalah jejak ingatan yang patut dikenang. Ada asmara yang mungkin tumbuh untuk pertama kali. Ada jalinan cinta sesama pejuang di medan laga pertempuran. Ada kasih tak sampai. Ada romansa putri raja yang menyelenggarakan sayembara guna memilih kstaria pinilih untuk dijadikan suaminya. Ada pengkhianatan yang menumbuhkan dendam dan hanya bisa terbalas dengan kepala dan nyawa yang melayang. Duhhh.... !!!

Sebuah nama bisa menjadi dilema


Sebuah nama bisa menjadi dilema…. 
Aku mengenalmu entah dimana. Aku mengakrabimu entah bagaimana. Namun, jika tiba-tiba kita sudah seperti dekat itu bukan karena sejarah pandai memberi perintah. Juga bukan karena taqdir cakap mengukir. Aku mengenalmu karena persoalan yang (mungkin) lucu. Dan, untuk hidup yang tak seluruhnya harus direngkuh secara utuh, kamu adalah sosok yang menohok. Kamu adalah keganjilan juga pengecualian dari semua firman Tuhan. Kamu ingat, ketika berlarian di tengah lapang mengejar bola dengan tanpa pola. Kamu terlihat lantang, larimu kencang sekalipun tak ada bakat untuk menjadi seorang bintang. Untuk hal yang pasti terasa janggal (dan ini yang membuat aku terpingkal), kamu malah mengurut perut. Bergegas tangkas mengejar hasrat untuk sekadar buang hajat (sorry bro….aku ingat kejadian ini..!!!).

Sebuah nama bisa menjadi dilema….

Minggu, 16 Desember 2018

SYAHADAT TIGA DRAFT

Syahadat adalah rukun Islam yang pertama dari lima rukun Islam. Kalimat syahadat merupakan kalimat pengakuan dan penerimaan terhadap Islam. Kalimat itu menegaskan kesaksian seseorang bahwa “tidak ada Tuhan selain Allah”. Kalimat ini menegaskan kesaksian akan keesaan Allah—tauhid. Kehadiran akan Tuhan mengisi kesadaran Muslim pada setiap detik kehidupannya. Bagi kaum Muslim, Tuhan benar-benar merupakan “obsesi yang agung”. Kalimat syahadat berikutnya adalah kesaksian dan pengakuan akan kerasulan Nabi Muhammad. Ini didasarkan atas banyak hadits. Di antaranya Rasulullah saw. bersabda kepada Muaz bin Jabal ketika mengutusnya ke penduduk Yaman:
“Kamu akan datang kepada kaum ahli kitab. Jika kamu telah sampai kepada mereka, ajaklah mereka agar bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Jika mereka menaatimu dalam hal itu, beritakan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka lima shalat setiap siang dan malam. Jika mereka menaatimu dalam hal itu, beritakan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan sedekah (zakat) yang diambil dari orang kaya di antara mereka dan dikembalikan kepada orang miskin. Jika mereka menaatimu dalam hal itu, hati-hatilah terhadap kemuliaan harta mereka dan waspadalah terhadap doanya orang yang dizalimi, sebab antaranya dan Allah tidak ada dinding pembatas.”

Kamis, 13 Desember 2018

SURAT UNTUK TUHAN


Aku harus menyurati-Mu karena alasan kemanusiaan. Bukan karena aku berani dan tak takut mati. Aku hanya hendak mengerti bagaimana kehadiran-Mu bisa nampak dalam jejak terlacak. Aku harus menyurati-Mu karena alasan kelemahan. Bukan karena aku menghindar pada akal yang gagal menalar. Yang Kau berkati semenjak dini. Aku hanya tak hendak pasrah pada iman yang dipancang di tiang kepura-puraan. Aku hanya tak hendak menyerah pada akidah yang dikunyah lidah setengah-setengah.
Aku mengaku, imanku bukan iman para nabi yang meneguhkan-Mu di lubuk kesadaran yang tak pernah lapuk. Aku meyakini, imanku bukan iman para sufi yang mendapati-Mu mengalun di hijau daun. Mengalir di riak air. Menyelinap di semilir angin. Jika nama-Mu gagah, mudah-mudahan Engkau tak resah. Marah. Jika sayang-Mu tak berbilang, mudah-mudahan Engkau tak gampang untuk ringan tangan.
Tuhanku, bagaimana aku mengenal-Mu, tak pernah jelas ia terlintas. Pada usia mana aku mengeja nama-Mu, tak pernah terang di ingatan. Aku hanya tahu Engkau melalui isyarat yang merambat dalam lengkingan kedinginan dan undangan kerumunan para penyamun. Aku hanya mendengar-Mu melalui teriakan yang menghantam ujung malam dalam kesunyian. Aku hanya sempat menemukan-Mu dalam tangis memilukan akibat kematian. 

PERKENALAN SANTET


Santet merupakan salah satu ilmu hitam yang kerap menjadi kontroversi karena dianggap bertentangan dengan agama dan sering di gunakan untuk keperluan merusak. Tapi jika dihadapkan pada fenomena sosial di masyarakat, akan berbeda ceritanya. Ilmu tersebut selalu ada, banyak yang mencaci akan tetapi juga banyak yang mencari. Selain di nusatara ilmu ini juga berkembang di Negara lain seperti Eropa, Afrika, India, dan di bagian lain dunia ini.
Ilmu santet tidak hanya menggunakan kekuatan pikiran dan bantuan makhlus halus, ada juga dengan cara yang sering dilakukan oleh para dukun pengguna santet dalam mengirimkan teluhnya. Salah satunya dengan cara lebih berfokus bagaimana mengubah benda yang akan dijadikan medium itu berubah menjadi energi yang bisa menyerang secara kasat mata ke dalam tubuh target, hanya dengan energi dari benda yang dijadikan medium ini yang paling susah untuk penyembuhannya karena barang masih di pegang si pengirim santet.
Contoh dari barang yang hanya kirim energinya saja diantaranya paku, silet, dan lainnya diubah menjadi semacam energi untuk dikirim secara gaib kepada seseorang di tempat lain dengan tujuan merusak ke dalam tubuh target. Kasus diatas merupakan pengembangan dari kasus pengriman dari padat ke energi dan di kepadatkan lagi setelah mencapai target/orang yang dituju. Akan tetapi di kasusu ini, energi tersebut tidak diubah kembali menjadi matode aslinya (rematerialisasi). Akan tetapi tetap menjadi energi dan mediumnya tetap di pegang sama pengirim santetnya.
Dalam kasus ini si-praktisi penyembuh di haruskan bisa menembus pada tempat dimana si pengirim santet tersebut. Karena hanya dengan tahu dari mana dan siapa pengirimnya si-praktisi akan meminta langsung si pengirim untuk mencabut energi dari medium tersbut yang sudah merasuk pada diri target.

Rabu, 12 Desember 2018

TIDAK ADA PEMAKSAAN DALAM BERAGAMA


Duuh umat kegila gila temen
Dikon eling kula iku ora gelem
(iftahlana akalku yallah agar bisa menerima yg lebih baik dari yg paling baik..yg lebih sempurna dari yg sempurna...dan yg lebih utama dari yg utama.
Beragama adalah Berserah
Ada satu ayat Al-Quran yang bisa jadi cukup dikenal luas dan kerap dikutip oleh sebagian ketika diingatkan pada suatu bentuk ketaatan. Ketika seseorang diajak untuk melakukan sesuatu kebaikan, ia mengutip penggalan firman Allah: “lâ ikrâha fî al-dîn” yang berarti: “Tidak ada paksaan dalam (ber)agama”.
Ayat ini pula sering dikutip ketika berbicara tentang kebebasan beragama, bahwa tidak ada seorang pun yang berhak memaksa seseorang untuk menerima suatu agama atau keyakinan. Ayat tersebut sering kali dimaknai secara sempit semata-mata berkaitan dengan urusan memeluk atau menerima suatu agama. Penggalan ayat itu ada dalam surah al-Baqarah ayat 256. Lengkapnya, Allah berfirman:
“Tidak ada paksaan dalam beragama. Sungguh telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada thagut dan beriman kepada Allah maka sungguh ia telah berpegang pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah maha mendengar, maha mengetahui.”
Ada tiga kata kunci pada penggalan pertama ayat di atas, yaitu kata al-dîn, al-rusyd, dan al-ghayy. Kata al-dîn termasuk di antara kata yang cukup banyak disebutkan dalam Al-Quran. Misalnya, kita mengenal frasa dalam Al-Quran “inna al-dîna ‘inda allâhi al-islâm”-sesungguhnya agama (yang diterima) di sisi Allah adalah al-Islam. Juga terdapat pada surah al-Fatihah yang selalu kita baca dalam shalat “mâliki yaum al-dîn”-pemilik hari pembalasan.

Senin, 10 Desember 2018

Happy Failed Anniversary 1 th



Hai, selamat malam kamu. Apa kau ingat hari ini menjadi peringatan apa?
Mungkin kamu tidak ingat. Baiklah, akan aku ingatkan. Satu tahun yang lalu, kita melakukan ritual malam-malam kita. Kamu disana mengais-ais sinyal, dan aku disini termenung menunggumu.
Sesekali berusaha menghubungimu melalui handphoneku. Ah ya, baru sadar betapa bodohnya aku yang selalu menunggu bercakap-cakap denganmu padahal kau bukan siapa-siapaku. Berbagai macam cerita mengalir dari kedua mulut kita, tentang semua hal, tentang segalanya, tanpa sungkan.
Malam itu kita saling bercanda untuk terikat dalam sebuah hubungan. Hati yang tidak bisa di pungkiri nyata dan benar kalau aku emang benar-benar suka dan dengan nekad saat itu aku meminta kamu untuk menjadi kekasihku (kenangan yang indah). Dan malam itu pula kamu resmi menjadi pacarku, (akhirnya ku menemukanmu).
Seiring berjalannya waktu dan pertemuan-peretemuan denganmu semakin besar rasa di hati untuk memilikimu, deg-degan serta di barengi panas dingin kalau saja aku nggak sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Soalnya, semakin hari semakin kamu membuatku jatuh hati, hingga ingin selalu bertemu denganmu.

Sabtu, 08 Desember 2018

CINTA RASULULLAH


Siapa yang mengaku mencintai Allah akan tetapi tidak mengikuti sunnah" Rosul, maka pengakuan tersebut adalah bohong besar, sebab hal tersebut tidak sesuai dengan nash Al-Qur'an. Rosululloh saw adalah BABUL KHADHROH, siapa yg datang kepada Allah melalui pintu Baginda Rosul dengan mencintai dan mengikutinya maka dia akan dapat memasuki dan menempati KHADHROTUL ILAHIYAH dan jika tersambung, maka jiwanya akan terpenuhi dg rasa cinta yg mendalam kepada Rosulullah saw.  Maka dengan sebab itulah seorang hamba akan mendapatkan cinta dari Allah swt. Begitupun kadar cinta Allah kpd hamba tergantung kecintaan hamba kpd Rosulullah saw.
( Tafsir Bakhrul Madid juz 1 hal.310 )
Syekh Abu Khasan Asy-syadzalu berkata : Aku bermimpi bertemu Rosulullah dan aku bertanya kpd beliau "Ya Rarusullah , apa khakikat dari Al-Mutabaah ( mengikuti Rosulullah) .. ? 

PELAJARAN CINTA DARI TUKANG TAMBAL BAN


PELAJARAN CINTA DARI TUKANG TAMBAL BAN
Cerita ini merupak cerita teman dari penulis yang sengaja di bikin tulisan berharap semua bisa mengambil dan memetika hikamh dari apa yang ada dari cerita ini.
Langit siang hari itu terang dan nyaman. Bahkan dari sejak dulu sampai sekarang keadaan langit atau suasana alam seperti itu, hanya suasana hati dan suasana jalan yang berubah. Awan seolah berjalan mengikuti perjalanan ini, matahari yang berkilauan tampak sempurna mengintip penduduk bumi ini.
Perjalanan menuju bandung dengan cuaca seperti di terangkan di atas terganggu dengan adanya gangguan pada ban kuda besi yang di pakai, setelah di cek ternyata ada paku tang amblas ke ban.
Akhirnya harus mencari tukang tambal ban, setelah berjalan sekitar 10 meter akhir ketemu dan dikerjakanlah oleh si bapak yang suka nambal ban sambil dialog. Inilah isi dialoh sama si bapak tukang tambal ban hingga dapat menemukan cinta dari cinta
Simak percakapan kami dengan menggunakan bahasa lokal bahasa sunda :

Kamis, 06 Desember 2018

TAWASUL DAN KOMITMEN SYAHADAT 2

Bersambung dari TAWASUL DAN KOMITMEN SYAHADAT

Ketiga: Ikhlas. Seorang yang menucapkannya harus mengikhlaskan atau memurnikan kesadarannya karena Allah ta’ala semata. Sedangkan lawannya adalah kesyirikan. Firman-Nya: “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).”(QS. az-Zumar: 2-3) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Manusia yang paling bahagia dengan syafaatku pada hari kiamat adalah yang mengucapkan la ilaha illallah dengan penuh keikhlasan dari hatinya.“ (HR. Bukhari)
Keempat: Jujur (tulus), lawannya adalah dusta. Syarat ini diambil dari sabda shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut: “Siapa yang berkata la ilaha illallah dengan jujur (tulus) dari hatinya niscaya ia masuk surga.“ (HR. Ahmad). Ketulusan atau sidq berarti seiya sekata, apa yang diucapkannya berasal dari apa yang diyakininya dan akan menjadi apa yang dilakukannya. Sidq artinya membenarkan dengan jelas.
Kelima: Cinta. Yaitu kecintaan yang menghilangkan kebencian. Orang yang mengucapkan kalimat tauhid ini harus mencintai Allah dan RasulNya dan mencintai orang-orang yang mencintai kalimat ini. Adapun orang yang tidak mencintainya maka ucapannya tidak bermanfaat baginya.
Keenam: Tunduk. Yaitu berserah diri dan patuh dengan perbuatan atas peribadatan kepada Allah ta’ala. Lawannya adalah berpaling dan meninggalkan. Orang yang mengucapkan kalimat tauhid namun tidak tunduk dan patuh dengan hukum-hukum Allah dan syariat-Nya maka ucapannya tidak bermanfaat baginya.
Ketujuh: Menerima. Yaitu dengan menampakkan kebenaran kalimat tauhid dengan perkataan. Lawannya adalah menolak. Orang yang mengucapkan kalimat ini tidak boleh menolak sedikit pun dari hukum-hukum Allah. Sebaliknya, ia wajib menerima kandungan makna kalimat tauhid dengan baik.

TAWASUL DAN KOMITMEN SYAHADAT


TAWASUL DAN KOMITMEN SYAHADAT
Setiap orang memiliki pandangan hidup, yakni cara melihat dan bertindak dalam dunia (worldview). Cara pandang ini memuat jawaban pribadi atas pertanyaan-pertanyaan seperti apa yang paling bernilai di dunia, apa yang harus dikejar, hidup yang paling baik atau sukses itu seperti apa, dimana menemukan kebahagiaan, dan sebagainya.
Jawabannya beragam, tergantung pada siapa yang menjawabnya. Seorang koruptor diam-diam mengakui bahwa hidupnya dibentuk dan didikte oleh usahanya mengejar uang. Seorang pembela hak asasi manusia sangat menghormati kemanusiaan, sehingga hidupnya diabadikan pada usaha mengangkat harkat kemanusiaan sesamanya. Pendek kata, pandangan hidup seseorang mengungkapkan persepsinya tentang dunia dengan cara tertentu sehingga kepercayaan dan praktek hidupnya menjadi utuh dan selaras.
Syahadatain menyediakan pandangan hidup bahwa Allahlah yang paling bernilai, harus dikejar, dan sumber kebahagiaan utama. Kemudian syahadatain juga memberikan jaminan bahwa ada orang yang bisa menjadikan Allah sebagai sumber nilai dan kebahagiaan, yakni Muhammad saw. Karena itu dengan meneladani Muhammad saw, semua orang memiliki potensi untuk menggapai kebahagiaan dalam Allah. Maka perdekatlah cara bertauhid kita dengan cara Nabi Muhammad saw, niscaya h kita akan mempertinggi energy potensial kita.

ENERGI TOTAL DAN TAHLIL 2

Catatan ini sambungan dari ENERGI TOTAL DAN TAHLIL
2. Energi Total dalam Tahlil
Tahlil dapat mengantarkan manusia pada energy total karena tahlil menyadarikan manusia mengenai dirinya sebagaimana adanya dan Allah sebagaimana adanya. Begitu melakukan operasi kesadaran “tidak kepada ilah” (La Ilaha) dan “Iya kepada Allah” (Illallah) maka manusia akan menyadari dirinya sebagaimana adanya dan Allah sebagaimana adanya.
Jati diri manusia tergantung pada pemahamannya akan Allah. Manusia yang kesadarannya bercabang banyak, meyakini banyak tuhan, niscaya jiwanya terbelah dan perilakunya terpenggal-penggal. Sebaliknya, Tauhid yang menegaskan harus hanya pada Allah yang Ahad akan membuat manusia utuh, nyaman, dan menjadi dirinya sebagaimana adanya.
Tahlil atau Lailahaillalah tidak hanya menjadi isi kesadaran, tapi harus diucapkan. Jadi tidak hanya jadi energy internal melainkan menjadi energy eksternal. Ini berarti Tahlil adalah Energi Kinetik sekaligus Energi Dinamik. Pada Tahlil terdapat konsep gravitasi bawah dan gravitasi langit, ilah adalah bawah Allah adalah langit, thagut adalah bawah dan Allah adalah langit, seperti pada firman Allah “Barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.” (QS. al-Baqoroh: 256).

ENERGI TOTAL DAN TAHLIL

ENERGI TOTAL DAN TAHLIL
E Total = Ek + Ed
Inilah kuadran ke-4, kuadran puncak yang menggabungkan energy eksternal dan energy internal untuk transformasi diri. Tak ada perbedaan, semuanya sama yakni Allah saja. Saat kecepatan dari benda (V) digabungkan dengan kecepatan cahaya (c ) itu berarti penyatuan antara yang ragawi dan ruhani.
Kita tahu Ek adalah energy kinetic yang bekerja berdasarkan dorongan luar. Ibadah kita, seperti shalat, zakat, puasa haji, berdzikir, dan beramal kebaikan adalah hal-hal eksternal yang dapat menjadi pendorong untuk melakukan kebaikan lebih baik lagi. Ya, dalam spiritualitas, kecepatan eksternal bukan hanya dorongan dari luar diri, apa yang kita lakukan pun akan memperkuat daya laju kebaikan kita. Awalnya karena disuruh atau digerakkan oleh seruan, namun begitu kita melakukan satu kebaikan akan muncul reaksi eksternal yang menjadi pendorong kedua untuk melakukan kebaikan baru dan baru lagi.
Ek mengandalkan hal-hal badaniyah, seperti ibadah sebagaimana ditetapkan fiqh, sebagai penggerak transformasi spiritual kita. Semua yang diperintahkan Allah lakukanlah sebagaimana ditetapkan. Semuanya akan menghasilkan energy positif dalam kehidupan kita. Namun sayangnya ada yang menganggap cara ini sebagai satu-satunya cara sembari menafikan cara yang lain. Spiritualitas tak perlu, shalawat tidak boleh, ziarah diharamkan, dzikir berjemaah dianggap mengada-ada. Bagi mereka cukup ikuti fiqh saja, itulah Islam.

PENGANTAR MANTRA SAJAK


Membaca karya sastra (termasuk sajak di dalamnya) bukanlah perkara mudah. Terlebih jika teks atau bahasa yang digunakan oleh sajak itu menggunakan diksi/terminologi yang “tidak umum” atau menggunakan bahasa daerah (Sunda buhun) yang sebagian kosa katanya tidak lagi digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari masyarakat hari ini.
Membaca teks puisi yang diksi dan kosa katanya “aneh” di telinga pasti membutuhkan tidak sekedar pemahaman terhadap teks secara keseluruhan tetapi pengetahuan terhadap arti perkata pun mutlak diperlukan. Terlebih bagi saya yang awam dalam dunia sastra tugasnya bisa jadi berlipat. Kesulitan maha berat itulah yang saya alami ketika harus memberikan semacam “testimoni” pada buku “Sajak Sagara Cumarita”.
Sajak Sagara Cumarita sebagaimana dituturkan oleh penulisnya merupakan kumpulan sajak hasil dari “Perenungan” dan “penglihatan” terhadap alam sekeliling dan termasuk “alam bawah sadar”. Bukan tanpa konteks jika kumpulan sajak itu dibuat. Kumpulan sajak itu dipicu oleh berbagai fenomena yang terjadi yang ditemui penulisnya.

Rabu, 05 Desember 2018

Modric Pemain sepak bola


Kesabaran membuahkan hasil. Keuletan melahirkan kebahagiaan di ujungnya. Dan Modric pantas menerima itu. Prestasi tertinggi sebagai pengolah bola terbaik sejagat raya berhasil digenggamnya. Ballon d'Or dianugrahkan kepadanya. 
Saya selalu suka dengan caranya mengolah si kulit bundar. Badannya memang kurus dan tirus. Tapi muslihatnya dalam mengolah si kulit bundar melampaui bentuk fisiknya. Gerakannya kerap mengecoh dan menyulitkan lawan. Perhatikan caranya mengumpan dan memanjakan striker di depan untuk menjebol gawang lawan. Bahkan sesekali, ia juga bisa tampil tajam menghukum goal keper yang lengah di bawah mistar gawang. 
Modric adalah pembuktian tentang benarnya ramalan. Modric adalah paket sempurna. Ia disebut memiliki bakat dan persyaratan yang lengkap untuk menjadi pemain sepak bola ternana. Sejarah dan alam seumpama mencatat dan membuktikan nubuat itu. Di Real Madrid juga di timnas, Modric bermetamorfosa menjadi gelandang dan pengatur serangan yang lihai dan berbahaya. 

MASA KECIL NYI MAS GANDSARI


Masa Kecil Syarifah
Syarifah berasal dari Aceh utara atau samudera Pasai, merupakan anak kedua sultan sayid Maulana Mahdar Ibrahim bin Abdul Ghafur dari ibu yang bernama mutmainah, Syarifah lahir bersamaan dengan masa portugis menguasai malaka.
Ia punya nama asli Syarifah Fatimah, sewaktu masih kecil sudah diangkat anak oleh sinuhunan Sunan Gunung Djati, syarifah di pinta langsung oleh kanjeng sunan ke ayahnya untuk di bawa ke tanah jawa sewaktu syarifah tertidur dengan inangnya, di karenakan ada keterkaitan keluarga dan ayah syarifah sendiri pada masa itu harus mempertahankan kerjaannya, maka dengan senang hati ayahnya memberikan untuk dibawa ke tanah jawa.
Setiba di tanah jawa syarifah di titipakan ke uwanya, syarifah diasuh oleh uwanya kakak dari Ibu Kandungnya Rarasantang Kanjeng Sunan yaitu Pangeran Cakrabuana yang mempunyai nama muda Walangsungsang. Beliau merupakan keturunan langsung dari Prabu Siliwangi Sri Baduga Pangeran Manahrasa Raja Pajajaran. Sekarang pangeran Cakrabuana dipanggil Embah Kuwusangkan.

Senin, 03 Desember 2018

PERJALANAN HIDUP NYI MAS GANDASARI

PERJALANAN HIDUPNYA
Syarifah Fatimah Gandasari atau umum sering menyebutnya Nyimas Ratu Gandasari, sebuah nama yang tidak asing di telinga para praktisi spritual dan juga pengamat sejarah khususnya pengamat sejarah tanah jawa. Pemilik nama ini juga sangat berperan penting dalam sejarah perkembangan Islam di tataran tanah jawa. Sebuah nama yang indah nan cantik, se cantik dan se indah pemilikinya. Namanya juga sering disebut oleh pengikut torekat Asy-Syahadatain. Torekat yang didirikan tahun 1951 di daerah Cirebon oleh Syehunal Mukarom Sayyid Umar Bin Ismail Bin Yahya.
Beliau Terlahir di lingkungan kesultanan Pasai dengan nama Fatimah atau Syarifah Fatimah dari ibu Syarifah Siti Mutmainah/Musalimah binti Maulana Ishak dan Ayah Mahdar Ibrahim bin Abdul Ghofur.
Syarifah merupakan anak kedua setelah Fatahilah dari ayahnya yang terkenal sangat alim dan menguasai ilmu-ilmu agama antara lain, ilmu alat ( nahwu, shorof dan balaghoh ), Fiqih, Usul Fiqih, Tafsir, Hadits dan juga Tasawuf, makanya ayahnya yaitu sultan Mahdar Ibrahim juga diberi gelar Sayyid Kamil. Sultan Mahdar Ibrahim juga dikenal sebagai penerjemah kitab “Daroil Mazlum” karya Muhammad Ishak, seorang ulama Mekah, penerjemahan ini atas permintaan Sultan Mahmud Syah dari kesultanan Malaka.

PEMANASAN SEBELUM OLAH RAGA


Pemanasan Itu Penting sebelum bersilat

Melakukan pemanasan sebelum masuk ke inti sangatlah penting dilakukan, agar kita dapat bersilat dengan baik dan otot-otot tidak merasa sakit setelah olah raga. Kita tidak akan dapat bermain dengan baik apa bila otot-otot atau syaraf masih pada kaku dan rapat, maka pemanasan sangatlah di butuhkan guna untuk melancarkan semua otot tubuh agar otot siap menerima pekerjaan berat pada saat melakukan gerakan silat.
Gerakan yang tidak diperkirakan (melakukan sapuan atau sepakan kiri kanan, yang akan membuat otot secara tiba-tiba merenggang untuk mencapai targetan dengan dengan tendangan menggunakan pangkal kaki belakang) dapat membuat otot terluka. Tidak yang membuat kita lebih frustasi dari pada duduk disisi arena dengan otot terluka. Maka dengan pemanasan kita bias mengatasi masalah tersebut.
Ada banyak pesilat melakukan pemanasan di pinggir lapang pada saat mau tarung atau latihan. Ini lebih baik dilakukan dari pada tidak melakukan sama sekali, akan tetapi hanya beberapa organ saja yang dapat dipanaskan dengan cara tersebut. Adapun cara ini tidaklah cukup.
Banyak berbagai variasa dari pemanasan yang bias di lakukan mulai dari atas sampai ke bawah. Tulisan ini pun menerangkan pemanasan akan tetapi hanya sebagain kecil dari beberapa banyaknya pemanasan.

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...