Kamis, 12 Juli 2018

MISTERI GUNUNG GEDE PANGRANGO


Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu kawasan yang di lindungi termasuk ke wilayah provinsi Jawa Barat gunung ini cukup terkenal di kalangan pendaki. Gunung yang berdampingan yang menjadikan gunung ini primadona bagi pendaki, dan keberadaan alun-alun Surya Kencana merupakan spot terbaik untuk menikmati edelweiss. Biasanya area inilah yang sering dijadikan tempat bermalam atau camping oleh para pendaki. Di kawasan ini masih bisa di temuai berbagai binatangseperti Owa Jawa, Lutung Surili, Anjing Ajag, Macan Tutul, yang termasuk binatang yang langka. Itulah keindahan dari pemandangan yang tampak oleh kasat mata manusia.
Akan tetapi di balik semua keindahan itu, pangrango menyimpan banyak misteru terutama yang berhubungan dengan kerajan padjadjaran. Penulis akan bercerita yang merupakan kisah nyata yang di alami penulis, terlepas percaya atau tidak.
Di balik kemegahan gunung gede pangrango, ada kisah yang berbau misteri, yaitu tahun 2017 kami yang terdiri dari enam orang yang merupakan perwakilan dari kamunitas pecinta lingkungan mengadakan pelancongan untuk ruwatan ke gunung gede pangrango, pemberangkatan dari bandung satu hari sebelum pendakian, kami di terima oleh salah satu anggota dewan daerah sukabumi, Karena emang kami berencana naik dari daerah sukabumi.

Ringkas cerita hari besoknya sesuai dengan rencana kami hendak melaksanakan pendakian ke gunung gede, lokasi pendakian di mulai dari Pondok Alam Alun-alun surya kencana. Setelah serapan dan semuanya siap kami diantar oleh supir sampai pondok alam, kemudian kami laporan pada kantor administrasi yang bersangkutan tidak lupa menyebut nama komunitas kami.
Setelah beres semuanya kami rombongan beriringan naik dengan bacaan Basmalah, kami langkahkan kaki mencari tempat yang nyaman untuk melakukan ruwatan, sampai pada pos satu kami mencuba ngecek tempatnya dan juga mengontak penghuni gaib daerah sana, kami hanya di sarankan untuk naik ke pos selanjutnya, akhirnya kami melanjutkan perjalanan melalui jalur sungai dan menyisir lewat pegangan akar dari pohon yang menjorok ke tepi sungai, sampai di Pos dua kami juga hanya di suruh untuk melanjutkan perjalanan untuk terus naik.
Dengan perasaan yang tidak karuan khususnya penulis, “ apakah akan terus berjalan sampai ke arah puncak, kalau tidak ada yang bisa menerima kami”. Walau bagaimanapun harus di lakoni karena ini sudah menjadi tugas untuk melakukan ini, dengan tekad bulat kami melanjutkan perjalan hingga sampai pada satu tempat yang menurut kami nyaman, kami berhenti dan istirahat niatnya hanya sekedar mengisi perut dengan makanan yang seadannya. Setelah beberapa saat kami istirahat, penulis mendengar suara tanpa ada wujudnya yang mengucapkan selamat atas ke datang kami ke gunung gede.
Penulis pencoba kontak dengan yang punya suara, ada rasa kaget yang mendera penulis saat itu karena suara itu keluar dari mahluk yang berjenis harimau yang tepat ada sekitar lima meter dari kami istirahat, dari seluruh rombongan ada dua orang yang melihat penampakannya yang lain hanya mendengar suara aumannya saja dari harimau yang berdiri di depan kami.
Setelah penulis berdialog dengan mahluk yang berbentuk harimau yang mengaku sebagai penjaga dan sekaligus tunggangan Eyang Surya Kencana, sepakat menerima kami dengan senang hati dan mempersilahkan untuk melakukan ruwatan di tempat tersebut. Tidak berselang lama dari menghilangnya harimau dating seorang pemuda menghampir kami, dengan mengucapkan salam khas sunda “Sampurasun”, Penulis hanya berbincang-bincang sebentar dengan pemuda tersebut, hanya menanyakan nama dan nama daerah tersebut “salam wilujeng sumping di banjar karang pamidang wewengkon padjadjaran”. Setelah pemuda itu pergi kami langsung melakukan persiapan untuk melakukan ritual.
Kami berenam mengambil posisi tugas masing-masing yang telah disepakati, untuk yang masuk ke alam sana kami sepakati, penulis, ade vera, mia dan apuy, sedangkan yang dua ucup sebagai penjaga kalau saja ada apa-apa yang terjadi pada diri tubuh kami selagi kami masuk, dan satu orang lagi tari bertugas untuk mendokumentasikan apa yang di lakukan.
Alam sana atau alam gaib merupakan alam yang serba-serbi banyak liku dalam lorong banyak dimensi serta banyak alam-alam lain yang ada di alam gaib, maka tidaklah aneh jika penemuan si A dan si B berbeda walaupun masuk pada satu pintu yang sama, karena bisa saja masuk pada di mensi yang berbeda.
Makanya penulis tidak berani untuk menuliskan pengalaman teman-teman satu rombongan yang saat itu bareng mengikuti ruwatan. Ini murni hanya pengalaman penulis yang akan di ceritakan.
Setelah sama-sama masuk dengan pintu yang sama ternyata yang terlihat, penulis hanya melihat penulis seorang diri berada di lembah yang luas, walau samara-samar penulis masih sempat melihat teman-teman satu pemberangkatan itu, penulis melihat ada ade di dekat pusaran air, mia berjalan di dalam lorong, apuy terlihat sedang menyebrangi sungai.
Kembali pada cerita penulis saat itu penulis berada di lembah yang luas dan hijau seperti tidak berujung, langit tampak cerah tapi tidak terasa panas, sinar matahari menyinari tapi tidak membuat gerah kepanasan. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya pemadangan yang indah dan awan tipis berarak tertiup angin yang membuat adem hati ini.
Tidak berapa lama kejadian itu berlangsung, penulis melihat seorang pemuda yang tadi berbincang menghampiri, perawakan yang sedang dengan pakaian yang serba putih, potongan pakaian seperti pakaian pangsi adat sunda.
Pemuda yang berperawakan sedang terlihat tampan, wajahnya sangat teduh dan enak dipandang, sorot matanya lembut, bersih dan bersinar benar-benar potongan satria. Pemuda tersebut mengaku bernana Gagak Lembayung menurut penuturannya ia merupakan satria pinilih pada jamannya, ia yang memilih pindah alam, yang di ikuti jejaknya oleh eyang surya kencana dan sekarang bersama mendirikan dukuh Padjadjaran di tataran gunung gede.

Bersambung...(Bagian 2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...