Hidup tak selalu mengajariku tentang
banyak keyakinan. Pada sebagian kisahnya, kerap ada ragu di pendirianku. Ada
soal yang sering kuberi tanda tanya dan isyarat bimbang di ujungnya. Ia datang
entah darimana, ia menggoda dalam bentuk apa.
Aku tak tahu. Jikapun ini kukatakan
kepadamu, tak akan bergeser caraku menghayati keberadaanmu. Tak akan melemah
dayaku menggenapi tulusnya sayangmu.
Aku menemukan banyak tanda di katamu, dengan ujaran yang seolah
tak lagi melegakan. Dengan sapaan yang nihil menenangkan. Semisal benda asing
bagi kesadaranku, ia menjadi lagu yang tak sempurna di pendengaranku.
Iramanya tak lagi mengabarkan pesan
menggembirakan. Gemanya tak lagi memantul menjejakkan isyarat kepercayaan.
Curiga menghasutku dengan prasangka
tentang gemuruh lebah yang berdengung di banyak katamu. Kekhawatiran menggodaku
tentang mantra cinta yang meracau tak bermakna keluar dari tenggorokanmu.
Entahlah.
Aku menemukan banyak tanda di katamu, Seperti harapanku yang
seolah meleleh di setiap langkahmu. Engkau di sana dan aku menemukan jejak yang
menunda langkahku untuk sampai di rumah hatimu.
Aku menggigil dengan prasangka yang
menebal. Ketahuilah, aku cukup tahu diri bagaimana mengelola rasa supaya tak
jatuh menjadi percuma.
Dan engkau pasti menduga, kenapa aku
tibatiba menjelma menjadi manusia perasa yang mudah limbung ditikam dugaan.
Gampang mengeluh diiris sembilu ujian. Mudah-mudahan kau memaafkanku.
Aku menemukan banyak tanda di katamu, Tentang cinta yang selalu
ingin kulukis tegas di atas kanvas sanubarimu. Dengan sentuhan warna dan sapuan
garis sempurna sebisa aku melakukannya.
Seperti kau tahu, kita telah menandu
sejarah dengan jarak yang tak lagi bisa dihitung dengan bilangan. Dengan kisah
yang tak mungkin lagi disurutkan oleh niat sekedar mencoba untuk kemudian
siasia.
Sungguh, kita telah jauh melampaui masa
yang tidak kita duga sebelumnya. Kita telah sampai di arsy tak berhingga ketika
semuanya tak bisa lagi dipalingkan oleh sekedar permainan. Cintaku tak ingin
berubah menjadi buih yang lantas mengering disapu angin.
Aku menemukan banyak tanda di katamu, tentang suara dari masa
lalu yang ingin menipumu. Tentang ocehan yang tak berhenti mampir di kedua
telingamu. Kau dapati berita tentang banyak hal dari suatu silam yang menyebabkan
napasmu tersenggal.
Mungkin, kau temukan hasutan dari cerita
lampau tentang aku. Sejatinya, aku telah berdiri di sini menggenggam erat
sepasang tanganmu. Melabuhkan diri di teduhnya samudera dua bola matamu.
Faktanya, aku telah nyaman bersamamu merenda harapan yang selalu tak bisa diam.
Menenun benang cinta yang kerap menjadi persoalan rumit yang mendera nalar
manusia. Sungguh.
Aku menemukan banyak tanda di katamu, tentang
kehadiranmu yang telah menyempurnakan kisah di banyak lapisan hidupku. Tentang
nyanyian syahdu yang kugumamkan hanya untukmu, “I'm here without you baby, but you still on my lonley mind, I think
about you baby, and I dream about you all the time…” (3 Doors Down-Here Without You).
De ALso Layang Kusumah
Baca Juga Tentangku, Bintangmu bag. 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar