Rabu, 18 Juli 2018

MA'RIFATULLAH

MA'RIFATULLAH
Oleh : De Also Layah Kusumah

Ma'rifatullah atau mengetahui Allah itu meniscayakan perantara. Bisakah kita mengetahui Allah secara langsung? 
تفكروا فى خلق الله ولا تفكروا فى ذاته
"Berpikirlah tentang ciptaan Allah dan jangan kamu berpikir tentang dzatnya"

Hadits di atas menegaskan ketidakmungkinan dan kemustahilan kita mengetahui Allah. Yang mungkin dan bisa dilakukan dalam proses ma'rifatullah adalah memikirkan ciptaan-Nya (مخلوق). Siapa ciptaannya? Alam semesta dan seluruh kehidupan yang ada di dalamnya itulah ciptaan Allah. Dengan memikirkannya kita akan diantarkan untuk mengetahui Allah azza wajalla.
Adakah cara lain untuk memaknai siapa itu ciptaan yang ketika kita memikirkannya kita akan diantarkan pada proses ma'rifatullah? "Ciptaan" itu tiada lain adalah para utusan Allah. Dialah nabi dan rasul. Persis, kehadiran nabi dan rasul adalah kabar gembira (بشيرا) sekaligus peringatan (نظيرا ) tentang keharusan manusia percaya dan mengikutinya sebagai jalan pada proses ma'rifatullah.
Jadi, proses untuk ma'rifatullah meniscayakan kita untuk ma'rifatu rasulullah. Tak ada ma'rifatullah tanpa ma'rifatu rasulullah. Rasul adalah ciptaan yang menjadi perantara mengenal Allah. Selesaikah sampai di situ?

Adakah jalan atau pengetahuan yang bisa menuntun kita untuk ma'rifatu rasulullah? Ada. Bacalah kisah dan sejarah para utusan Tuhan. Telaahlah hadits-hadits sebagai jejak dari sabda dan tuntunannya. Kita akan diantarkan pada pengetahuan sebagai bekal ma'rifatu rasulullah. Tapi apakah ini cukup?
Bagi para penempuh jalan kesucian, informasi dan pengetahuan yang datang dari catatan sejarah ataupun hadits-hadits nabi bisa tak cukup memenuhi rasa dahaga ma'rifatu rasulullah. Para penempuh jalan kesucian lalu menegaskan tentang perlunya menghadirkan "citra", jejak, ataupun titisan dan nure rasulullah. Dialah khalifah rasul (rasul), bisa para wali, solihiin, siddiqiin ataupun manusia yang memiliki kelebihan dalam laku amal dan ibadahnya.
Jadi ma'rifatullah itu meniscayakan ma'rifatu rasulullah dan ma'rifatu rasulullah meniscayakan ma'rifatu rasul. Jelaslah, proses ma'rifatullah itu bukan jalan yang langsung yang bisa dilakukan secara sembarangan. Seumpama tangga, untuk sampai di tempat tinggi kita membutuhkannya. Tangga itulah perantara. Perantaranya adalah rasulullah dan khalifah rasul. Allahu a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Membacalah agar Kau Mengenal Dunia, Menulislah agar Engkau Dikenal Dunia

  Halo, para penerus gemilang masa depan! Kalian adalah cahaya yang akan menerangi dunia ini dengan impian dan prestasi kalian. Ada dua senj...