Kodarat Setiap
manusia terlahir dengan kesucian, mau menjadikan yahudi, nasoro atau majusi, tergantung
kepada orangtuanya merujuk pada Hadits nabi Muhammad SAW.
Tidak ada dosa
yang diturunkan, ataupun penyakit yang diturunkan dari orang tua terhadap
keturunannya. Akan tetapi bisa saja jin yang selama ini disembah orang tuanya
merasa bahwa anak manusia ini adalah miliknya Karena itu syaitan jin yang
menjadi khorin/pembantu orang tuanya, akan mencari anak yang memiliki karakter
yang sama dengan orang tuanya atau sesuai yang ia sukai.
Kenapa cerita diatas
di tuliskan? dan merupakan pembuka dari tulisan? Karena menurut penulis merasa
perlu di tuliskan, karena penmulis pernah beberapa kali menemukan fenomena yang
hampir serupa hanya latar belakang dan tempat kejadiannya saja yang berbeda.
Penulis sempet
beberapa kali terkait masalah seperti yang di atas yaitu mengenai perjanjian
masa dulu masa orang tuanya yang pada akhir menjadi boomerang bagi anak cucu
nya bahasa jawanya “Wong tua gawe wiwitan” (orang tua memulai), wong enom darma lakoni” (yang muda hanya menjalani), orang tua
yang berbuat anak cucu jadi korban.
Akan tetapi yang
ingin penulis cerita hanya satu kasus yang sangat mengena dalam hati penulis,
dan yang hampir-hampiran merenggut nyawa penulis sendiri.
Kisah perjalanan
ini mungkin akan ada yang menganggap bualan atau bohong, tapi terserah pendapat
masing-masing, karena memang itu yang kami alami, dan tulisan ini juga hanya
sebagai pengingat untuk kami sebagai perjalanan selama kami mendalami dunia
spiritual.
Awal kisah
seorang teman yang beberapa bulan cerita bahwa ia memiliki keponakan yang
kurang sehat akalnya, ia cerita kerana emang ia tahu kalau penulis dan
teman-teman punya satu komunitas spiritual, komunitas penulis dalam naungan
salah satu yayasan dan salah satu tariqat yang ada di kota cirebon.
Kembali pada
cerita, malam itu penulis dan teman yang ngasih tahu ponakannya sakit, kita
berangkat setelah shalat isya, sesampai disana kita ngobrol dengan orang tua si
anak yang sakit, hasil dari obrolan itu bahwasannnya si orang tua sudah merasa
bosan mengobati anaknya dari medic sampe alternative ia jabanin demi si buah
hatinya.
Sambil ngobrol penulis
mencoba untuk menerawang gambarannya seperti apa sakit anak itu, yang kebetulan
pas kita kesana si anaknya lagi tertidur di korsi ruang tengah, jadi sangat
memepermudah jalannya penerawangan, karena posisi tidur merupakan posisi dimana
semua yang ada di dalam jasadi lagi pada muaranya masing-masing.
Setelah
penerawangan selesai akhirnya penulis menyimpulkan bahwa anak itu menjadi
tumbal dari perjanjian masa lalu, yang dampaknya jadi sakit. Karena ketika usia
masih kecil, si anak itu sudah di jemput sebagai oleh jin pendamping buyutnya
untuk mendiami salah satu untuk mengantikan tugas dari buyutnya tersebut, untuk
mendiami dan menjaga tempat yang menjadi
tugas dari buyut-buyutnya terdahulu, tepatnya berada di Gunung Kunci yang termasuk
ke wiyah daerah Sumedang.
Bersambung ...... (Bagian 2)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar