NYI MAS AYU GANDASARI
SRIKANDI YA HADI DAN SRIKANDI SYAHADAT
Silat Ya Hadi tidak bisa dilepaskan dari Nyi Mas Ratu Ayu Syarifah Fatimah Gandasari karena dari beliaulah turunya Silat Ya Hadi atau tata gerak Silat Ya Hadi, karenanya dari itu seluruh anggota dari Ulin Karuhun wajib mengetahui silsilah Tookoh dari Nyi Mas Ratu Ayu Syarifah Fatimah Gandasari. Nyi Mas Ayu Gandasari adalah seorang Syarifah yang terkenal dengan kecantikan, kesaktian, keilmuan dan kesolehannya. Beliau dididik dan digembleng secara langsung oleh Gusti Sinuhun Gunung Jati. Anak angkat dan Murid kesayangan. Kecantikannya unggul sebuana panca tengah menurut peribaha sunda kaceluk ka awun-awun ka koncara kajanatria. Kesaktiannya diakui sejagat. Keilmuannya diakui senusantara. Kesolehannya dipuji-puji. Dialah Nyi Mas Ratu Ayu Syarifah Fatimah Gandasari.
Beliau merupakan anak dari Raja pasai Aceh Sultan Sayyid Maulana Mahdar Ibrohim dan kakaknya ialah Sayyid Maulana Fadhilah Khan. Beliau adalah Sultan Aceh yang berkedudukan di Kota Pasai. Sayyid Maulana Fadhilah Khan terkenal pada saat memimpin perang mengusir Portugis di Jakarta. Orang-orang Portugis menyebutnya dengan panggilan "Faletehan" dari kata Fadhilah Khan. Nama kecil dari Nyi Mas Ratu Ayu Syarifah Fatimah Gandasari ialah Syarifah Fatimah Gandasari, nyimas dipinta oleh Sinuhunan Sunan Gunung Jati pada saat dalam pengembaraan Sinuhunan nyampai ke Kerajaan Pasai Aceh, atas ijin ayah dari nyimas sendiri akhirnya Nyimas dibawa oleh Sinuhunan Sunan Gunung Jati. Pada saat nyimas sudah berdiam di cirebon beliau diangkat anak oleh Pangeran Cakrabuana Mbah Kuwusangkan. Setelah diangkat anak oleh Mbah kuwusangkan bileu sering dipanggil Nyi Mas Panguragan, biliau belajar ilmu syari'at, thoriqot, hakikat, dan ma'rifat setelah bai'at syahadat dan diberi wejangan oleh Kanjeng Sunan Gunung Djati.
Pada usia 15 tahun beliau sudah menjadi Pendekar Awliya”. Nyi Mas Panguragan sudah termasyhur dengan keperwiraan dan kesaktiannya. Beliau juga terkenal dengan kecantikannya, sehingga dipanggil dengan sebutan Nyi Mas Ayu Gandasari. Artinya Wanita yang kecantikannya tidak ada tandingannya dan tubuhnya harum semerbak. Tubuhnya berbau harum bagaikan bunga yang mekar di musim semi. Setiap dia lewat maka keharumannya akan tercium dari kejauhan. Semuanya alami, bukan karena parfum atau minyak wangi. Banyak para pejabat, para pangeran, para gegedeng, juragan, satria, syah bandar dan orang-orang terpandang dari berbagai negara berdatangan berduyun-duyun kepada Mbah Kuwu untuk melamar Nyi Mas Ayu Gandasari. Sambil menunggu jawaban, mereka membuat pemondokan di Ciebon.
Sehingga membuat risau hati Ki Kuwu yang menjadi ayah angkat dari beliau hingga pada suatu hari ki kuwu mengajak dialog kepada Nyi Mas Panguragan: "Putriku Gandasari aku minta kamu supaya mau bersuami, sudah waktunya menikah, mana yang kamu pilih salah seorang yang telah melamar. Ada demang, mantri, satria, bupati, dan para gegedeng, ada juga para juragan dan para nakhkoda yang sedang menunggu di pondokannya masing-masing. Beritahulah aku, siapa yang kamu senangi?".
Sang Putri Gandasari menjawab: "Rama. Saat ini putri belum suka bersuami. Masih enak mengolah diri (belajar)". Ki kuwu dengan bijak berkata: "Duh bayi. Tidak enak orang jadi kembang bibir. Disebut-sebut namanya oleh tiap orang. Jika engkau tidak segera menikah tentu dirusaklah dukuh Panguragan ini".
Ratna Gandasari menjawab: "Baiklah Rama. Hamba mau bersuami dengan syarat bisa mengalahkan hamba. Melebihi kesaktian hamba. Hamba akan mengabdi kepadanya walaupun dia orang melarat. Silahkan Rama adakan sayembara kepada orang-orang dari 25 negara. Siapa yang lebih dahulu menangkap saya. Ia menjadi suami saya. Jika sekarang saya terima lamaran seseorang. Tentu yang lain tidak akan terima. Dengan sayembara ini maka akan adil".
Medan Sayembara disiapkan di lapangan Panguragan. Umbul-umbul dan aneka hiasan meramaikan suasana sayembara tersebut. Para peserta sayembara dari 25 negara dan para pengiringnya sudah hadir dan siap-saip. Tidak terketinggalan juga rakyat Cirebon dan sekitarnya hadir. Sehingga pinggir lapangan dipenuhi pengunjung untuk melihat hasil dari syambara itu. Nyi Mas Ayu Gandasari memasuki arena sayembara yang sudah diberi garis pembatas dengan langkah tegak tanpa kiku atau canggung lir kadia macan tenangan, penuh dengan kepercayaan diri tidak ada secuilpun rasa gentar menghadapi pakewuh yang akan datang, putri yang cantik, indah dan gemerlap laksana bidadari yang turun dari surga, harum semerbak wangi tercium bagaikan bau harum bunga melati. Semua orang yang berada di sekitar syambara terbengong melihat sang putri tanpa mengedipkan matanya.
Nyi Mas Ayu Gandasari dengan suara merdu dan nyaring menantang para peserta sayembara: "Hai orang-orang 25 negara. Rebutlah tubuhku. Barang siapa yang bisa menangkapnya sungguh jantan. Unggulilah kesaktianku niscaya aku mengabdi kepadanya". Para peserta sayembara dari 25 negara serentak saling berebut mendahului untuk menangkap Sang Putri. Sang Putri siap siaga. Dicerita singkatnya tidak ada dari peserta yang mampu mengahdpi kedigdayaannya, entah itu olah kanuragannya, olah ilmunya, semuanya menyerah tanpa bisa menyentuhnya, orang-orang yang ada di sekitar danalaga pada oloh melihat kesaktian yang dikeluarkan oleh Sita Fatimah Gandasari.
Hingga akhirnya Nyimas Fatimah Gandasari dipersunting oleh Pangeran Syam, atas anjuran dan gurunya Sunan Gunung Jati, itu juga bukan karena kalah dalam sebuah pertarungan karena Pangeran Syam dan Nyi Mas Fatimah Gandasari imbang sama-sama sakti, dengan ijin Sunan Gunung Jati akhirnya mereka berdua menikah dan meneruskan perjuangan menyebarkan Islam hingga nyampai ke Tanah Rajagaluh. Cerita ini didapat dari cerita rakyat dan hasil penarikan Khodam dan Khorin dari Nyi Mas Fatimah Gandasari.
Wallahu A'lam Bishawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar