SEHATNYA AQAL, QALBU DAN METABOLISME
Oleh : De Also Layang Kusumah
Sebuah tutur agama menegaskan bahwa "mukmin yang kuat lebih dicintai dan disukai Allah ketimbang mukmin yang lemah" (المؤمن القوي خير واحب الى الله من المؤمن الضعيف). Kekuatan adalah isyarat keunggulan. Kekuatan menjadi modal penting tidak hanya dalam laku bragama tetapi juga dalam konteks yang lebih luas.
Apakah kuat dalam tutur agama di atas berkaitan dengan fisik, tubuh? Bisa jadi. Seorang mukmin haruslah sosok yang kuat fisiknya yang menjadi modal utama dalam beribadah dan beramal. Tetapi kita bisa lebih luwes untuk memaknai kuat di atas dengan "sehat". Lalu kita bisa mengubah tutur agama di atas dengan, "mukmin yang sehat lebih dicintai Allah daripada pada mukmin yang sakit".
Sehat apanya? Tentu saja sehat fisiknya. Fisik yang sehat (juga kuat) memampukan siapa pun untuk melaksanakan perintah agama terutama berkaitan dengan ibadah. Karena itulah agama memberikan isyarat bahwa bagi orang yang sakit ada keringanan (rukhsoh) dalam beribadah.
Pertama-tama tentu saja sehat fisiknya. Tetapi jika kita meyakini bahwa kedirian manusia (manusia yang utuh) itu dikenali berdasarkan konsep 3 draft. Maka sehat yang dimaksud adalah "sehat-aqalnya", "sehat qalbunya" dan "sehat-metabolismenya".
Bisakah cerdasnya aqal menemukan sesuatu "yang-paling-baik" jika dia sedang sakit? Pintarnya qalbu bisakah menunjukkan "yang-paling-sempurna" jika dia sedang sakit? Cerdiknya metabolisme dapatkah menuntun ke "yang-paling-utama" jika dia dalam kondisi sakit?
Aqal yang sakit adalah aqal yang tidak bisa mengenali kebenaran, sekalipun kebenaran itu nyata. Mungkin saja ia berpikir, tapi hasil dari proses berpikirnya menjadi "kuman" yang menyebabkan orang lain sakit. Istilah aqal bulus adalah aqal yang kerjanya hanya menipu dan menutupi kebenaran.
Qalbu yang sakit adalah qalbu yang tidak bisa dipakai sebagai alat untuk memahami. "Quluubun laa yafqohuna biha" (قلوب لا يفقهون بها) adalah menunjuk kepada qalbu yang sakit itu. Qalbu yang sakit adalah qalbu yang gelap yang jauh dari cahaya kebenaran. Bahkan tidak mau mengakui ada kebenaran.
Metabolisme yang sakit adalah metabolisme yang kita bisa mengenalinya melalui efek dan tindakan. Jika ada orang yang mengambil sesuatu yang bukan haknya. Jika ada orang yang menghalalkan segala cara demi isi perut. Jika ada orang yang tamak lalu menipu sana sini. Itulah metabolisme yang sakit.
Aqal, qolbu dan metabolisme yang sehat itulah yang menjadi ciri "As-Shabiquna bil khairat" (السابقون بالخيرة). Manusia yang selalu bergegas melakukan dan mewujudkan kebaikan. Sedangkan aqal, qalbu dan metabolisme yang sakit menjadi ciri bagi "Al-zalimun li anfusihim" (الظالمون لانفسهم). Mereka yang terbiasa mencampuradukan antara yang baik dan buruk.
Aqal, qalbu dan metabolisme bisa sehat jika ia distimulasi oleh gerak dan kebiasaan untuk mencintai dan melakukan kegiatan yang sehat. Berolah raga adalah pintu ke arah itu. Allahu a'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar