Selasa, 31 Juli 2018

TENTANGKU BINTANGMU 3


Hidup tak selalu mengajariku tentang banyak keyakinan. Pada sebagian kisahnya, kerap ada ragu di pendirianku. Ada soal yang sering kuberi tanda tanya dan isyarat bimbang di ujungnya. Ia datang entah darimana, ia menggoda dalam bentuk apa.
Aku tak tahu. Jikapun ini kukatakan kepadamu, tak akan bergeser caraku menghayati keberadaanmu. Tak akan melemah dayaku menggenapi tulusnya sayangmu.
Aku menemukan banyak tanda di katamu, dengan ujaran yang seolah tak lagi melegakan. Dengan sapaan yang nihil menenangkan. Semisal benda asing bagi kesadaranku, ia menjadi lagu yang tak sempurna di pendengaranku.
Iramanya tak lagi mengabarkan pesan menggembirakan. Gemanya tak lagi memantul menjejakkan isyarat kepercayaan.
Curiga menghasutku dengan prasangka tentang gemuruh lebah yang berdengung di banyak katamu. Kekhawatiran menggodaku tentang mantra cinta yang meracau tak bermakna keluar dari tenggorokanmu. Entahlah. 
Aku menemukan banyak tanda di katamu, Seperti harapanku yang seolah meleleh di setiap langkahmu. Engkau di sana dan aku menemukan jejak yang menunda langkahku untuk sampai di rumah hatimu.
Aku menggigil dengan prasangka yang menebal. Ketahuilah, aku cukup tahu diri bagaimana mengelola rasa supaya tak jatuh menjadi percuma.
Dan engkau pasti menduga, kenapa aku tibatiba menjelma menjadi manusia perasa yang mudah limbung ditikam dugaan. Gampang mengeluh diiris sembilu ujian. Mudah-mudahan kau memaafkanku.
Aku menemukan banyak tanda di katamu,  Tentang cinta yang selalu ingin kulukis tegas di atas kanvas sanubarimu. Dengan sentuhan warna dan sapuan garis sempurna sebisa aku melakukannya.
Seperti kau tahu, kita telah menandu sejarah dengan jarak yang tak lagi bisa dihitung dengan bilangan. Dengan kisah yang tak mungkin lagi disurutkan oleh niat sekedar mencoba untuk kemudian siasia.
Sungguh, kita telah jauh melampaui masa yang tidak kita duga sebelumnya. Kita telah sampai di arsy tak berhingga ketika semuanya tak bisa lagi dipalingkan oleh sekedar permainan. Cintaku tak ingin berubah menjadi buih yang lantas mengering disapu angin.
Aku menemukan banyak tanda di katamu, tentang suara dari masa lalu yang ingin menipumu. Tentang ocehan yang tak berhenti mampir di kedua telingamu. Kau dapati berita tentang banyak hal dari suatu silam yang menyebabkan napasmu tersenggal.
Mungkin, kau temukan hasutan dari cerita lampau tentang aku. Sejatinya, aku telah berdiri di sini menggenggam erat sepasang tanganmu. Melabuhkan diri di teduhnya samudera dua bola matamu. Faktanya, aku telah nyaman bersamamu merenda harapan yang selalu tak bisa diam. Menenun benang cinta yang kerap menjadi persoalan rumit yang mendera nalar manusia. Sungguh.
Aku menemukan banyak tanda di katamu, tentang kehadiranmu yang telah menyempurnakan kisah di banyak lapisan hidupku. Tentang nyanyian syahdu yang kugumamkan hanya untukmu, “I'm here without you baby, but you still on my lonley mind, I think about you baby, and I dream about you all the time…” (3 Doors Down-Here Without You).

De ALso Layang Kusumah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...