Kerinduan yang sepi.
Ingatan yang sunyi.
Dan engkau menamakannya begitu.
Seluruhnya seolah menikam ketika matahari menjelang sampai gelap berjumpa di malam.
Tapi mungkin hidup memerlukan kesediaan untuk bertemu.
Berbagi janji dengan rasa ngeri.
Termasuk ketika keinginan tak sampai diwujudkan.
Juga ketika air mata tumpah di pusaran sajadah.
Tak apa.....
Dunia tak akan habis menyisakan ruang juga kesempatan meraih keinginan.
Rindu tak sampai. Kasih yang tersisihkan.
Dan engkau merajahnya di helai kenangan yang tak pungkas diurai.
Seolah meluruhkan tenagamu di ruang gelap tuna cahaya.
Seperti badai yang tiba tersedak di tenggorokan dan nafas gagal mengelupas.
Tapi barangkali, hanya sejengkal saja ia nampak menggoda.
Hanya sehasta ia menggoreskan duka.
Sesisanya ada ruang ketika bahagia mampu disapa.
Ada helaan ketika udara mampu dihirup.
Dilepaskan.
Dan kemudian kau tertawa
De Also Layang Kusumah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar