Rumah
tangga merupakan sebuah ikatan sakral yang diharapkan hanya terjadi satu kali
dalam kehidupan. Tidak ada yang ingin rumah tangganya hancur atau berhenti
sebelum kematian memishkan, setiap orang tentu saja menginginkan jika biduk
rumah tangga yang dijalaninya dengan pasangan dapat berjalan bahagia dan
langgeng hingga usia tua.
Rumah tangga
akan langgeng apabila ketika dirasakan pasangan kuat dan dan tidak
tergoyahkan meski badai dan cobaan mencoba menghancurkan biduk rumah tangga
tersebut. hal inilah yang akan dapat bertahan lama dan senantiasa dihiasi
dengan cinta dan kebahagiaan. Akan tetapi, tidak sedikit pasangan yang
mengalami kasus hancurnya rumah tangga, walaupun telah menjalani hubungan rumah
tangga yang cukup lama. Rupanya kasih sayang dan cinta yang didapatkan nyatanya
tidak seindah dan sekuat dulu.
Namun
demikian kehidupan sebuah rumah tangga, karena rumah tangga yang bahagia
sekalipun tidak pernah luput dari masalah dan perselisihan dalam hubungannya. Termasuk
rasa cinta dan kasih bisa memudar karena beberapa faktor salah satunya adalah
ketika adanya tuntutan dan tanggung jawab dalam sebuah ikatan rumah tangga, Misalkan
suami yang dituntut untuk mengambil peran sebagai seorang pencari nafkah demi untuk
keluarga.
Akhirnya
membuat contoh suami terbagi dengan tanggung jawabnya mencari nafkah dengan perhatian.
Apalgi untuk pernikahan yang sudah berjalan cukup lama cenderung membuat pasangan tersebut memilih untuk kesejahteraan dalam keluarga dari pada hanya mengumbar
kasih dan sayang dengan pasangan.
Pada
akhirnya hal ini menciptakan konflik dalam rumah tangga seperti sang suami yang
terlalu sibuk dengan pekerjaan sementara sang istri yang ingin diperhatikan
atau hal lainnya.
Seringkali
karena kesibukan suami komunikasi yang baik menjadi terabaikan dan dari sini
pulalah timbul benih-benih kekesalan pada pasangan yang tak jarang membuat kita
jengkel tak kepalang.
Padahal dengan
gesekan yang terjadi dalam wujud pertengkaran sebenarnya justru akan dapat
cepat menyelesaikan masalah yang sedang terjadi. Kalau seandainya disimpanpu
sam halnya dengan menyimpan bom waktu yang akan dapat menghancurkan rumah
tangga di kemudian hari.
Tidak ada
salahnya kalau di ungkapkan kekesalan tersebut memang pertengkaran akan
terjadi. Akan tetapi akan cepat di mengerti masalah terlepas seberapa besar
mempengaruhi pertengkaran tersebut.
Jadi jangan
takut untuk mengungkapkan kekesalan dan jangan takut untuk bertengkar karena
dari sana akan dapat solusi masalah akan berakhiri hingga ke akar-akarnya maka
sisi baiknya adalah masalah tersebut akan dapat tertuntaskan, yang pasti
pertengkarnya harus merujuk pada kebaikan bukan pertengkaran yang menginginkan
perpisahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar