Selasa, 10 Juli 2018

KISAH NYATA - MEMUTUSKAN PERJANJIAN DENGAN PENGHUNI GUNUNG KUNCI


Kodarat Setiap manusia terlahir dengan kesucian, mau menjadikan yahudi, nasoro atau majusi, tergantung kepada orangtuanya merujuk pada Hadits nabi Muhammad SAW.
Tidak ada dosa yang diturunkan, ataupun penyakit yang diturunkan dari orang tua terhadap keturunannya. Akan tetapi bisa saja jin yang selama ini disembah orang tuanya merasa bahwa anak manusia ini adalah miliknya Karena itu syaitan jin yang menjadi khorin/pembantu orang tuanya, akan mencari anak yang memiliki karakter yang sama dengan orang tuanya atau sesuai yang ia sukai.
Kenapa cerita diatas di tuliskan? dan merupakan pembuka dari tulisan? Karena menurut penulis merasa perlu di tuliskan, karena penmulis pernah beberapa kali menemukan fenomena yang hampir serupa hanya latar belakang dan tempat kejadiannya saja yang berbeda.
Penulis sempet beberapa kali terkait masalah seperti yang di atas yaitu mengenai perjanjian masa dulu masa orang tuanya yang pada akhir menjadi boomerang bagi anak cucu nya bahasa jawanya “Wong tua gawe wiwitan” (orang tua memulai), wong enom darma lakoni” (yang muda hanya menjalani), orang tua yang berbuat anak cucu jadi korban.

Akan tetapi yang ingin penulis cerita hanya satu kasus yang sangat mengena dalam hati penulis, dan yang hampir-hampiran merenggut nyawa penulis sendiri.
Kisah perjalanan ini mungkin akan ada yang menganggap bualan atau bohong, tapi terserah pendapat masing-masing, karena memang itu yang kami alami, dan tulisan ini juga hanya sebagai pengingat untuk kami sebagai perjalanan selama kami mendalami dunia spiritual.
Awal kisah seorang teman yang beberapa bulan cerita bahwa ia memiliki keponakan yang kurang sehat akalnya, ia cerita kerana emang ia tahu kalau penulis dan teman-teman punya satu komunitas spiritual, komunitas penulis dalam naungan salah satu yayasan dan salah satu tariqat yang ada di kota cirebon.
Kembali pada cerita, malam itu penulis dan teman yang ngasih tahu ponakannya sakit, kita berangkat setelah shalat isya, sesampai disana kita ngobrol dengan orang tua si anak yang sakit, hasil dari obrolan itu bahwasannnya si orang tua sudah merasa bosan mengobati anaknya dari medic sampe alternative ia jabanin demi si buah hatinya.
Sambil ngobrol penulis mencoba untuk menerawang gambarannya seperti apa sakit anak itu, yang kebetulan pas kita kesana si anaknya lagi tertidur di korsi ruang tengah, jadi sangat memepermudah jalannya penerawangan, karena posisi tidur merupakan posisi dimana semua yang ada di dalam jasadi lagi pada muaranya masing-masing.
Setelah penerawangan selesai akhirnya penulis menyimpulkan bahwa anak itu menjadi tumbal dari perjanjian masa lalu, yang dampaknya jadi sakit. Karena ketika usia masih kecil, si anak itu sudah di jemput sebagai oleh jin pendamping buyutnya untuk mendiami salah satu untuk mengantikan tugas dari buyutnya tersebut, untuk mendiami dan menjaga  tempat yang menjadi tugas dari buyut-buyutnya terdahulu, tepatnya berada di Gunung Kunci yang termasuk ke wiyah daerah Sumedang.

Bersambung ...... (Bagian 2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...