Rabu, 18 Juli 2018

SIAPA TUANMU? (Catatan Akhir Ramadhan)

SIAPA TUANMU? (Catatan Akhir Ramadhan)
Oleh : De Also Layang Kusumah

Gerak aqal itu memampukan siapapun untuk sampai tidak hanya di masa lalu tapi juga bisa menuntun seseorang untuk menjumpai masa depan. Aqallah yang menyuntikkan darah segar bagi sejumlah kemajuan dan perubahan. Dialah yang mampu membuka selubung kemustahilan menjadi sesuatu yang mungkin dan pasti terjadi.
Tapi aqal tak bisa bekerja sendirian. Ia bukan pendekar sakti yang entah datang dari mana lalu bisa menaklukan setiap musuh tanpa bantuan. Ia bukan keajaiban an sich yang dengannya seluruh perkara bisa diselesaikan. Aqal membutuhkan topangan. Meniscayakan alas dan fondasi kokoh supaya ia tegak tak mudah goyang.
Iman itulah fondasinya. Iman itulah titik pijaknya. Iman itulah alasnya. Mari belajar menautkan aqal pada iman serekat mungkin. Seteguh mungkin supaya aqal yang kita punya tak gampang sempoyongan dan limbung saat ujian dan badai kehidupan menghantam. Bisa ora bisa akalana.

Jika iman diartikan sebagai "percaya", kepada siapa kita percaya? Kepada siapa kita menautkan dan merekatkan kepercayaan itu? Mulailah percaya kepada yang dekat dengan kita. Belajar dan berusahalah menghampiri sosok yang darinya memancar sikap percaya menjadi "percaya" dalam pengertian dan pemahaman yang sebenarnya.
Dia yang kita percaya sejatinya tidak sekadar mengantarkan kepada pengertian dan pemahaman, ia juga bisa dan sanggup merubah sikap percaya itu menjadi tindakan nyata. Menjadi bukti yang bisa dirasakan tidak hanya oleh kita sendiri tapi manusia lain pada umumnya.
Kenali, dialah sosok yang merelakan dirinya menjadi jembatan penghubung antara kita dan Allah azza wa jalla. Karena kita tiang bodo dan tiang salah kita membutuhkan kehadirannya. Karena setiap saat kita berlaku salah dan maksiat menautkan hajat kepadanya adalah kemestian. Dialah manusia autentik yang telah secara maksimal menerjemahkan dan mengaktulisasikan ibadah syiri (amal-ibadah-amal) juga ibadah sejati (ibadah-amal-ibadah). Dialah Sayyidi Syeikhunal Mukarom Sayyid Gamal Yahya. Allahu a'lam;

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...